BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Upaya pemilahan bahan Refuse Derived Fuel (RDF) yang dilakukan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sumpiuh kini mulai menunjukkan hasil yang signifikan.
Dalam setiap harinya, rata-rata hasil pemilahan mencapai satu kuintal, sebuah pencapaian yang menjadi indikator awal keberhasilan pengelolaan sampah berbasis RDF di wilayah tersebut.
Hasil ini tidak hanya menggambarkan efektivitas proses, tetapi juga menandakan adanya harapan baru dalam penanganan masalah sampah yang selama ini menjadi perhatian serius masyarakat.
Keterlibatan berbagai pihak dalam proses pengelolaan sampah ini semakin memperkuat upaya kolaboratif yang tengah dijalankan.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, melalui Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) Wilayah Sumpiuh, menyambut baik partisipasi pihak ketiga dalam pengelolaan bahan RDF ini.
Koordinasi yang terus ditingkatkan diharapkan dapat memastikan bahwa proses pemilahan berjalan dengan konsisten dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan dampak positif secara jangka panjang.
“Dari dinas sudah diizinkan adanya pihak ketiga untuk membantu pengurangan bahan RDF,” ungkap Kepala UPKP Wilayah Sumpiuh, Titien Isnaeni, pada Selasa (21/4).
Keterlibatan pihak ketiga dalam pemilahan bahan RDF di hanggar Sumpiuh ini sangat penting untuk mempercepat proses pengolahan sampah.
Salah satu pihak ketiga tersebut adalah Suroso, yang bertugas melakukan pemilahan sampah plastik yang tidak mengandung aluminium foil.
Jenis sampah ini masih memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan kembali.
Langkah strategis ini tidak hanya berfungsi untuk mengurangi volume tumpukan sampah, tetapi juga membuka potensi pemanfaatan kembali material tertentu yang selama ini terabaikan.
Proses pemilahan dilakukan secara lebih terarah dan sistematis, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Sangat menggembirakan melihat bahwa timbunan sampah pelanggan yang sebelumnya menumpuk lebih dari satu tahun akhirnya berhasil dihabiskan dengan baik dan cepat.
Hal ini menjadi sorotan positif bagi masyarakat sekitar, terutama sejak Jumat (17/4), ketika area depan pintu gerbang terlihat bersih tanpa tumpukan sampah.
Bau menyengat yang sebelumnya mengganggu kenyamanan warga sekitar pun kini telah sirna, menciptakan suasana yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.
“Diharapkan sampah yang masuk ke hanggar tiap hari selalu habis terolah,” tegas Titien Isnaeni, menekankan pentingnya disiplin dalam melakukan pengelolaan rutin.
Dengan pengelolaan harian yang baik, diharapkan tidak akan terjadi penumpukan kembali seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Ini merupakan langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien.
Sebagai pionir dalam pengelolaan sampah sesuai standar operasional prosedur di Banyumas timur, TPST Sumpiuh melayani empat kecamatan yaitu Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, dan Kebasen.
Keberadaan TPST ini sangat vital dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah secara bijak dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan pemilahan sampah berbasis RDF ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga memahami bahwa setiap jenis sampah memiliki nilai dan potensi tersendiri untuk dimanfaatkan kembali. (fij/stch/dda)
















