Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Anggaran MBG 2027 Diproyeksi Turun Jadi 174 Triliun, Kata Ketua Banggar
Aturan B50 Resmi Berlaku, Apa Dampaknya bagi Mobil Diesel?

Aturan B50 Resmi Berlaku, Apa Dampaknya bagi Mobil Diesel?

B50 Resmi Berlaku 1 JuliB50 Resmi Berlaku 1 Juli
ISI BAHAN BAKAR: Pengujian BBM B50 pada mobil komersial

BANYUMASEKSPRES.ID, Pemerintah resmi menerapkan penggunaan bahan bakar biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari kebijakan energi nasional.

B50 merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran 50 persen biodiesel berbahan nabati dan 50 persen solar.

Penerapan kebijakan ini membuat banyak pemilik mobil diesel mulai mempertanyakan dampaknya terhadap performa mesin, konsumsi bahan bakar, hingga perawatan kendaraan dalam jangka panjang.

Menurut pakar otomotif Yannes Martinus Pasaribu, penggunaan biodiesel B50 tidak akan memberikan perubahan yang berarti pada kendaraan diesel yang sebelumnya sudah menggunakan B40.

Hal tersebut karena kendaraan yang telah melewati masa adaptasi penggunaan B40 pada dasarnya sudah terbiasa menggunakan campuran biodiesel dengan kadar tinggi sehingga transisi menuju B50 berlangsung lebih mudah.

Mobil Diesel yang Sudah Menggunakan B40 Tidak Mengalami Perubahan Signifikan

Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan bahwa kendaraan diesel yang selama ini menggunakan B40 tidak perlu mengkhawatirkan perubahan besar setelah aturan B50 resmi diberlakukan.

Menurut peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menaruh perhatian pada riset desain otomotif dan pengembangan ekosistem kendaraan tersebut, proses adaptasi menuju B50 relatif ringan dibandingkan saat pertama kali masyarakat beralih dari solar konvensional ke biodiesel.

“Karena Indonesia sudah menerapkan B40 lebih dari setahun, efek pelarut biodiesel B50 dalam membersihkan endapan lama di tangki dan saluran sudah jauh berkurang,” kata peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa kendaraan yang telah beradaptasi dengan penggunaan B40 tidak lagi membutuhkan proses pembersihan endapan bahan bakar dalam jumlah besar ketika mulai memakai B50.

Dengan demikian, perpindahan dari B40 menuju B50 dinilai berlangsung lebih mulus dibandingkan perubahan pada tahap-tahap sebelumnya.

Selain membahas dampaknya terhadap mesin diesel, Yannes juga menjelaskan pengaruh penggunaan biodiesel B50 terhadap aspek lingkungan.

Menurutnya, penggunaan B50 masih memberikan keuntungan karena mampu menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar dengan kandungan biodiesel yang lebih sedikit.

“Dari sisi emisi, B50 masih lebih baik karena menghasilkan karbon monoksida dan asap yang lebih rendah. Namun, meski tidak signifikan, B50 sedikit lebih boros karena nilai kalornya lebih rendah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perbedaan performa antara B40 dan B50 pada kendaraan diesel yang dirawat dengan baik pada dasarnya tidak terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari.

“Secara keseluruhan, B50 tidak jauh berbeda performanya dengan B40 bagi kendaraan yang sudah terawat dengan baik,” tambahnya.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa manfaat B50 tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi emisi kendaraan, tetapi juga tetap mampu menjaga performa mesin diesel selama kendaraan memperoleh perawatan yang sesuai.

Perawatan Mobil Diesel Tetap Mengacu pada Rekomendasi Pabrikan

Yannes juga menegaskan bahwa pengguna mobil diesel tidak perlu melakukan perubahan besar dalam pola perawatan hanya karena mulai menggunakan biodiesel B50.

Menurutnya, kendaraan yang sebelumnya sudah melalui tahapan penggunaan B30 dan B40 tidak lagi memerlukan pembersihan endapan bahan bakar dalam jumlah besar ketika mulai menggunakan B50.

Kondisi tersebut membuat filter bahan bakar tidak harus langsung diganti pada awal penggunaan B50 karena proses pembersihan endapan sudah jauh berkurang dibandingkan masa transisi sebelumnya.

Meski demikian, ia tetap menyarankan agar pemilik kendaraan disiplin mengikuti jadwal penggantian filter bahan bakar sesuai rekomendasi yang diberikan oleh pabrikan kendaraan.

Untuk kendaraan diesel yang usianya sudah lebih tua, penggantian filter dapat dilakukan lebih sering agar sistem bahan bakar tetap bekerja secara optimal.

Selain filter, pemilik kendaraan juga dianjurkan melakukan pemeriksaan rutin terhadap seal serta komponen berbahan karet.

Hal itu karena biodiesel B50 memiliki karakter yang sedikit lebih agresif dibandingkan campuran biodiesel dengan kadar yang lebih rendah sehingga kondisi komponen tersebut perlu tetap dipantau secara berkala.

Di samping itu, kebersihan tangki bahan bakar juga perlu dijaga agar kualitas bahan bakar tetap baik selama digunakan.

Yannes turut mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak menyimpan B50 terlalu lama di dalam tangki maupun wadah penyimpanan karena kualitas bahan bakar dapat berubah seiring waktu.

Servis berkala di bengkel yang memahami karakteristik penggunaan biodiesel juga menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh sistem bahan bakar tetap bekerja dengan baik setelah penerapan aturan B50.

“Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal,” katanya.

Melalui perawatan yang dilakukan secara rutin sesuai anjuran pabrikan, penggunaan biodiesel B50 dinilai tetap aman bagi kendaraan diesel yang telah beradaptasi dengan penggunaan B30 maupun B40.

Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas penggunaan energi berbasis nabati tanpa mengubah kebutuhan perawatan kendaraan secara signifikan. (taa)

Berita Sebelumnya
Ketua Banggar DPR RI

Anggaran MBG 2027 Diproyeksi Turun Jadi 174 Triliun, Kata Ketua Banggar