BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya meningkatkan jumlah pemilih pemula yang terdaftar, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Purbalingga telah meluncurkan program perekaman KTP elektronik (KTP-el) yang menyasar langsung kepada siswa-siswa di tingkat SMA dan SMK.
Program ini bertujuan untuk menjangkau pelajar berusia minimal 16 tahun yang hingga saat ini belum memiliki identitas resmi, dengan total sasaran mencapai 16.155 orang.
Melalui pendekatan jemput bola ini, Dinpendukcapil berharap dapat menekan jumlah pemilih pemula yang belum memiliki KTP-el sekaligus mempermudah akses administrasi tanpa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
Perekaman KTP-el ini akan dilakukan secara langsung di sekolah-sekolah sesuai dengan jadwal yang telah disiapkan.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinpendukcapil Purbalingga, Aminarti, menjelaskan bahwa tahap awal dari program ini dimulai dengan melakukan koordinasi bersama Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah X Provinsi Jawa Tengah.
“Inti dari koordinasi ini adalah persiapan matang untuk kegiatan perekaman KTP-el bagi siswa-siswi SMA dan SMK di Purbalingga yang telah berusia 16 tahun atau lebih dan belum memiliki KTP-el,” ungkapnya pada Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, Aminarti menekankan bahwa dukungan dari Cabang Dinas Pendidikan menjadi kunci penting dalam kesuksesan program tersebut, terutama dalam penyebaran informasi ke seluruh sekolah.
“Harapannya, Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan wilayah X Provinsi Jawa Tengah dapat membantu menginformasikan kepada seluruh sekolah serta mendorong pihak sekolah untuk mengoordinasi siswa agar mengikuti perekaman sesuai jadwal,” jelasnya.
Program perekaman KTP-el bagi pelajar ini tidak hanya sekadar langkah administratif, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap warga negara memiliki identitas resmi sejak usia dini.
Keberadaan KTP-el dinilai sangat penting untuk berbagai kebutuhan administrasi di masa depan, termasuk akses terhadap layanan publik yang semakin menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Program ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat, terutama dalam mempermudah akses siswa-siswi untuk mendapatkan KTP-el tanpa harus meninggalkan kegiatan belajar mengajar,” sambung Aminarti.
Dukungan penuh dari pihak sekolah dan instansi pendidikan terkait diharapkan akan membuat target perekaman dapat tercapai dengan baik.
“Kami optimistis bahwa dengan kerja sama yang baik antara Dinpendukcapil dan sekolah-sekolah, target perekaman dapat tercapai. Ini merupakan langkah progresif dalam memastikan setiap warga negara memiliki dokumen identitas resmi, yang tentunya mendukung kelancaran berbagai urusan administrasi di masa depan,” imbuhnya.
Perekaman KTP-el di lingkungan pendidikan menjadi salah satu inovasi yang sangat relevan di era digital saat ini.
Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, identitas digital menjadi sangat penting untuk kemudahan akses terhadap berbagai layanan publik.
Masyarakat khususnya generasi muda perlu dilibatkan dalam proses ini agar mereka memahami pentingnya memiliki identitas resmi sejak dini.
Keberhasilan program ini juga bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah dengan lembaga-lembaga pendidikan guna menciptakan kesadaran akan pentingnya administrasi kependudukan.
Dalam jangka panjang, hal ini akan berdampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, karena identifikasi yang tepat memungkinkan pemerintah untuk merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran berdasarkan data demografis yang akurat.
Dengan adanya program perekaman KTP-el bagi pelajar SMA dan SMK ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan angka kepemilikan KTP-el di kalangan pemilih pemula tetapi juga mendorong kesadaran politik sejak dini kepada generasi muda. (tya/stch/dda)
















