Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Cilacap Miliki Ekosistem Mangrove Terluas di Jateng

Ekosistem mangrove cilacap terluas di jatengEkosistem mangrove cilacap terluas di jateng
Kawasan hutan mangrove di laguna Segara Anakan.

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pelestarian ekosistem hutan mangrove di kawasan laguna Segara Anakan Cilacap terus menjadi perhatian utama bagi berbagai pihak.

Berdasarkan data dari Peta Mangrove Nasional Tahun 2024, ekosistem mangrove di Kabupaten Cilacap tercatat sebagai yang terluas di Provinsi Jawa Tengah, dengan total luas mencapai 9.307,247 hektar. Luasnya area ini menjadikan mangrove Cilacap sebagai penyangga ekosistem pesisir yang penting.

Dias Prihantoro, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, menegaskan bahwa kondisi hutan mangrove secara umum masih baik dan berfungsi optimal.

“Upaya pelestarian terus kami lakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, dunia usaha, dan lembaga swadaya masyarakat,” jelas Dias kepada Banyumas Ekspres.

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelestarian tapi juga untuk mengoptimalkan fungsi mangrove sebagai pelindung abrasi serta habitat bagi berbagai jenis biota laut.

Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan pengelolaan wilayah pesisir memang merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Namun demikian, pemerintah kabupaten seperti Cilacap juga memiliki kewajiban dalam pengelolaan mangrove yang memerlukan sinergi program dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat dan dunia usaha.

DLH Kabupaten Cilacap telah melakukan berbagai upaya perbaikan yang meliputi program rehabilitasi ekosistem mangrove serta pengembangan ekowisata mangrove. Salah satu program unggulan adalah Mageri Segoro yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Program ini telah berhasil menanam 17.250 batang mangrove di lahan seluas 1,725 hektar sejak awal tahun 2025 hingga bulan Juni.

Penanaman ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan karbon. Dari hasil penelitian diketahui bahwa setiap satu hektar hutan mangrove mampu menyerap sekitar 39,75 juta ton karbon dioksida (CO₂) per tahun.

Hal ini menunjukkan potensi besar mangrove dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan emisi gas rumah kaca.

Kawasan Segara Anakan dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan total terdapat 56 jenis mangrove yang tumbuh subur di sana.

Beberapa jenis yang umum ditemukan meliputi Api-api (Avicennia alba), Bogem (Sonneratia alba), Bakau (Rhizophora mucronata), dan Tancang (Brugueira gymnorrhiza).

Keberagaman jenis ini menjadikan ekosistem mangrove Cilacap salah satu yang paling kaya di Jawa Tengah.

Mangrove memiliki peran vital tidak hanya sebagai pelindung alami terhadap erosi pantai tetapi juga sebagai habitat penting bagi sejumlah spesies laut dan darat.

Selain itu, fungsi ekologis lainnya termasuk penyediaan tempat pembibitan bagi ikan dan invertebrata serta penampungan nutrien dari daratan sebelum mencapai laut lepas.

Melalui program-program pelestarian dan rehabilitasi seperti Mageri Segoro tersebut, DLH berharap dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas lingkungan pesisir Kabupaten Cilacap.

Dalam jangka panjang upaya ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lokal akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik.

Pemerintah daerah terus mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk sektor swasta untuk aktif terlibat dalam upaya pelestarian ini karena tanpa partisipasi mereka usaha tersebut akan sulit mencapai hasil maksimal.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat daerah hingga komunitas lokal diharapkan kawasan Segara Anakan tetap lestari sebagai salah satu aset penting bagi keseimbangan ekosistem regional maupun nasional. (rey/stch)

Berita Sebelumnya
Bus hilang kendali dan terguling di desa blater

Kronologi Bus Cebong Jaya Hilang Kendali dan Terguling di Desa Blater Purbalingga, Satu Penumpang Meninggal Dunia

Berita Selanjutnya
Pip siswa ma negeri belum cair

PIP Siswa MA Negeri di Banyumas Belum Cair