BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di tengah tantangan yang dihadapi banyak anak usia sekolah menengah dalam menguasai matematika, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Cilacap mengambil langkah proaktif dengan memperkenalkan program kelas matematika gratis.
Inisiatif ini diadakan setiap hari Senin dari pukul 15.00 hingga 16.45 WIB di gedung Perpustakaan Daerah Cilacap, menarik antusiasme besar dari siswa sekolah dasar.
“Kami membuka kelas matematika khusus untuk anak-anak usia sekolah dasar, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program ini sepenuhnya gratis tanpa biaya apapun,” ungkap Ahmad Fauzi, Kepala Dinas Arpus Cilacap, pada Kamis (3/6).
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan matematika dasar anak-anak yang mungkin mengalami kesulitan di sekolah.
Untuk itu, Ahmad Fauzi dan timnya telah berkoordinasi dengan berbagai sekolah guna mengidentifikasi anak-anak yang nilai matematikanya masih perlu ditingkatkan.
“Kami memprioritaskan anak-anak yang berada di wilayah kota terlebih dahulu agar tidak membebani mereka dengan biaya transportasi,” tambah Ahmad Fauzi.
Program belajar ini tidak hanya sekadar memberikan pelajaran matematika konvensional, melainkan menekankan pada metode pembelajaran praktis.
Penggunaan jari atau jarimatika dan sempoa menjadi alat bantu utama dalam pengajaran konsep-konsep dasar seperti penjumlahan, perkalian, dan pembagian.
“Materi yang kami berikan mencakup hitungan dasar seperti perkalian dan pembagian menggunakan metode jarimatika serta bantuan sempoa,” jelas Ahmad Fauzi lebih lanjut.
Kelas ini sangat penting bagi pengembangan keterampilan numerik siswa sejak dini. Menggunakan pendekatan praktis seperti jarimatika dan sempoa dapat membuat matematika lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Keberhasilan metode ini terlihat dari antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta selama sesi kelas berlangsung.
Program ini juga membantu meringankan beban orang tua dari sisi finansial karena mereka tidak perlu memikirkan biaya tambahan untuk les privat yang seringkali mahal.
Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi keluarga.
Ahmad Fauzi berharap upaya ini dapat memberi dampak positif jangka panjang terhadap prestasi akademik anak-anak Cilacap.
Dengan basis matematika yang kuat sejak dini, diharapkan mereka akan lebih siap menghadapi materi-materi lanjutan ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Dengan keberhasilan program ini, Dinas Arpus Cilacap menggambarkan sebuah model kolaborasi antara lembaga pemerintah dan komunitas pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Tentu saja, hal ini sejalan dengan visi pemerintah lokal untuk menciptakan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di masa depan.
Melihat respons positif dari masyarakat, ada kemungkinan program serupa akan diperluas ke daerah-daerah lain dalam jangka panjang jika sumber daya memungkinkan.
Hal ini tentunya akan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas kepada lebih banyak anak-anak di seluruh wilayah Cilacap.
Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana intervensi pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal untuk memberikan dampak nyata bagi komunitas.
Upaya tersebut juga menegaskan peran penting perpustakaan sebagai pusat pembelajaran komunitas yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan masyarakat secara luas. (jul/stch)
















