BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO — Trans Banyumas Koridor 4 resmi beroperasi pada Kamis (1/1), melayani rute Terminal Bulupitu hingga Terminal Kejawar RSUD Banyumas.
Kehadiran koridor baru ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat.
Pada hari pertamanya, Koridor 4 mencatat load factor sebesar 85 persen dengan total penumpang mencapai 1.480 orang.
Pihak pengelola optimistis bahwa ke depannya, layanan ini mampu mencapai load factor maksimal hingga 100 persen.
Ipoeng Martha Marsikun, Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, menyampaikan bahwa capaian awal ini merupakan indikasi baik bagi pengembangan layanan transportasi umum di wilayah Banyumas, terutama di bagian selatan yang selama ini sangat merindukan kehadiran angkutan massal yang terjangkau dan nyaman.
“Hari pertama saja sudah ada 1.480 orang yang menggunakan Koridor 4,” ungkap Ipoeng kepada awak media.
Pada masa awal operasional, pengelola memberikan kelonggaran berupa pembayaran tunai bagi penumpang. Hal tersebut diberlakukan selama tiga hari pertama, yakni dari tanggal 1 hingga 3 Januari 2026.
Untuk mendukung kebijakan ini, disediakan petugas pendamping di dalam bus guna membantu penumpang yang belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran non-tunai.
“Selama tiga hari dari tanggal 1–3 Januari untuk sementara kami menyediakan pendamping untuk bisa menerima pembayaran tunai,” jelasnya lebih lanjut.
Ipoeng menegaskan bahwa kebijakan pembayaran tunai ini hanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari tahap sosialisasi.
Selepas masa sosialisasi, seluruh penumpang diwajibkan menggunakan metode pembayaran non-tunai melalui kartu E-Toll atau QRIS.
“Setelah itu penumpang wajib bayar pakai E-Toll dan QRIS. Setiap driver akan menyediakan E-Toll yang bisa dibeli seharga Rp 50 ribu, dengan di dalamnya sudah berisi saldo Rp 15 ribu,” imbuhnya.
Pendampingan khusus difokuskan pada Koridor 4 karena rute ini adalah layanan baru yang masih memerlukan pengenalan lebih lanjut.
Selain itu, karakteristik penumpang di jalur ini dinilai memerlukan adaptasi terhadap sistem transportasi massal berbasis pembayaran digital.
“Hanya Koridor 4, karena masih baru dan perlu sosialisasi ke masyarakat. Rute baru, masyarakat juga baru mengenal,” tuturnya menambahkan.
Keberadaan Koridor 4 diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga Banyumas bagian selatan, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas menuju fasilitas layanan publik seperti terminal dan rumah sakit.
Antusiasme penumpang di hari pertama dinilai sebagai indikator nyata kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum yang terintegrasi.
Ipoeng juga mengucapkan apresiasi kepada warga Banyumas bagian selatan yang telah antusias memanfaatkan layanan Trans Banyumas sejak hari pertama operasionalnya.
Harapan besar ia gantungkan agar kepercayaan masyarakat dapat terus bertahan dan meningkat seiring dengan peningkatan kualitas layanan yang ditawarkan.
“Kami mengapresiasi masyarakat Banyumas bagian selatan yang sudah berbondong-bondong naik Trans Banyumas,” ucapnya penuh rasa syukur.
Trans Banyumas berkomitmen menjadi pilihan utama transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di Banyumas.
“Kami satu-satunya transportasi umum yang aman, nyaman, dan murah,” tegas Ipoeng memastikan komitmen mereka untuk terus melayani secara optimal.
Dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat serta komitmen kuat dari pengelola Trans Banyumas, Koridor 4 diyakini akan semakin dikenal dan diminati oleh warga setempat.
Langkah inovatif dalam penyediaan moda transportasi publik berbasis digital ini dipandang sebagai jawaban tepat atas kebutuhan konektivitas wilayah-wilayah strategis di Kabupaten Banyumas. (res/stch/dda)
















