BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam upaya untuk meningkatkan penanganan banjir dan mendukung pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas, pemerintah daerah setempat telah menerima bantuan dua unit alat berat dari Bank BTN.
Penyerahan bantuan ini berlangsung pada Kamis (22/1), yang mencakup satu unit excavator long arm dan satu unit wheel loader.
Kedua alat ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Operasional (PPO) dengan nilai total mencapai Rp1,1 miliar.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa bantuan tersebut akan difokuskan untuk mengatasi masalah banjir tahunan yang kerap melanda wilayah Banyumas Timur, khususnya di kecamatan Kemranjen, Tambak, dan Sumpiuh.
Menurut Sadewo, salah satu penyebab utama banjir ini adalah sedimentasi sungai yang cukup tinggi.
“Sejak menjabat sebagai wakil bupati, saya melihat ada tiga kecamatan yaitu Kemranjen, Tambak, dan Sumpiuh yang rutin menghadapi banjir setiap tahun. Banyak sungai di wilayah tersebut yang mengalami penyempitan akibat sedimentasi yang tidak pernah dinormalisasi,” ungkap Sadewo kepada awak media.
Kehadiran excavator long arm dianggap sangat esensial dalam mengeruk sedimentasi sungai secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Pemkab Banyumas hanya bisa mengandalkan alat pinjaman dengan durasi penggunaan yang terbatas.
“Kami sangat membutuhkan excavator long arm untuk pengerukan sedimentasi secara berkelanjutan. Selama ini kita hanya bisa meminjam dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) selama sebulan,” jelasnya lebih lanjut.
Sadewo menjelaskan bahwa pengelolaan excavator long arm akan berada di bawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas.
Sedangkan wheel loader akan dimanfaatkan untuk mendukung program pengelolaan sampah di wilayah Banyumas.
“Nantinya BPBD akan bertanggung jawab atas pengelolaan alat-alat berat ini. Kecamatan yang mendapatkan alat tersebut juga diwajibkan membuat garasi sebagai tempat penyimpanan,” tambahnya.
Penempatan alat berat tersebut direncanakan di kecamatan-kecamatan yang dinilai aman dan strategis untuk memastikan respons cepat terhadap ancaman banjir.
“Alat ini nantinya akan standby di daerah rawan banjir sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan efisien,” kata Sadewo menambahkan.
Kolaborasi antara Pemkab Banyumas dan Bank BTN ini dianggap sebagai sebuah terobosan baru oleh Sadewo.
Ia pun berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani masalah serupa melalui kerja sama dengan pihak swasta.
“Ini adalah sebuah terobosan baru yang mungkin akan menjadi inspirasi bagi bupati-bupati lain,” ujarnya penuh harap.
Sementara itu, Diah Mariani selaku Regional Digital Retail BTN Kanwil Jateng DIY menyatakan kebanggaannya dapat menyalurkan dana PPO untuk membantu Banyumas dalam penanganan banjir dan pengelolaan sampah.
“Kami pastikan bahwa pelaksanaan program ini sudah sesuai prosedur dan telah disetujui oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” ungkap Diah.
Diah juga memastikan bahwa BTN siap melanjutkan kerja sama apabila Kabupaten Banyumas memerlukan dukungan tambahan di masa depan.
“Kami berkomitmen membangun kerja sama dan kolaborasi yang baik demi masyarakat Banyumas,” tandasnya.
Dengan adanya bantuan dua unit alat berat ini, harapan besar tertuju pada peningkatan efektivitas penanganan banjir serta optimalisasi pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Banyumas. (res/dda)
















