Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Alyssa Daguise Disindir Gendutan Usai Melahirkan, Istri Al Ghazali Beri Respons Menohok

Dikritik 'Gendutan' PascamelahirkanDikritik 'Gendutan' Pascamelahirkan
Alyssa Daguise

BANYUMASEKSPRES.ID, Model dan influencer Alyssa Daguise membagikan pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya setelah melahirkan anak pertama.

Istri Al Ghazali itu mengaku mendapat komentar mengenai perubahan bentuk tubuhnya yang dinilai lebih berisi dibanding sebelum hamil.

Melalui unggahan di akun Threads miliknya, Alyssa Daguise menyampaikan dialog singkat yang menggambarkan komentar yang diterimanya.

Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian warganet dan memicu diskusi mengenai fenomena body shaming terhadap perempuan setelah melahirkan.

Dalam unggahannya, Alyssa menuliskan jawaban santai namun penuh makna atas komentar yang menyebut dirinya kini terlihat lebih gemuk.

“Kamu gendutan ya sekarang.”

Alyssa kemudian menjawab dengan nada ringan.

“Iya kak, soalnya baru selesai bikin manusia, sekarang lanjut bikin makanannya.”

Jawaban tersebut langsung mendapat banyak dukungan dari para pengguna media sosial.

Banyak yang menilai respons Alyssa menunjukkan bahwa perubahan tubuh setelah melahirkan merupakan hal yang normal dan tidak seharusnya menjadi bahan penilaian.

Alyssa Daguise menyoroti masih banyaknya ekspektasi masyarakat yang menganggap seorang ibu harus segera kembali memiliki bentuk tubuh seperti sebelum hamil hanya dalam waktu singkat setelah melahirkan.

Padahal, menurut perempuan berusia 28 tahun tersebut, proses pemulihan setiap ibu berbeda-beda.

Tidak semua perempuan dapat langsung kembali ke kondisi fisik semula karena tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah menjalani kehamilan dan persalinan.

Diketahui, Alyssa Daguise melahirkan putri pertamanya pada 10 Mei 2026. Artinya, saat membagikan unggahan tersebut, dirinya baru menjalani sekitar dua bulan masa postpartum.

Ia pun mengungkapkan bahwa banyak orang sudah berharap dirinya segera mengalami bounce back, istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika tubuh perempuan kembali seperti sebelum hamil.

“Two months postpartum and people already expect you to ‘bounce back’,” tulis Alyssa.

Melalui unggahan itu, Alyssa juga menyampaikan pesan yang lebih luas mengenai pentingnya menghargai proses pemulihan setelah melahirkan.

Menurutnya, masa postpartum bukan hanya tentang perubahan fisik, tetapi juga proses penyembuhan secara mental dan emosional.

Karena itu, setiap ibu berhak menjalani masa pemulihan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing tanpa tekanan dari lingkungan sekitar.

“Healing bukan lomba dan tubuh postpartum bukan sesuatu yang harus buru-buru ‘dikembalikan’. Be kind,” tulisnya.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari banyak warganet. Tidak sedikit ibu yang mengaku mengalami pengalaman serupa, mulai dari menerima komentar tentang berat badan hingga tekanan untuk segera tampil langsing setelah melahirkan.

Mereka menilai apa yang disampaikan Alyssa Daguise mewakili perasaan banyak perempuan yang sedang menjalani masa postpartum.

Dukungan pun mengalir melalui kolom komentar dengan harapan masyarakat lebih memahami bahwa perubahan tubuh setelah melahirkan merupakan bagian alami dari proses menjadi seorang ibu.

Fenomena body shaming terhadap ibu setelah melahirkan memang masih sering terjadi, terutama di media sosial.

Padahal, masa postpartum merupakan periode penting bagi perempuan untuk memulihkan kondisi tubuh, menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai ibu, sekaligus merawat bayi yang baru lahir.

Melalui pengalamannya, Alyssa Daguise berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam memberikan komentar mengenai kondisi fisik seseorang.

Ia mengajak semua orang untuk lebih menghargai proses pemulihan setiap ibu dan mengedepankan empati daripada penilaian terhadap penampilan.

Unggahan Alyssa sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik dan mental seorang ibu jauh lebih penting dibanding tuntutan untuk segera kembali memiliki bentuk tubuh seperti sebelum kehamilan.

Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan menjadi salah satu faktor penting agar ibu dapat menjalani masa postpartum dengan lebih nyaman dan percaya diri. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Drone Tersangkut di Atap Stadion Wijaya Kusuma

Damkar Cilacap Evakuasi Drone Tersangkut di Atap Stadion Wijaya Kusuma

Berita Selanjutnya
Libur Sekolah Angkat Kunjungan Pantai Mliwis

Pantai Mliwis Kebumen Diserbu Wisatawan Saat Libur Sekolah 2026, Pengunjung Tembus 5.000 Orang per Hari