BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan Kecamatan Dayeuhluhur melalui berbagai sektor unggulan.
Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Aparatur Kecamatan Dayeuhluhur, yang bertujuan untuk merumuskan strategi pembangunan wilayah tersebut, terutama melalui potensi pariwisata dan pelayanan publik yang lebih baik.
Syamsul mengajak semua pihak untuk lebih fokus pada potensi besar yang dimiliki Dayeuhluhur, terutama di sektor pariwisata. Ia menyadari bahwa untuk memaksimalkan potensi ini, pengembangan sektor pariwisata harus didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, seperti akses jalan yang lebih baik menuju lokasi-lokasi wisata yang ada di Kecamatan Dayeuhluhur.
“Pertumbuhan ekonomi bisa didorong melalui sektor pariwisata. Namun, untuk itu kita membutuhkan infrastruktur yang memadai agar wisatawan bisa dengan mudah mengakses berbagai destinasi wisata yang ada,” ujarnya.
Bupati menambahkan, jika pariwisata berkembang dengan baik, maka sektor-sektor lain seperti perdagangan, perhotelan, dan kuliner juga akan merasakan dampaknya.
Selain itu, Bupati Syamsul juga menyoroti pentingnya sektor ekonomi desa, salah satunya melalui program koperasi. Di Kecamatan Dayeuhluhur, terdapat program koperasi Desa Merah Putih yang diinisiasi pemerintah untuk menjadi stimulan perputaran ekonomi di tingkat desa.
Ia menekankan, pengurus koperasi harus menjalankan tugas mereka dengan niat untuk melayani masyarakat demi kesejahteraan bersama.
“Koperasi harus dijalankan dengan niat untuk melayani masyarakat. Dalam memilih jenis usaha yang dijalankan, sebaiknya mempertimbangkan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat agar program koperasi ini tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” jelas Syamsul.
Selain sektor ekonomi, Bupati juga memberi perhatian khusus pada pendidikan. Ia menginstruksikan para kepala sekolah untuk tidak melakukan pungutan kepada siswa atau orang tua.
Menurutnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pendamping yang bersumber dari APBD sebesar Rp 20 miliar sudah disiapkan untuk menghindari adanya biaya tambahan yang membebani orang tua dan siswa.
“Sudah ada BOS pendamping dari APBD. Oleh karena itu, jangan ada lagi pungutan yang memberatkan siswa dan orang tua. Pendidikan haruslah terjangkau oleh semua kalangan,” tegas Bupati Syamsul. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang lebih membutuhkan.
Selain sektor pariwisata dan pendidikan, Bupati Syamsul juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam sektor pertanian, peternakan, kesehatan, dan agraria.
Ia berpesan agar seluruh pegawai dan aparatur pemerintah bekerja dengan sepenuh hati dan tulus, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Layani masyarakat dengan tulus dan ikhlas. Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat, terutama dalam hal pelayanan dasar yang menjadi hak mereka,” pungkas Syamsul.
Dengan fokus yang terarah pada pengembangan potensi lokal dan pelayanan publik yang maksimal, Kecamatan Dayeuhluhur diharapkan bisa berkembang lebih pesat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong perekonomian daerah secara keseluruhan. (ray/stch)
















