BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Persoalan sampah kini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang kurang optimal juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, hingga perekonomian.
Karena itu, diperlukan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Upaya tersebut kini dilakukan di Kelurahan Selang, Kecamatan Kebumen, melalui program pendampingan yang digagas Universitas Putra Bangsa (UPB).
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, tim dosen Universitas Putra Bangsa memberikan pendampingan kepada warga agar mampu mengelola sampah secara lebih efektif.
Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan sampah, tetapi juga mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Putra Bangsa, Dr. Dani Rizana, S.Pd., menjelaskan bahwa persoalan sampah saat ini telah berkembang menjadi isu nasional bahkan global.
Oleh sebab itu, solusi yang diterapkan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat mulai dari proses pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah.
Menurut Dani Rizana, salah satu fokus utama dalam program ini adalah memperkuat kapasitas pengurus Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang telah dimiliki Kelurahan Selang.
Penguatan dilakukan melalui berbagai pelatihan mengenai teknik pemilahan sampah, pengolahan limbah organik dan anorganik, serta pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah secara ekonomi.
Program pendampingan tersebut juga mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular atau circular economy.
Melalui konsep ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai jual.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Kelurahan Selang sebenarnya telah memiliki fasilitas TPS3R sebagai pusat pengelolaan sampah masyarakat.
Namun, pemanfaatannya dinilai masih belum berjalan secara maksimal.
Berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan operasional, hingga kurangnya pemahaman mengenai pengolahan sampah menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Universitas Putra Bangsa berupaya meningkatkan kemampuan para pengelola TPS3R agar mampu menjalankan sistem pengelolaan sampah secara profesional.
Selain aspek teknis, peserta juga diberikan pemahaman mengenai tata kelola organisasi, pengembangan usaha berbasis sampah, hingga strategi pemasaran produk hasil daur ulang.
Pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Berbagai jenis limbah dapat diolah menjadi kompos, kerajinan tangan, bahan baku industri kreatif, hingga produk lain yang memiliki nilai jual.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga peluang ekonomi baru dari hasil pengelolaan sampah.
Program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Kebiasaan sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Selain memberikan manfaat ekonomi, pengelolaan sampah yang baik juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat dikurangi sehingga risiko pencemaran tanah, air, maupun udara menjadi lebih kecil.
Di sisi lain, lingkungan yang bersih juga mendukung kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Universitas Putra Bangsa berharap program pendampingan ini dapat menjadi contoh pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di daerah lain.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi solusi atas persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui penguatan kapasitas pengurus TPS3R, penerapan konsep ekonomi sirkular, serta peningkatan partisipasi masyarakat, Kelurahan Selang diharapkan dapat menjadi salah satu contoh kawasan yang berhasil mengelola sampah secara modern, produktif, dan ramah lingkungan.
Ke depan, program semacam ini diharapkan terus berkembang sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan sampah yang bernilai ekonomi. (cah/stch/dda)
















