Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Angin Kencang Rusak Kandang Ayam di Padamara Purbalingga, Kerugian Capai 2,9 Miliar

Kerugian Peternak Capai Rp 2,96 MiliarKerugian Peternak Capai Rp 2,96 Miliar
TEDAMPAK: Petugas DPPP melakukan asesmen di kandang ayam yang rusak akibat angin kencang di Desa Padamara, Purbalingga

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Bencana angin kencang yang melanda Desa Padamara, Kecamatan Padamara, Purbalingga, telah menimbulkan kerugian besar bagi para peternak ayam di daerah tersebut.

Kerugian finansial yang mencapai Rp 2.966.262.500 ini disebabkan oleh kerusakan fisik pada kandang ayam dan kematian ternak.

Data ini diperoleh dari hasil asesmen yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DPPP) Purbalingga.

Kepala DPPP Purbalingga, Prayitno, mengungkapkan bahwa empat kandang ayam terkena dampak langsung dari bencana angin kencang tersebut.

“Ada empat kandang ayam yang terdampak bencana angin kencang,” ujarnya kepada Banyumas Ekspres pada Senin (2/2/2026).

Empat peternak yang mengalami kerugian adalah Dewi Handayani dengan kerugian sebesar Rp 528.000.000, Krisna Satria sebesar Rp 1.104.000.000, Tie Ming Peng sebesar Rp 1.152.800.000, serta Herman dengan kerugian Rp 181.462.500.

Dari sisi produksi ternak, tercatat sekitar 30.900 ekor ayam mati akibat kejadian tersebut dan 48.856,25 kilogram telur pecah.

Total kerugian dari ternak ayam mencapai sekitar Rp 1,026 miliar, sementara kerugian material akibat kandang roboh diperkirakan mencapai Rp 1,094 miliar.

Prayitno menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak para peternak pascabencana cukup kompleks dan tidak hanya berfokus pada pemulihan bangunan saja, tetapi juga kesehatan ternak serta lingkungan kandang yang terdampak parah.

Pemeriksaan kesehatan hewan oleh petugas lapangan menjadi salah satu prioritas utama untuk memastikan kesehatan ternak lainnya tetap terjaga.

Peternak juga membutuhkan perbaikan kandang sementara atau tempat evakuasi ternak untuk menanggulangi kerusakan yang terjadi pada fasilitas peternakan mereka.

Selain itu, pemasaran ternak yang masih hidup juga perlu diperhatikan agar kerugian tidak semakin membesar.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air bersih untuk ternak dan pendampingan teknis pascabencana termasuk penyemprotan desinfektan di area terdampak untuk mencegah penyakit sekunder, munculnya lalat serta penanganan polusi udara akibat bangkai ternak.

“Untuk mempercepat pemulihan sektor peternakan di Desa Padamara, Kecamatan Padamara diperlukan beberapa langkah-langkah strategis,” lanjut Prayitno.

Pendataan lanjutan terhadap ternak terdampak serta pelayanan kesehatan hewan menjadi prioritas utama dalam upaya pemulihan ini.

Penyemprotan desinfektan pada area kandang terdampak juga menjadi hal penting untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut di antara ternak yang selamat dari bencana ini.

Program pemulihan ekonomi peternak melalui bantuan ternak atau pakan bergulir serta penguatan kesiapsiagaan bencana pada kelompok ternak juga sedang dipertimbangkan sebagai langkah jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan usaha peternakan rakyat di Padamara.

Menurut Prayitno, penanganan cepat melalui bantuan darurat dan upaya pemulihan berkelanjutan sangat diperlukan agar usaha peternakan rakyat di Padamara bisa kembali berjalan normal secepat mungkin setelah bencana ini terjadi.

Langkah-langkah pemulihan ini tidak hanya penting dari segi ekonomi tetapi juga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat setempat yang sangat bergantung pada sektor peternakan sebagai sumber mata pencaharian utama mereka.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak terkait dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah serta komunitas peternak diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar sehingga kehidupan masyarakat bisa kembali pulih seperti sediakala tanpa harus khawatir akan ancaman bencana serupa di masa depan.

Petugas DPPP secara aktif melakukan asesmen di lapangan untuk memastikan bahwa semua kebutuhan mendesak para peternak dapat terpenuhi dalam waktu singkat sekaligus memberikan pendampingan teknis agar mereka bisa menghadapi tantangan pascabencana dengan lebih siap dan terukur. (tya/dda)

Berita Sebelumnya
Banyumas Bidik Sentra Gula Semut Dunia

Investasi Besar, Bupati Sadewo Targetkan Banyumas Jadi Sentra Gula Semut Dunia

Berita Selanjutnya
Hingga keputusan resmi diumumkan, besaran gaji pokok ASN tetap merujuk pada golongan dan masa kerja sesuai regulasi terbaru yang berlaku nasional

Kenaikan Gaji PNS 2026 Belum Diputuskan, Pemerintah Tunggu Evaluasi Fiskal