Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Drainase Sumpiuh Banyumas Dibersihkan, Warga Diimbau Tak Buang Limbah ke Saluran Air

Drainase Mampet di Sumpiuh DituntaskanDrainase Mampet di Sumpiuh Dituntaskan
MAMPET: Tim kolaborasi Damkar, UPKP dan UPTD PU Wilayah Sumpiuh serta warga menuntaskan persoalan drainase mampet di jalan protokol Sumpiuh, Sabtu (4/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Permasalahan drainase mampet di ruas jalan protokol Kota Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, akhirnya berhasil diatasi melalui kerja sama sejumlah instansi dan masyarakat.

Saluran drainase sepanjang kurang lebih 200 meter yang sebelumnya mengalami penyumbatan kini kembali berfungsi normal setelah dilakukan pembersihan menggunakan air bertekanan tinggi oleh tim Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kemranjen.

Penanganan drainase yang tersumbat menjadi perhatian serius karena saluran air tersebut merupakan bagian penting dari sistem pengendalian genangan di kawasan perkotaan.

Selain berpotensi menyebabkan banjir saat hujan deras, drainase yang tidak berfungsi dengan baik juga dapat menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

Kepala Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) Wilayah Sumpiuh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Titien Isnaeni, mengatakan pelibatan tim Damkar Kemranjen memberikan hasil yang sangat efektif dalam proses pembersihan saluran.

Dengan memanfaatkan semburan air bertekanan tinggi, material penyumbat yang berada jauh di dalam drainase dapat dihancurkan dan dikeluarkan dengan lebih mudah.

Dalam proses tersebut, tim mengerahkan dua tangki air bertekanan tinggi untuk membersihkan saluran yang mengalami penyumbatan.

Metode ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan pembersihan secara manual, terutama untuk mengatasi endapan yang telah mengeras dan sulit dijangkau oleh petugas.

Selama proses pembersihan berlangsung, petugas juga harus membuka beberapa penutup drainase agar titik penyumbatan dapat diakses secara langsung.

Langkah tersebut dilakukan karena sebagian material yang menghambat aliran air berada di bagian saluran yang tertutup dan tidak dapat dijangkau dari permukaan.

Berdasarkan hasil pembersihan, penyebab utama tersumbatnya drainase tidak hanya berasal dari endapan pasir dan lumpur.

Petugas juga menemukan batu, sampah, serta lemak yang mengeras akibat limbah rumah tangga maupun aktivitas para pedagang kaki lima di sekitar kawasan jalan protokol Sumpiuh.

Material berupa lemak yang mengendap menjadi salah satu penyebab utama aliran air terganggu.

Limbah minyak dan sisa makanan yang dibuang langsung ke saluran drainase lama-kelamaan mengeras, kemudian bercampur dengan pasir dan sampah sehingga membentuk penyumbatan yang cukup sulit dibersihkan tanpa bantuan peralatan khusus.

Pembersihan drainase dilakukan secara kolaboratif oleh Pos Damkar Kemranjen, Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Wilayah Sumpiuh, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Sumpiuh, serta masyarakat sekitar.

Sinergi antarinstansi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan sehingga saluran kembali berfungsi secara optimal.

Dari hasil kegiatan tersebut, petugas masih mengangkat sekitar setengah meter kubik endapan sedimen yang selama ini menumpuk di dasar drainase.

Seluruh material kemudian diangkut agar tidak kembali masuk ke saluran dan menyebabkan penyumbatan baru.

Setelah proses pembersihan selesai, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas berencana meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran drainase.

Sosialisasi akan difokuskan kepada warga yang masih membuang limbah rumah tangga ke saluran air serta kepada para pedagang kaki lima yang menghasilkan limbah minyak dan sisa makanan.

Menurut Titien Isnaeni, kawasan jalan protokol merupakan wajah sebuah kota sehingga kebersihan lingkungan, termasuk fungsi drainase, harus selalu dijaga.

Drainase yang bersih tidak hanya memperlancar aliran air saat musim hujan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas dari bau tidak sedap.

Pemerintah berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga maupun limbah usaha dapat mencegah penyumbatan drainase kembali terjadi.

Kebiasaan membuang sampah dan limbah ke saluran air harus dihentikan agar sistem drainase dapat bekerja secara maksimal sepanjang tahun.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, petugas Damkar, dinas teknis, dan masyarakat, persoalan drainase mampet di Kota Sumpiuh berhasil diselesaikan dengan lebih cepat dan efektif.

Ke depan, upaya pembersihan rutin yang disertai edukasi kepada masyarakat diharapkan mampu menjaga fungsi drainase tetap optimal sehingga risiko banjir, genangan, dan pencemaran lingkungan dapat diminimalkan di wilayah Kabupaten Banyumas. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Warga Selang Diajak Kelola Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Kelurahan Selang Kebumen Kembangkan Pengelolaan Sampah Modern Bersama UPB

Berita Selanjutnya
Ounahi Gemilang Antar Maroko Terbang

Maroko Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Berkat Brace Azzedine Ounahi