BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap tetap berkomitmen meningkatkan fasilitas penerangan jalan umum (PJU) demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat, meskipun anggaran yang tersedia untuk tahun 2025 sangat terbatas.
Dalam tahun anggaran mendatang, sebanyak 17 titik akan menjadi prioritas pemasangan PJU dengan alokasi dana sebesar Rp 1,17 miliar.
Pembangunan penerangan jalan ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang selama ini minim cahaya dan sering dikeluhkan oleh warga.
Hal ini menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam penentuan lokasi pemasangan PJU, meskipun keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Sukaryanto, menyampaikan bahwa nominal anggaran yang tersedia sebenarnya masih jauh dari ideal untuk mencakup seluruh kebutuhan penerangan di lapangan.
Namun pihaknya berusaha memaksimalkan penggunaan dana yang ada agar bisa menjangkau sebanyak mungkin titik yang benar-benar membutuhkan.
“Dengan anggaran yang terbatas, kami berupaya mengoptimalkan pembangunan PJU di titik-titik yang paling membutuhkan. Ini bagian dari tanggung jawab kami terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.
Wilayah yang akan menjadi sasaran pembangunan meliputi sejumlah kecamatan penting seperti Cipari, Kroya, Cilacap Selatan, Adipala, Gandrungmangu, Sidareja, hingga Nusawungu.
Pemilihan titik-titik tersebut mempertimbangkan banyak aspek, termasuk kepadatan penduduk dan fungsi jalan sebagai penghubung antarwilayah desa maupun antar kecamatan.
“Pembangunan PJU akan tersebar di berbagai kecamatan, baik kawasan padat penduduk maupun akses penghubung antar desa,” lanjutnya.
Meski 17 titik telah ditetapkan untuk tahun 2025, Sukaryanto tidak menampik bahwa masih banyak lokasi gelap lain yang belum terjangkau oleh program ini.
Keterbatasan anggaran membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap, dengan skala prioritas sebagai acuan utama.
“Kami juga mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi PJU yang rusak atau padam agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambah Sukaryanto, seraya menekankan pentingnya partisipasi publik dalam menjaga kualitas penerangan jalan yang ada.
Menurut dia, komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar sistem penerangan yang dibangun tidak hanya hadir, tapi juga terus berfungsi dengan baik. Masyarakat juga diharapkan turut merawat dan mengawasi keberadaan PJU yang telah terpasang.
Dengan tetap menjalankan program pemasangan PJU ini, Pemkab Cilacap berharap keberadaan lampu jalan dapat secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, sekaligus menciptakan suasana lingkungan yang lebih aman dan nyaman saat malam hari.
Keselamatan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara, menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini.
Komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan penerangan jalan, meski dibatasi oleh kendala anggaran, mencerminkan langkah progresif yang berorientasi pada pelayanan publik dan perlindungan warga.
Langkah bertahap ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat Cilacap dalam jangka panjang. (ray/stch)
















