BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pemerintah Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, menghadapi tantangan dalam merealisasikan sejumlah program pembangunan pada tahun anggaran 2026.
Desa tersebut tidak memperoleh bantuan keuangan (bankeu) dari APBD Induk 2026, sementara dana desa yang menjadi salah satu sumber pembiayaan utama juga mengalami pemangkasan.
Kondisi ini membuat berbagai rencana pembangunan infrastruktur berpotensi tertunda.
Ketiadaan bantuan keuangan dari pemerintah daerah dinilai semakin membebani kemampuan fiskal desa.
Padahal, sejumlah proyek pembangunan telah diusulkan dan dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi warga.
Perangkat Desa Kemawi, Daryono, mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah mengajukan beberapa usulan kegiatan melalui program bantuan keuangan.
Namun, seluruh usulan tersebut tidak masuk dalam daftar penerima anggaran pada APBD Induk 2026.
Menurutnya, pemerintah desa sangat berharap memperoleh alokasi bankeu karena pada tahun ini dana desa mengalami pengurangan yang cukup signifikan.
Dengan kondisi anggaran yang lebih terbatas, pelaksanaan pembangunan menjadi semakin sulit.
“Tahun ini sangat berharap memperoleh bankeu sebagai sumber anggaran pembangunan di desa, karena kita semua tahu dana desa 2026 dipangkas. Tapi Kemawi bankeu kosong,” ujar Daryono, Selasa (4/8/2026).
Salah satu program prioritas yang belum dapat direalisasikan adalah pengaspalan jalan desa.
Jalan tersebut saat ini mengalami kerusakan di sejumlah titik sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kemawi, ruas jalan tersebut juga menjadi jalur penghubung menuju desa-desa lain.
Karena memiliki fungsi yang cukup penting, pemerintah desa menilai perbaikan jalan perlu segera dilakukan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah desa juga mengusulkan pembangunan gedung PKK yang baru.
Gedung yang digunakan saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai karena usia bangunan yang cukup tua serta keterbatasan ruang untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi.
Sebagai solusi, pemerintah desa telah menyiapkan lokasi pembangunan baru di lantai dua bangunan kios desa.
Apabila bantuan keuangan dapat diperoleh pada tahun anggaran berikutnya, pembangunan gedung tersebut diharapkan segera direalisasikan.
Daryono berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi dapat memberikan kesempatan yang lebih merata kepada seluruh desa dalam memperoleh bantuan keuangan.
“Harapannya, perolehan bankeu bisa merata ke desa. Kemawi bankeu kabupaten kosong, provinsi juga kosong,” katanya.
Selain menyampaikan harapan terkait bantuan keuangan, Pemerintah Desa Kemawi juga meminta perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan kabupaten menuju objek wisata Curug Gemawang.
Menurut pemerintah desa, sebagian ruas jalan menuju kawasan wisata tersebut telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun.
Padahal sebelumnya lokasi tersebut pernah disurvei untuk rencana penanganan, namun hingga kini perbaikan belum juga terealisasi.
Akses jalan yang baik dinilai sangat penting untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata desa.
Curug Gemawang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Desa Kemawi yang memiliki potensi menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Pengelola wisata bersama pemerintah desa terus melakukan berbagai upaya pembenahan fasilitas agar daya tarik Curug Gemawang tetap terjaga.
Harapannya, peningkatan kualitas infrastruktur dapat mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Kemawi menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan desa.
Namun, dukungan dari pemerintah daerah melalui program bantuan keuangan dinilai sangat diperlukan agar berbagai proyek prioritas tidak terus tertunda.
Pemerintah desa berharap pada penyusunan anggaran berikutnya terdapat pemerataan alokasi bantuan keuangan sehingga desa-desa yang belum memperoleh dukungan pada tahun 2026 dapat segera merealisasikan pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, serta mengembangkan potensi wisata yang dimiliki.
Dengan tersedianya dukungan anggaran yang memadai, perbaikan jalan desa, pembangunan gedung PKK, hingga peningkatan akses menuju Curug Gemawang diharapkan dapat segera diwujudkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kemawi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa. (fij/stch/dda)














