BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dua rumah di Desa Wonoyoso, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, mengalami kerusakan serius akibat erosi dan banjir yang melanda daerah tersebut.
Kejadian ini memaksa para pemilik rumah untuk bersiap mengosongkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.
Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi di Dukuh Emprak RT 01 RW 03, Desa Wonoyoso.
Insiden tersebut bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah Kebumen pada Kamis (1/1), yang menyebabkan debit aliran sungai meningkat signifikan.
Peningkatan air tersebut menggerus pondasi bangunan di sekitar aliran sungai sehingga menyebabkan kerusakan parah. Dapur dua rumah menjadi korban dari bencana alam ini.
Rumah pertama milik Listya Wicaksono (37) dengan ukuran sekitar 6 x 4 meter dan rumah kedua adalah ruko milik Suryanti (38) dengan ukuran kurang lebih 8 x 6 meter.
“Bangunan tersebut masing-masing dihuni oleh satu kepala keluarga. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka,” ungkap Heri pada Minggu (4/1).
Meski tidak ada korban jiwa atau luka-luka, kerugian materiil yang dialami cukup besar sehingga memerlukan perhatian khusus dari pihak terkait.
Sebagai respons terhadap bencana ini, BPBD Kebumen segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Wonoyoso serta unsur terkait lainnya.
Petugas memberikan imbauan kepada pemilik rumah untuk tetap waspada terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Upaya pencegahan dilakukan dengan segenap kemampuan guna menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.
Pemilik rumah yang terdampak juga telah mulai mengamankan barang-barang miliknya agar terhindar dari kerusakan lebih lanjut.
“Kebutuhan tindak lanjut yang diperlukan antara lain pembangunan kembali struktur bangunan serta material pendukung seperti semen, pasir, batu, dan tanah urug,” tambah Heri menjelaskan langkah-langkah yang perlu diambil ke depan untuk memulihkan keadaan.
Selain di Desa Wonoyoso, cuaca ekstrem juga menimbulkan ancaman longsor di Dukuh Krajan RT 04 RW 04, Desa Kloposawit, Kecamatan Buluspesantren.
Akibat hujan deras pada akhir Desember 2025 lalu, bantaran Sungai Kedungbener mengalami longsor parah di bagian belakang rumah warga setempat.
Longsoran tanah terjadi dengan panjang sekitar 30 meter dan tinggi kurang lebih 3 meter, menempatkan rumah-rumah warga dalam situasi genting.
Jarak antara rumah warga dengan bantaran sungai hanya sekitar 1 meter sehingga dua rumah milik Sulyadi (50) dan Muhroni (51) berada dalam ancaman bencana serupa.
Masing-masing rumah dihuni oleh satu kepala keluarga dengan anggota keluarga berbeda jumlahnya.
“Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Hingga saat ini, longsoran belum dilakukan penanganan permanen dan masih memerlukan tindak lanjut,” lanjut Heri dalam penjelasannya kepada awak media Banyumas Ekspres.
Tanpa penanganan segera dan tepat terhadap masalah erosi dan longsor ini, keselamatan dan kenyamanan penduduk setempat akan terus berada dalam bahaya.
Perlu adanya kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat guna menemukan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah lingkungan yang semakin mendesak ini.
Pentingnya mitigasi bencana menjadi sorotan utama setelah insiden-insiden ini terjadi.
Masyarakat perlu lebih sadar akan potensi bahaya di sekitar mereka serta bersiap menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu seiring perubahan cuaca ekstrem yang kini makin sering terjadi akibat perubahan iklim global.
Melihat situasi demikian, pemerintah daerah bersama-sama dengan BPBD harus lebih proaktif dalam menyosialisasikan langkah-langkah mitigasi bencana kepada masyarakat luas agar dapat meminimalkan risiko dan dampak dari fenomena alam seperti banjir dan longsor. (*/dda)
















