BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Festival Kopi Dieng kembali menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2026.
Acara yang akan digelar pada 28 hingga 30 Agustus 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara ini tidak hanya menjadi ajang menikmati kopi khas dataran tinggi Dieng, tetapi juga menjadi wadah promosi produk lokal, penguatan ekonomi kreatif, serta pemberdayaan pelaku usaha kopi di Banjarnegara.
Menjelang penyelenggaraan festival utama, panitia menggelar berbagai kegiatan bertajuk Road to Festival Kopi Dieng 2026.
Program ini dirancang untuk memperkenalkan kopi lokal kepada masyarakat sekaligus meningkatkan antusiasme menjelang pelaksanaan Dieng Culture Festival.
Salah satu rangkaian terbaru digelar di Cafe Sudut Pandang, Desa Kesenet, Kecamatan Banjarmangu, pada Sabtu (4/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, panitia menghadirkan konsep Kopika (Kopi dan Komika) yang memadukan budaya menikmati kopi dengan hiburan stand up comedy serta pertunjukan musik akustik.
Konsep kreatif tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena mampu menghadirkan suasana santai sekaligus memperkenalkan kopi khas Banjarnegara kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih modern.
Ketua Festival Kopi Dieng, Alif Zen Fahmi, menjelaskan bahwa Festival Kopi Dieng tidak hanya berfokus pada penyajian kopi kepada pengunjung.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pelaku industri kopi, mulai dari petani, pengolah, pemilik kedai kopi, barista, hingga komunitas pecinta kopi.
Melalui festival tersebut, para pelaku usaha dapat saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kualitas produk kopi lokal.
Menurut Alif, setiap kegiatan Road to Festival Kopi Dieng selalu dikemas dengan tema yang berbeda agar mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat.
Inovasi tersebut dilakukan supaya festival tidak hanya menarik perhatian pecinta kopi, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan, komunitas seni, hingga anak muda yang memiliki minat terhadap industri kreatif.
Kolaborasi bersama Stand Up Indo Banjarnegara dalam konsep Kopika menjadi salah satu contoh bahwa kopi dapat dipadukan dengan berbagai bentuk hiburan dan kreativitas.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal potensi kopi Banjarnegara sekaligus menjadikan budaya minum kopi sebagai bagian dari ruang interaksi sosial yang positif.
Festival Kopi Dieng 2026 nantinya akan dipusatkan di kawasan Candi Gatotkaca yang menjadi salah satu lokasi utama penyelenggaraan Dieng Culture Festival.
Lokasi tersebut akan terintegrasi dengan berbagai agenda budaya yang selama ini menjadi ikon DCF, seperti ritual cukur rambut anak gimbal, Kirab Budaya Nusantara, pertunjukan seni tradisional, hingga konser Jazz Atas Awan yang selalu menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah.
Selama festival berlangsung, pengunjung tidak hanya dapat menikmati beragam kopi khas pegunungan Dieng, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang berkaitan dengan dunia kopi.
Beberapa agenda yang telah disiapkan antara lain cupping session untuk mengenal karakter cita rasa kopi, demonstrasi manual brewing, diskusi mengenai industri kopi, hingga pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara.
Ketua Ekonomi Kreatif (Ekraf) Banjarnegara, Kristiono Hadi Pranoto, menilai Festival Kopi Dieng memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar ajang promosi kopi.
Menurutnya, kegiatan tersebut turut membuka peluang pemasaran bagi pelaku UMKM di sektor kuliner tradisional, kerajinan tangan, fesyen, hingga berbagai produk unggulan desa.
Kehadiran ribuan wisatawan saat DCF berlangsung diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Panitia memastikan rangkaian Road to Festival Kopi Dieng 2026 akan terus dilaksanakan di berbagai lokasi hingga menjelang pembukaan Dieng Culture Festival pada akhir Agustus mendatang.
Setiap kegiatan akan menghadirkan konsep yang berbeda agar masyarakat semakin mengenal kekayaan kopi lokal sekaligus berbagai potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Banjarnegara.
Melalui Festival Kopi Dieng 2026, panitia berharap posisi Dieng Culture Festival semakin kuat sebagai salah satu agenda wisata unggulan nasional yang memadukan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat.
Selain menjadi destinasi wisata budaya, DCF juga diharapkan mampu memperluas promosi kopi Banjarnegara ke tingkat nasional bahkan internasional, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi para petani kopi, pelaku UMKM, dan masyarakat di kawasan Dieng serta sekitarnya. (jud/stch/dda)
















