BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat dengan menargetkan terbentuknya 62 desa wisata pada tahun 2026.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah akan membentuk 30 desa wisata baru sebagai bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menargetkan lahirnya 1.000 desa wisata baru.
Saat ini Kabupaten Purbalingga telah memiliki 32 desa wisata yang tersebar di berbagai wilayah.
Keberadaan desa wisata tersebut dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal kepada wisatawan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Sadono, mengatakan pembentukan desa wisata baru diawali dengan proses pemetaan wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Langkah ini dinilai penting agar setiap desa wisata yang dibentuk benar-benar memiliki daya tarik serta mampu berkembang secara berkelanjutan.
” Saat ini kami dalam proses pemetaan desa-desa mana yang berpotensi sebagai desa wisata baru,” ujar Sadono saat diskusi Gelar Desa Wisata dalam rangka Festival Gunung Slamet (FGS) #9 di d’LAS Desa Serang, Kecamatan Karangreja.
Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak dapat dilakukan secara instan. Pemerintah perlu melakukan identifikasi potensi unggulan setiap desa, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Program penambahan desa wisata ini diharapkan mampu memperluas pemerataan manfaat sektor pariwisata hingga ke kawasan pedesaan.
Dengan semakin banyaknya desa wisata, peluang usaha bagi masyarakat juga akan semakin terbuka, mulai dari sektor kuliner, penginapan, kerajinan tangan, jasa pemandu wisata, hingga pelaku UMKM lokal.
Selain memberikan dampak ekonomi, pengembangan desa wisata juga menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian budaya serta lingkungan.
Masyarakat didorong untuk mengelola potensi desanya secara mandiri sehingga mampu menciptakan destinasi wisata yang unik dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah terdapat 899 desa wisata yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah.
Menurut Hanung, pemerintah provinsi menargetkan penambahan 1.000 desa wisata baru dalam beberapa tahun ke depan guna memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah memperkuat promosi digital melalui pembentukan konten kreator di desa-desa wisata.
Generasi muda akan diberikan pelatihan untuk menghasilkan konten kreatif sekaligus menyusun storytelling yang menarik sehingga mampu memperkenalkan potensi desa kepada wisatawan secara lebih luas.
“Mereka akan diajarkan paling tidak bisa menceritakan desa-desa mereka dengan membuat storytelling yang menarik bagi calon wisatawan,” jelas Hanung.
Promosi digital dinilai menjadi kebutuhan penting di era saat ini karena sebagian besar wisatawan mencari informasi destinasi melalui media sosial dan platform digital.
Dengan konten yang menarik, desa wisata diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain penguatan promosi digital, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan menghubungkan antar desa wisata agar tercipta jaringan destinasi yang saling mendukung.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Pemerintah juga akan memberikan bantuan stimulan berupa peningkatan infrastruktur pendukung, penyusunan profil desa wisata, hingga pengembangan potensi unggulan yang dapat dijadikan ikon masing-masing desa.
Melalui berbagai program tersebut, Kabupaten Purbalingga optimistis target memiliki 62 desa wisata pada tahun 2026 dapat tercapai.
Kehadiran desa-desa wisata baru diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan, serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, masyarakat, dan pelaku pariwisata, desa wisata diyakini akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Purbalingga kepada masyarakat yang lebih luas.














