BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak tanggul pengaman pantai di Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, selesai dibangun, struktur ini telah mengalami kerusakan.
Berdasarkan observasi di lokasi, sejumlah bagian dari fasilitas tersebut, termasuk paving pada jalur jogging track, menunjukkan keretakan signifikan. Beberapa bagian tanggul bahkan jebol akibat kuatnya hantaman ombak.
Proyek tanggul sepanjang enam kilometer ini menelan biaya sebesar Rp326 miliar dan dibangun dengan teknologi pancang serta tetrapod.
Tanggul ini dirancang untuk melindungi kawasan pesisir Cilacap dari ancaman abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan wisata bahari di daerah tersebut.
Di lokasi kejadian, beberapa titik yang mengalami kerusakan telah diberi tanda peringatan sebagai langkah awal penanganan. Proses perbaikan sudah dimulai oleh pihak pengembang sejak awal pekan ini.
Sarman, seorang pengelola Pantai Kemiren yang terletak tidak jauh dari lokasi tanggul jebol, mengungkapkan bahwa kerusakan hanya terjadi di wilayah Pantai Tegalkamulyan.
“Kalau di Pantai Kemiren, Alhamdulillah aman. Tidak ada yang jebol. Tapi di Tegalkamulyan memang sering diterjang abrasi, air laut langsung mengarah ke tanggul tanpa ada penghalang alami seperti batu karang,” jelas Sarman pada Kamis (3/7).
Ia menambahkan bahwa perbaikan sudah dimulai oleh kontraktor karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan dan biayanya masih ditanggung oleh asuransi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap, Hamzah Syafroedin, menegaskan bahwa proyek tanggul tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO). Ini mencakup keseluruhan perencanaan teknis maupun pelaksanaan proyek.
“Kami hanya mengkoordinasikan dan menyampaikan usulan. Untuk pelaksanaan maupun teknis bangunan, itu ranah BBWS. Kami tidak punya kewenangan detail sampai ke spesifikasi,” kata Hamzah.
Ia menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima informasi mengenai tindak lanjut laporan kerusakan oleh BBWS SO dan bahwa kontraktor pelaksana telah segera melakukan perbaikan.
Terkait dengan kondisi gelombang laut yang akhir-akhir ini cukup tinggi, Hamzah berharap BBWS SO segera memasang rambu atau tanda pengaman sementara terutama di titik-titik rawan seperti kawasan wisata Tegalkamulyan dan Kemiren.
“Kami harap segera ditangani dengan baik. Jangan sampai membahayakan pengunjung, karena lokasi ini juga jadi destinasi wisata,” pungkasnya.
Kondisi ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor lingkungan dalam perencanaan dan konstruksi infrastruktur pantai seperti tanggul.
Hantaman ombak yang kuat menunjukkan tantangan besar bagi infrastruktur pantai yang tidak memiliki perlindungan alami memadai seperti batu karang atau vegetasi pesisir.
Kegagalan struktural seperti ini bisa berdampak langsung pada keselamatan serta keberlanjutan ekonomi lokal yang bergantung pada pariwisata bahari.
Secara keseluruhan, situasi ini adalah panggilan bagi semua pihak terkait untuk lebih memperhatikan risiko lingkungan dalam desain dan pemeliharaan infrastruktur pantai demi keberlanjutan jangka panjang perlindungan pesisir serta kesejahteraan masyarakat setempat. (ray/stch)
















