BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Proses daftar ulang murid baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas jenjang SMP mulai menunjukkan perubahan sebelum tahapan registrasi resmi berakhir.
Hingga Selasa (4/8/2026) siang, satu peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi memutuskan mengundurkan diri sehingga kuota yang kosong akan diisi oleh peserta cadangan berdasarkan peringkat hasil Tes Bakat Skolastik (TBS).
Panitia pelaksana telah mengantisipasi kemungkinan adanya peserta yang tidak melakukan daftar ulang dengan menyiapkan daftar calon pengganti.
Sistem tersebut diterapkan agar seluruh kuota penerimaan murid baru di SNT II Banyumas tetap terpenuhi sesuai daya tampung yang telah ditetapkan.
Berdasarkan pantauan di Gedung Ing Ngarso Sung Tulodho Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, mayoritas murid baru yang diterima pada jenjang SMP berasal dari lulusan Sekolah Dasar (SD).
Sementara itu, hanya sebagian kecil peserta berasal dari lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI), dengan jumlah sekitar tujuh orang.
Kepala Bagian Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, Dedy Gunawan, mengatakan pihak panitia telah menyiapkan 10 peserta cadangan untuk mengantisipasi adanya peserta yang mengundurkan diri atau tidak melakukan daftar ulang hingga batas waktu yang ditentukan.
Menurut Dedy, seluruh peserta cadangan akan dipanggil secara berurutan berdasarkan hasil peringkat Tes Bakat Skolastik (TBS).
Dengan sistem tersebut, proses penggantian peserta dapat dilakukan secara objektif dan transparan.
“Ketika ada murid baru yang mundur dan tidak melakukan daftar ulang, penggantinya sudah siap,” ujar Dedy saat ditemui di lokasi, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa mekanisme penyiapan peserta cadangan merupakan bagian dari sistem seleksi yang telah dirancang sejak awal.
Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada kursi yang kosong ketika tahun ajaran baru dimulai.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Fibrianto, secara resmi membuka proses daftar ulang murid baru SNT II Banyumas jenjang SMP.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan seluruh peserta yang telah diterima agar memanfaatkan kesempatan belajar di sekolah tersebut dengan sebaik-baiknya.
Menurut Wahyu, keberhasilan seorang siswa dalam menempuh pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh semangat belajar peserta didik serta dukungan penuh dari keluarga, khususnya orang tua.
Ia menilai peran orang tua sangat penting dalam menjaga motivasi anak selama menjalani pendidikan.
Sebaliknya, apabila peserta didik kurang memiliki semangat, kesempatan belajar yang telah diperoleh bisa saja tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau anaknya kurang semangat, sementara orang tuanya yang justru lebih bersemangat agar anak masuk SNT II, akhirnya bisa saja anak tidak jadi melanjutkan,” jelas Wahyu.
Karena itu, Dinas Pendidikan berharap seluruh peserta yang telah lolos seleksi benar-benar memiliki komitmen untuk mengikuti proses pendidikan hingga selesai.
Wahyu juga menjelaskan bahwa masyarakat dapat melihat daftar lengkap peserta yang dinyatakan diterima, tidak lolos, maupun berstatus cadangan melalui website resmi SNT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Informasi tersebut disediakan agar proses penerimaan murid baru berjalan secara terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat.
Selain itu, daftar peserta cadangan juga ditampilkan secara lengkap sehingga calon pengganti dapat segera mengetahui peluang mereka apabila terdapat peserta yang mengundurkan diri.
Lebih lanjut, Wahyu berharap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SNT pada tahun mendatang dapat dilakukan lebih awal.
Menurutnya, jadwal yang lebih cepat akan memberikan waktu yang lebih longgar bagi peserta, orang tua, maupun panitia dalam menyelesaikan seluruh tahapan penerimaan siswa baru.
Dengan adanya sistem peserta cadangan, kuota penerimaan murid baru di SNT II Banyumas diharapkan tetap terisi penuh meskipun terdapat peserta yang mengundurkan diri.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk komitmen panitia dalam menjaga efektivitas proses penerimaan sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta yang sebelumnya belum lolos seleksi utama.
Melalui proses seleksi yang transparan serta pengisian kuota berdasarkan peringkat Tes Bakat Skolastik, SNT II Banyumas diharapkan mampu memperoleh peserta didik yang siap mengikuti proses pembelajaran dan berprestasi selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut. (yda/stch/dda)














