Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pembangunan Gedung KUA Klirong Kebumen Capai 29,7 Persen, Ditargetkan Rampung Oktober 2026
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Kaji Penurunan Harga BBM Nonsubsidi

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Kaji Penurunan Harga BBM Nonsubsidi

Peluang Harga BBM Nonsubsidi TurunPeluang Harga BBM Nonsubsidi Turun
PELAYANAN: Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pemerintah membuka peluang melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi apabila tren penurunan harga minyak mentah dunia terus berlanjut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan saat ini tengah melakukan penghitungan terhadap dampak perubahan harga minyak global sebelum memutuskan kebijakan terbaru terkait harga BBM.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan menggelar rapat bersama PT Pertamina (Persero) serta sejumlah badan usaha penyedia BBM untuk mengevaluasi perkembangan harga minyak dunia.

Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan apakah harga BBM nonsubsidi perlu disesuaikan.

“Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan,” ujar Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Bahlil, pemerintah terus memantau dinamika harga minyak mentah internasional maupun Indonesian Crude Price (ICP).

Meskipun harga minyak saat ini menunjukkan tren melemah, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan karena pergerakan harga energi masih sangat dipengaruhi kondisi pasar global.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan terkait harga BBM nonsubsidi harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi nasional, kemampuan masyarakat, hingga keberlangsungan usaha perusahaan di sektor minyak dan gas.

Pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap konsumen dan iklim usaha yang sehat bagi badan usaha penyedia BBM.

Oleh sebab itu, evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar keputusan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak.

“Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna, khususnya yang nonsubsidi. Ini kan totalnya sekitar 20 persen, saudara-saudara kita yang mampu, tetapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan,” jelasnya.

Peluang penurunan harga BBM nonsubsidi menjadi kabar yang dinantikan masyarakat, terutama pengguna bahan bakar seperti Pertamax dan jenis BBM komersial lainnya.

Selama beberapa bulan terakhir, harga energi dunia mengalami fluktuasi yang cukup tinggi akibat berbagai faktor, mulai dari kondisi geopolitik hingga perubahan permintaan global.

Selain membahas kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, Bahlil juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dengan sejumlah negara mitra.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah dinamika pasar energi internasional.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi agar kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi hingga akhir tahun.

Dengan pengelolaan pasokan yang baik, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM di dalam negeri.

“Alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insyaallah akhir tahun enggak ada masalah,” kata Bahlil.

Lebih lanjut, Menteri ESDM memastikan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana menaikkan harga BBM bersubsidi.

Kebijakan subsidi energi tetap dipertahankan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat yang berhak menerima manfaatnya.

“Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insyaallah enggak ada kenaikan sama sekali,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memberikan kepastian bahwa evaluasi yang sedang dilakukan pemerintah hanya berkaitan dengan BBM nonsubsidi.

Adapun harga BBM bersubsidi tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.

Ke depan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia sebelum menetapkan kebijakan resmi mengenai harga BBM nonsubsidi.

Jika tren pelemahan harga minyak berlanjut, peluang penyesuaian harga di tingkat konsumen akan semakin terbuka.

Dengan kebijakan yang mempertimbangkan kondisi pasar global, daya beli masyarakat, dan keberlangsungan industri energi, pemerintah berharap stabilitas sektor energi nasional tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pelaku usaha. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pembangunan Gedung Nikah Capai 29,7 Persen

Pembangunan Gedung KUA Klirong Kebumen Capai 29,7 Persen, Ditargetkan Rampung Oktober 2026