BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mempercepat persiapan lokasi transit Sekolah Integrasi menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Eks gedung SMP Negeri 1 Kalibagor yang saat ini sedang direhabilitasi ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sehingga dapat langsung digunakan sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar sambil menunggu pembangunan gedung permanen rampung.
Program Sekolah Integrasi merupakan salah satu terobosan di bidang pendidikan yang menggabungkan jenjang pendidikan dalam satu kawasan untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih efektif dan berkesinambungan.
Kabupaten Banyumas menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjalankan program tersebut pada tahap pertama bersama Kabupaten Jepara.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taryono, mengatakan Banyumas termasuk dalam lima daerah di Jawa Tengah yang akan memiliki Sekolah Integrasi.
Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang lebih terpadu bagi peserta didik.
Menurut Taryono, pemerintah telah menyiapkan skema pembangunan Sekolah Integrasi dengan dua pendekatan.
Untuk pembangunan unit sekolah baru, anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp250 miliar per lokasi dengan kebutuhan lahan minimal 20 hektare.
Sementara itu, untuk model konsolidasi sekolah yang telah ada, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar.
Konsep konsolidasi dilakukan dengan mengintegrasikan sekolah-sekolah yang berada dalam satu kawasan, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sekolah-sekolah tersebut kemudian dikembangkan menjadi satu kawasan pendidikan terpadu sehingga proses pembelajaran, pengelolaan fasilitas, dan pengembangan kualitas pendidikan dapat dilakukan secara lebih efisien.
Sebelum pembangunan kompleks Sekolah Integrasi permanen dimulai di kawasan Bumi Perkemahan Kendalisada, Kecamatan Kalibagor, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan sementara di eks gedung SMP Negeri 1 Kalibagor.
Karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas terus mempercepat penyelesaian rehabilitasi bangunan beserta penyiapan berbagai sarana dan prasarana pendukung.
Rehabilitasi gedung tersebut dibiayai melalui kombinasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni melalui program rehabilitasi sekolah yang dikelola Bidang Pembinaan SMP.
Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal agar lokasi dapat digunakan tepat waktu.
Berdasarkan hasil koordinasi terbaru, Sekolah Integrasi Banyumas pada tahun pertama akan membuka dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP dan dua rombongan belajar untuk jenjang SMA.
Setiap rombongan belajar akan diisi sebanyak 20 peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal dengan jumlah siswa yang relatif ideal.
Persiapan lokasi transit ditargetkan rampung pada 20 Juli 2026. Setelah seluruh fasilitas selesai disiapkan, peserta didik baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 atau 28 Juli 2026.
Jadwal tersebut berbeda dengan pelaksanaan MPLS di sekolah reguler yang dimulai lebih awal, yaitu pada 13 Juli 2026.
Selisih waktu sekitar dua minggu dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk memastikan seluruh kebutuhan operasional Sekolah Integrasi benar-benar siap, mulai dari ruang kelas, fasilitas belajar, hingga sarana penunjang lainnya.
Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap kehadiran Sekolah Integrasi mampu menjadi model pendidikan baru yang memberikan layanan lebih berkualitas kepada masyarakat.
Dengan konsep pendidikan yang terintegrasi dari jenjang dasar hingga menengah, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih berkesinambungan, efisien, dan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Selain menjadi salah satu proyek prioritas di sektor pendidikan, pembangunan Sekolah Integrasi juga diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan kawasan pendidikan modern di Jawa Tengah.
Dengan percepatan rehabilitasi eks SMP Negeri 1 Kalibagor sebagai lokasi transit, Pemerintah Kabupaten Banyumas optimistis seluruh proses persiapan dapat selesai sesuai target sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai tepat waktu pada tahun ajaran baru 2026/2027. (yda/stch/dda)
















