BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Layanan transportasi publik Trans Banyumas terus menunjukkan perkembangan yang positif sepanjang tahun 2026. Hingga akhir semester pertama, jumlah pengguna angkutan massal ini telah menembus lebih dari 1,14 juta penumpang.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi umum sekaligus memperkuat optimisme pengelola untuk mencapai target 2,2 juta penumpang hingga akhir tahun.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga 30 Juni 2026, Trans Banyumas telah melayani sebanyak 1.141.273 penumpang sejak awal tahun.
Angka tersebut merupakan akumulasi perjalanan penumpang selama periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026.
Peningkatan jumlah pengguna menunjukkan bahwa layanan bus rapid transit (BRT) ini semakin diterima masyarakat sebagai pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, S.E., M.A.P., menjelaskan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan kinerja positif operasional Trans Banyumas selama enam bulan pertama tahun ini.
Menurutnya, data penumpang yang tercatat masih merupakan gabungan dari dua skema pembiayaan operasional, yaitu saat layanan masih didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April, kemudian dilanjutkan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Peralihan pembiayaan operasional dari APBN ke APBD mulai berlaku pada 21 April 2026.
Meskipun terjadi perubahan skema pendanaan, layanan Trans Banyumas tetap berjalan normal dan mampu mempertahankan tingkat kepercayaan masyarakat.
Bahkan sejak dibiayai melalui APBD hingga akhir Juni 2026, jumlah penumpang yang tercatat telah mencapai 420.295 orang.
Selain memberikan layanan transportasi kepada masyarakat, operasional Trans Banyumas juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyumas.
Hingga pertengahan tahun 2026, layanan tersebut telah menyumbangkan sekitar Rp1,3 miliar kepada kas daerah.
Kontribusi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa transportasi publik tidak hanya berfungsi sebagai layanan mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap pendapatan pemerintah daerah.
Pada tahun 2026, PT Banyumas Raya Transportasi menargetkan jumlah pengguna Trans Banyumas mencapai 2,2 juta penumpang.
Dengan realisasi lebih dari 1,14 juta penumpang hanya dalam enam bulan pertama, target tersebut dinilai sangat realistis untuk dicapai.
Bahkan jika tren pertumbuhan pengguna tetap terjaga hingga akhir tahun, bukan tidak mungkin jumlah penumpang akan melampaui target yang telah ditetapkan.
Peningkatan jumlah pengguna Trans Banyumas tidak terlepas dari berbagai strategi yang terus dilakukan oleh pengelola.
Salah satu langkah yang diterapkan adalah program jemput bola melalui kegiatan promosi langsung kepada masyarakat serta pemberian tarif khusus pada momen tertentu.
Strategi tersebut bertujuan memperkenalkan layanan Trans Banyumas kepada masyarakat yang selama ini masih mengandalkan kendaraan pribadi.
Salah satu kegiatan yang mendapat respons positif dari masyarakat adalah promosi layanan di Terminal Ajibarang.
Antusiasme warga terhadap program tersebut dinilai sangat tinggi dan menjadi sinyal bahwa minat menggunakan transportasi publik terus meningkat.
Melalui kegiatan serupa, PT Banyumas Raya Transportasi berharap semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan angkutan umum sebagai moda transportasi utama.
Penggunaan transportasi publik memiliki berbagai manfaat, mulai dari mengurangi kemacetan lalu lintas, menekan konsumsi bahan bakar, hingga membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor.
Oleh karena itu, peningkatan jumlah penumpang Trans Banyumas juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ke depan, pengelola berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin nyaman menggunakan Trans Banyumas.
Peningkatan kualitas layanan dapat dilakukan melalui ketepatan jadwal keberangkatan, kenyamanan armada, kemudahan pembayaran, hingga pengembangan jaringan rute yang menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.
Keberhasilan Trans Banyumas menembus lebih dari satu juta penumpang pada semester pertama 2026 menjadi pencapaian penting dalam pengembangan transportasi publik di daerah.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan massal terus meningkat.
Dengan dukungan pemerintah daerah, strategi promosi yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas pelayanan, target 2,2 juta penumpang hingga akhir tahun diyakini dapat tercapai, bahkan berpeluang terlampaui apabila tren positif ini terus berlanjut. (res/stch/dda)
















