Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ersya Aurelia Ungkap Pernah Alami Pelecehan Seksual di Lokasi Syuting Sejak Usia 9 Tahun

Alami Pelecehan Seksual di Lokasi SyutingAlami Pelecehan Seksual di Lokasi Syuting
Ersya Aurelia

BANYUMASEKSPRES.ID, Artis dan penyanyi berbakat, Ersya Aurelia, baru-baru ini membagikan pengalaman pahit yang pernah dialaminya di dunia hiburan.

Di usia yang sangat muda, tepatnya saat berusia sembilan tahun, ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami pelecehan seksual di lokasi syuting.

Dalam sebuah wawancara yang menggugah hati, Ersya menceritakan bagaimana perlakuan serta perkataan yang tidak senonoh membuat dirinya merasa sangat tidak nyaman.

“Pertama kali mengalami pelecehan seksual saat usia 9 tahun,” ungkapnya dengan nada serius.

Pengalaman buruk yang dialami oleh Ersya Aurelia bukanlah kejadian sekali saja. Dia mengaku telah mengalami pelecehan seksual berkali-kali di lokasi syuting.

Dua dari insiden tersebut dilakukan oleh lawan mainnya, yang melakukan tindakan serta berkomentar secara tidak pantas.

Reaksi Ersya terhadap perlakuan tersebut sangat tegas dan menunjukkan ketidakpuasannya.

“Aku banting sapu yang lagi aku pegang, terus aku ke ruang talent. Sadar dia melakukan kesalahan, akhirnya dia minta maaf,” jelas Ersya Aurelia.

Ersya Aurelia, yang kini berusia 25 tahun, menegaskan bahwa keberaniannya untuk menunjukkan ketidaksukaan kepada lawan main yang lebih dewasa darinya bukan tanpa alasan.

Menurutnya, tindakan pelecehan seksual harus dilawan dan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun.

Meskipun ia sempat melakukan protes atas perlakuan yang diterimanya di lokasi syuting, sayangnya protes tersebut tidak mendapatkan tanggapan serius dari orang-orang di sekitarnya.

“Karena banyak yang melakukan hal sama di lokasi, jadi dianggap sudah biasa gitu,” ujar Ersya.

Tidak hanya itu saja, Ersya juga mengungkapkan bahwa ia pernah mendapatkan pelecehan dari salah satu kru produksi.

Ia merasa sangat tersinggung dengan perlakuan tersebut dan memberikan protes keras terkait tindakan tidak pantas yang diterimanya.

“Ada kru yang menyentuh tanpa consent dan memberikan komentar yang tidak pantas,” papar Ersya Aurelia dengan nada kesal.

Penting untuk dicatat bahwa bagi Ersya, pelecehan seksual bukan hanya terbatas pada sentuhan fisik pada bagian sensitif tubuh seseorang.

Ucapan verbal yang tidak pantas juga termasuk dalam kategori pelecehan seksual.

“Catcalling, bercandaan seksual, komentar yang mengobjektifikasi itu sudah termasuk. Itu seperti piramida yang bisa berkembang ke hal yang lebih serius,” jelasnya.

Dalam pandangannya, pakaian yang dikenakan seseorang tidak menjamin mereka akan terhindar dari pelecehan seksual.

Ia menekankan bahwa pelaku seringkali tidak melihat umur atau penampilan korban saat melancarkan aksi mereka.

Hal ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat tentang perlunya kesadaran dan edukasi mengenai isu pelecehan seksual di lingkungan kerja maupun sosial.

Kisah Ersya Aurelia adalah pengingat bagi kita semua bahwa pelecehan seksual adalah masalah serius yang perlu ditangani dengan tegas dan penuh perhatian.

Dalam industri hiburan yang sering kali glamor dan terlihat sempurna di permukaan, terdapat banyak tantangan dan risiko yang harus dihadapi oleh para profesional muda, terutama perempuan seperti Ersya.

Dari pengalamannya, Ersya berharap dapat memberikan inspirasi kepada orang lain agar berani bersuara ketika menghadapi situasi serupa.

Dia ingin agar kasus-kasus pelecehan seksual lebih diperhatikan dan ditangani dengan serius oleh pihak-pihak terkait di industri hiburan.

Ersya Aurelia juga mencatat bahwa pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi semua orang harus menjadi prioritas utama bagi produser dan manajemen dalam industri hiburan maupun bidang lainnya.

Ini termasuk memberikan pelatihan tentang etika kerja serta melibatkan semua pihak dalam upaya mencegah segala bentuk pelecehan.

Dengan semakin banyaknya individu seperti Ersya Aurelia berani berbicara tentang pengalaman traumatis mereka, harapannya adalah untuk membuka dialog lebih luas mengenai isu ini. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pemkab Jelaskan Polemik Perangkat Desa Purwasaba

Pemeriksaan Inspektorat Banjarnegara Jadi Alasan Penundaan Pengangkatan Perangkat Desa Purwasaba

Berita Selanjutnya
Spbu

Sejumlah SPBU di Jakarta Tak Lagi Layani Pertalite, Ternyata Ini Penyebabnya