Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Diterjang Cuaca Ekstrem, Rumah Warga Patimuan dan Dayeuhluhur Cilacap Rusak Parah

Dua Rumah di Dua Kecamatan RobohDua Rumah di Dua Kecamatan Roboh
TINJAU : Petugas dari BPBD dan Forkompimcam meninjau rumah terdampak angin kencang di Kecamatan Patimuan dan Dayeuhluhur

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Awal Januari 2026 menjadi periode yang menguji ketahanan warga di Kabupaten Cilacap.

Dua rumah di wilayah ini hancur akibat hujan deras yang disertai angin kencang, fenomena alam yang kerap terjadi di musim penghujan.

Insiden ini melanda Kecamatan Patimuan dan Dayeuhluhur, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 60 juta, meskipun beruntung tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Kejadian pertama menimpa Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan, pada Kamis (1/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Rumah milik Turmono (55) luluh lantak dihantam cuaca buruk.

Bangunan berukuran 6 x 9 meter tersebut mengalami kerusakan parah terutama pada bagian atap, hingga rata dengan tanah.

Kerugian dari kejadian ini ditaksir mencapai Rp 40 juta. Saat ini, Turmono telah mengungsi sementara ke rumah tetangganya untuk mendapatkan perlindungan sementara.

Peristiwa kedua terjadi di Dusun Neglasari, Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur pada Jumat (2/1) sekitar pukul 05.00 WIB.

Rumah permanen milik Imoh Rasimah (72) ambruk di bagian ruang tengah dan dapur.

Selain faktor cuaca ekstrem, kondisi bangunan yang sudah lapuk turut memperparah kerusakan ini.

Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp 20 juta, dan Imoh Rasimah kini mengungsi ke rumah saudara terdekat.

Menanggapi bencana ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Taryo menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi serta pendataan kerugian secara menyeluruh bersama unsur terkait lainnya.

“BPBD bersama Forkopimcam dan pemerintah desa langsung melakukan pengecekan lokasi, kerja bakti pembersihan material, serta menyalurkan bantuan darurat. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca,” terang Taryo kepada awak media pada Jumat (2/1).

Lebih lanjut, Taryo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi sepanjang musim penghujan ini.

Ia meminta warga agar segera melaporkan setiap kondisi darurat yang terjadi di lingkungan mereka kepada pemerintah desa atau BPBD setempat agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

“Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi. Segera laporkan apabila terjadi bencana agar kami dapat melakukan penanganan,” tegas Taryo.

Kehadiran BPBD di lokasi bencana menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan respons cepat terhadap insiden bencana alam semacam ini.

Proses penanganan darurat dilakukan secepat mungkin untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalisir dampak lebih lanjut dari cuaca buruk tersebut.

Pada kesempatan tersebut, petugas BPBD bersama Forkopimcam juga aktif memberikan bantuan logistik bagi warga terdampak serta menginisiasi kerja bakti guna membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan pasca-bencana.

Langkah-langkah ini tidak hanya penting untuk pemulihan fisik tetapi juga untuk menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah-tengah masyarakat.

Di sisi lain, situasi bencana alam seperti ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi belakangan ini.

Masyarakat dihimbau untuk memastikan rumah dan bangunan lainnya dalam kondisi baik serta rutin memperbarui struktur bangunan jika diperlukan guna menghindari risiko serupa di masa mendatang. (jul/dda)

Berita Sebelumnya
Bulog Kurangi Penyaluran Beras SPHP

Jaga Stabilitas Harga, Bulog Kurangi Penyaluran Beras SPHP di Jawa hingga NTB

Berita Selanjutnya
Khonsa Sabet Perak Piala Bupati Purworejo

Khonsa Khoirunnisa Sumbang Medali Perak untuk MAN 2 Kebumen di Piala Bupati Purworejo 2025