BANYUMASEKSPRES.ID, Aktris berbakat Davina Karamoy kembali memukau penggemar dengan perannya sebagai Dinar dalam film terbarunya yang berjudul “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali.”
Dalam film ini, Dinar adalah karakter yang menghadapi berbagai situasi emosional, namun Davina mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukan berasal dari adegan emosional tersebut.
Sebaliknya, ia merasa cukup terbantu dengan waktu yang diberikan untuk membaca naskah secara mendalam dan melakukan diskusi dengan tim sebelum syuting dimulai.
“Sejauh ini nggak begitu susah karena banyak waktu untuk reading, untuk diskusi, untuk membangun karakter Dinar ini semanusiawi mungkin,” ungkapnya.
Dengan persiapan yang matang, Davina dan rekan-rekannya dapat menjelajahi kedalaman karakter mereka. Proses reading yang intens membuat mereka lebih siap saat tiba di lokasi syuting.
“Jadi kami sudah babat semua diproses reading, jadi pada saat syuting kami sudah menjadi karakter kami,” tambahnya.
Menariknya, tantangan terbesar bagi Davina justru muncul saat ia harus beradu akting dengan Farhan Rasyid, yang berperan sebagai Faiz.
Kedekatan mereka sebagai teman di luar lokasi syuting sering kali membuat mereka kesulitan untuk tetap serius dan menahan tawa ketika melakoni adegan romantis.
“Tantangannya adalah nahan tawa, itu bagi aku,” kata Davina.
Ia menjelaskan bahwa terkadang dia tersita oleh kepribadian Farhan yang menggelitik sehingga sulit untuk beralih dari pertemanan menjadi momen-momen romantis dalam film.
“Kayak kadang tuh suka switch-off ke Davinanya, kayak aku sama Farhan yang kayak ‘Han lu dari mana lu?’. Sedangkan kalau di film langsung kayak ‘Faiz, oh my god’ gitu.”
Selain tantangan dalam beradu akting, Davina juga merasa cukup lancar dalam mendalami emosi karakternya.
Melalui proses reading yang menyeluruh dan mendalam, ia merasa siap menghadapi setiap adegan emosional yang ada dalam naskah.
“Kalau untuk secara emosional dan lain-lain yang memang sudah didiskusikan pada saat proses reading. Jadi kalau dibilang susah atau enggak, alhamdulillah lancar, enggak begitu susah,” jelasnya.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari usaha tim produksi dan pemeran lainnya dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif.
Salah satu aspek menarik lainnya dari pengalaman akting Davina adalah bagaimana ia membangun chemistry dengan Vonny Anggraini, pemeran ibu dalam film tersebut.
Menurut Davina, Vonny adalah sosok yang terbuka dan menyenangkan untuk diajak berkolaborasi.
Hal ini sangat membantu dalam proses membangun hubungan antara karakter Dinar dan Ibu di layar lebar.
“Proses membangun chemistry dapat terjalin dengan mudah,” kata Davina merujuk pada interaksi positif antara mereka.
Dalam menghidupkan karakter Dinar secara lebih mendalam, Davina menggunakan metode recall sebagai salah satu strategi aktingnya.
Metode ini melibatkan penempatan dirinya dalam situasi serupa seperti yang dialami oleh Dinar.
“Aku memang tipikal yang lumayan agak me-recall atau memasukkan posisi Davina di dalam situ,” tuturnya.
Dengan cara ini, ia bisa lebih memahami bagaimana seharusnya seorang Dinar bertindak dan bereaksi dalam berbagai situasi dramatis yang dihadapinya.
“Saya membayangkan bagaimana akan bertindak jika saya berada dalam situasi tersebut,” lanjutnya menggambarkan teknik aktingnya.
Melalui refleksi semacam itu, ia berharap dapat memberikan performa terbaik sesuai dengan karakter yang dibawakan tanpa kehilangan nuansa kepribadian Dinar sendiri.
Film “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali” dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai tanggal 30 Juli 2026.
Dengan adanya film ini, para penonton akan disuguhkan sebuah cerita yang tak hanya menarik namun juga menyentuh sisi emosional melalui perjalanan hidup karakter-karakter utamanya. (*/stch/dda)
















