BANYUMASEKSPRES.ID, Penyanyi muda yang tengah naik daun, Olivia Rodrigo, kini kembali menjadi sorotan publik.
Namun, perhatian ini kali ini bukan hanya disebabkan oleh lagu-lagu barunya atau penampilannya yang memukau di atas panggung.
Olivia baru saja mengungkapkan sebuah pengakuan pribadi yang sebelumnya jarang diketahui oleh banyak orang.
Dalam rangka promosi album terbarunya yang berjudul “You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love”, Olivia mengungkapkan bahwa dirinya menderita gangguan pendengaran di telinga kiri.
Informasi ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif bersama KISS FM UK.
Gadis berusia 23 tahun itu mengaku bahwa ia telah kehilangan sekitar 60 persen kemampuan pendengaran di telinga kirinya.
Meskipun membahas kondisi kesehatan yang cukup serius, Olivia memilih untuk menyampaikan informasi tersebut dengan nada yang santai dan penuh candaan.
“Ada banyak yang salah denganku. Aku sebenarnya 60 persen tuli di telinga kiri,” ungkapnya dengan nada humoris.
Ia kemudian melanjutkan dengan candaan tentang cara terbaik untuk memberi tahu rahasia kepadanya, yaitu dengan berdiri di sisi kanan.
“Jadi, kalau kamu duduk di sebelahku ini dan mencoba memberitahuku sebuah rahasia, aku enggak bisa mengerti apa yang kamu katakan. Jadi, kalau kamu ingin memberitahuku rahasia, di sebelah kanan saja, ya,” tambahnya sambil tertawa.
Pengakuan Olivia mengenai gangguan pendengarannya tentu mengejutkan banyak penggemar.
Pasalnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa pelantun hit “Deja Vu” itu telah hidup dengan kondisi tersebut sejak ia masih kecil, tepatnya saat duduk di bangku taman kanak-kanak.
Dalam wawancara sebelumnya dengan The Hollywood Reporter pada tahun 2023, Olivia pernah menjelaskan lebih jauh tentang kondisi kesehatan ini.
Menurutnya, gangguan pendengaran ini baru terdeteksi ketika ia menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di sekolah.
“Ini agak tidak biasa. Telinga kiriku setengah tuli. Aku enggak tahu sampai taman kanak-kanak ketika mereka melakukan tes pada semua anak, dan mereka berkata, ‘Oh, kamu agak tuli’,” jelasnya.
Menariknya, Olivia sering menjadikan kondisi pendengarannya ini sebagai bahan candaan bersama salah satu temannya yang memiliki gangguan penglihatan tetapi sukses bekerja sebagai fotografer.
“Jadi kami selalu bercanda bahwa aku membuat musik karena pendengaranku buruk, dan dia mengambil foto karena penglihatannya buruk,” tuturnya.
Di luar pengakuan soal kesehatannya ini, Olivia juga baru-baru ini memberikan respons terhadap kritik yang menghampirinya terkait penampilannya dalam film konser “Billions Club Live with Olivia Rodrigo: A Concert Film”.
Dalam konser tersebut, beberapa pihak mengkritik gaun babydoll yang dikenakannya di atas panggung.
Kritik tersebut mencuat karena dinilai menghadirkan citra kekanak-kanakan sekaligus mengandung unsur seksualisasi.
Dalam podcast milik The New York Times, Olivia menanggapi kritik tersebut dengan tegas dan menunjukkan rasa kesalnya.
“Itu membuatku kesal banget,” ungkapnya tanpa ragu-ragu.
Menurut Olivia, kritik terhadap cara berpakaian perempuan sering kali berakar dari pandangan lama yang membebankan tanggung jawab kepada perempuan atas cara orang lain memandang mereka.
“Yang benar-benar menggangguku adalah aku pernah mengenakan pakaian yang mungkin terbuka di atas panggung,” katanya.
Olivia juga menambahkan bahwa sejak kecil perempuan sudah sering menerima pesan-pesan sosial yang menurutnya sangat tidak adil.
“Juga ada retorika yang dicekoki kepada kita sejak masih kecil, yakni jangan berpakaian seperti itu karena ada pria yang akan menyeksualisasikan dirimu dan itu salahmu. Aneh banget,” ungkapnya dengan penuh penekanan.
Kondisi kesehatan Olivia Rodrigo dan responnya terhadap kritik mencerminkan tantangan besar bagi perempuan muda dalam industri musik saat ini.
Di satu sisi, mereka dituntut untuk tampil menarik sesuai standar kecantikan tertentu; namun di sisi lain mereka juga harus menghadapi stigma dan kritik atas pilihan berpakaian mereka.
Sebagai seorang seniman muda yang sukses meraih ketenaran dalam waktu singkat, tentu saja perjalanan karier Olivia tidak lepas dari berbagai tantangan dan tekanan dari publik serta media sosial.
Ia perlu menjaga citra dan reputasinya sebagai seorang artis sekaligus tetap menjadi diri sendiri tanpa terpengaruh oleh ekspektasi orang lain.
Kegiatan promosi album terbarunya pun menjadi ajang bagi Olivia untuk berbagi lebih banyak mengenai dirinya kepada publik.
Dengan keberanian untuk berbicara tentang kondisi kesehatan pribadinya dan menghadapi kritik yang datang kepadanya secara terbuka, ia menunjukkan keteguhan karakter serta ketulusan dalam berbagi pengalaman hidup. (*/stch/dda)
















