Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Banyumas Masuk 10 Besar Daerah Termaju di Indonesia 2025, Ini Faktor Pendorongnya

Banyumas Masuk 10 Besar NasionalBanyumas Masuk 10 Besar Nasional
TRANSPORTASI: Bus Trans Banyumas, transportasi andalan pemerintah Kabupaten Banyumas untuk menghubungkan daerah pinggir dengan pusat Kota Purwokerto. Kabupaten Banyumas menempati posisi 8 sebagai Kabupaten termaju se Indonesia berdasar indeks daya saing daerah

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas kini mencatatkan prestasi yang membanggakan dengan menempati peringkat ke-8 sebagai daerah termaju di Indonesia berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah tahun 2025.

Capaian ini mencerminkan peningkatan kinerja berbagai sektor yang mendorong kemajuan daerah sekaligus menjadi indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie, menjelaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Ia menilai tren positif daya saing daerah terus terjaga dalam beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah, Kabupaten Banyumas, berdasarkan data dari BRIN kita dinilai masuk 10 besar, kita rangking 8 ini patut kita syukuri dan banggakan,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kinerja di berbagai sektor.

Menurut Agus, keberhasilan ini tidak lepas dari implementasi visi dan misi kepala daerah yang telah dirumuskan dengan matang.

Program Trilas yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Banyumas dinilai mampu mendorong peningkatan daya saing secara menyeluruh.

“Program Trilasnya Pak Bupati menyemangati dan mendorong kita memiliki daya saing daerah yang tinggi. Daya saing daerah tidak hanya ekonomi yang bergerak terus, tapi juga dilihat juga dari sumber daya manusia,” paparnya.

Dari pernyataannya ini, terlihat jelas bahwa fokus utama tidak hanya pada aspek ekonomi tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia di Banyumas.

Agus menambahkan bahwa keberhasilan dalam peningkatan daya saing tidak hanya dapat diukur dari pertumbuhan ekonomi semata.

Aspek kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi indikator penting dalam penilaian tersebut.

Pendidikan dan kesehatan masyarakat dipandang sebagai faktor krusial yang mempengaruhi kualitas SDM di daerah ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sektor inovasi dan infrastruktur di Banyumas juga mengalami perkembangan signifikan.

Perbaikan pada kedua sektor ini dinilai sangat berkontribusi terhadap peningkatan daya saing Kabupaten Banyumas.

“Alhamdulillah, sekarang event-event nasional kan banyak juga di sini baik event olahraga maupun wisata,” jelasnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kegiatan berskala nasional yang semakin sering dilaksanakan di Banyumas.

Banyaknya event tersebut membawa dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat setempat.

Tingkat hunian hotel meningkat tajam, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) semakin bergeliat, serta masyarakat kini memiliki lebih banyak ruang untuk berrekreasi.

“Geliat ekonominya naik kemudian juga ke depan ini Purwokerto akan ketempatan beberapa kantor tingkat nasional seperti Kantor Imigrasi,” tambah Agus.

Hal ini menunjukkan bahwa Banyumas akan semakin memperkuat posisinya sebagai daerah strategis di Indonesia.

Keberadaan kantor-kantor pemerintahan tingkat nasional tentu saja menjadi bukti kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi daerah ini.

Menurut Agus, berbagai indikator tersebut menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam menilai daya saing suatu daerah.

Dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki, Banyumas dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

“Kemudian juga yang sangat mempengaruhi daya saing daerah adalah suasana kondusif Banyumas,” pungkasnya.

Dalam konteks ini, stabilitas daerah menjadi faktor penting dalam menarik investasi dan pembangunan yang lebih luas lagi.

Ketika suasana kondusif tercipta, maka investor akan lebih percaya diri untuk menanamkan modal mereka di kawasan ini sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Transformasi yang sedang terjadi di Kabupaten Banyumas tidak lepas dari upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dengan masyarakat serta sektor swasta dalam menciptakan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan yang ada.

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam setiap program pembangunan juga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan daya saing daerah.

Selanjutnya, Agus berharap agar capaian positif ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan ke depannya melalui berbagai langkah strategis yang akan dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Banyumas bersama seluruh stakeholder terkait.

Dengan demikian, keberhasilan Kabupaten Banyumas dalam meraih peringkat ke-8 sebagai daerah paling maju di Indonesia merupakan hasil kerja keras bersama yang patut diapresiasi dan dijadikan motivasi untuk terus melangkah maju ke arah yang lebih baik lagi. (res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Akses Jalan Desa Tertutup

Tanah Longsor di Cimanggu Cilacap Tutup Akses Jalan, 3 Rumah Terdampak dan Warga Mengungsi

Berita Selanjutnya
Status Dieng Normal, Aktivitas Stabil

Status Dieng Turun ke Level I, Aktivitas Vulkanik Kini Normal