Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Fasilitas Kolam Retensi Purwokerto Dikebut, Siap Jadi Urban Space Baru Segera Dibuka Awal Juli 2025

Penambahan fasilitas kolam retensi dikebutPenambahan fasilitas kolam retensi dikebut

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mempercepat penyempurnaan fasilitas dasar kawasan Kolam Retensi Jalan Bung Karno, Purwokerto. Ditargetkan, kawasan ini bisa dibuka untuk umum sebagai ruang publik multifungsi pada awal Juli 2025.

Langkah ini menjadi upaya konkret menghadirkan ruang kota yang nyaman, inklusif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kolam retensi seluas sekitar delapan hektare ini sebelumnya telah rampung dari sisi konstruksi utama.

Namun, demi memastikan kenyamanan pengunjung sejak hari pertama pembukaan, penyediaan fasilitas publik seperti toilet umum, instalasi air bersih, dan tempat sampah kini sedang dikebut.

Direktur BLUD UPTD Lokawisata Baturraden, Yanuar Pratama, menegaskan bahwa fasilitas dasar menjadi fokus utama sebelum kawasan ini dibuka sepenuhnya. Ia menyebut proses persiapan sedang berjalan intensif.

“Sedang kami persiapkan semua pendukungnya, fasilitas publik dan lain sebagainya, agar semuanya siap menyambut pengunjung,” ujarnya, Senin (2/6).

Kawasan kolam retensi yang sebelumnya dibangun untuk mendukung fungsi pengendalian banjir kini bertransformasi menjadi urban space yang terintegrasi.

Pemerintah daerah mengarahkan pengembangan ruang ini tidak hanya sebagai area resapan, tetapi juga sebagai destinasi baru yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi.

“Kawasan ini akan kami desain sebagai titik keramaian baru di Purwokerto. Harapannya bisa menjadi ruang aktivitas kreatif yang memberi dampak positif secara ekonomi bagi warga,” jelas Yanuar.

Ia menambahkan bahwa kawasan ini dirancang dengan pembagian sektor fungsional. Zona-zona tersebut akan mencakup area untuk pelaku UMKM, tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan publik, hingga lahan parkir dengan daya tampung besar.

Menurutnya, kelengkapan sektor ini akan menjadikan kolam retensi sebagai ruang publik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga benar-benar fungsional.

“Kawasannya luas, sekitar delapan hektare, jadi kemungkinan bisa menampung banyak kepentingan publik,” katanya.

Selain kelengkapan fisik, sistem pengelolaan juga sedang dimatangkan, termasuk skema retribusi. Yanuar menegaskan bahwa tidak akan ada pungutan tiket masuk untuk pengunjung.

Biaya hanya dikenakan untuk parkir, dengan tarif Rp 3.000 untuk sepeda motor, Rp 5.000 untuk mobil, Rp 15.000 untuk mikrobus, dan Rp 25.000 untuk bus atau truk.

“Dengan pendekatan pengelolaan modern dan berbasis kebutuhan masyarakat, kami berharap kawasan Kolam Retensi ini dapat menjadi ikon ruang publik baru yang produktif dan inklusif di jantung Purwokerto,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dindporabudpar Banyumas, Wardoyo, menyatakan bahwa penambahan fasilitas dasar menjadi fokus utama sebelum dilakukan aktivasi kegiatan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa setelah seluruh sarana dasar rampung, pengembangan sektor komersial baru akan dilakukan pada tahun anggaran berikutnya.

“Setelah fasilitas, baru akan dilanjutkan dengan aktivasi kegiatan dan pengembangan sektor komersil di tahun berikutnya,” pungkas Wardoyo.

Jika sesuai dengan jadwal, maka pada awal Juli mendatang warga Banyumas dan sekitarnya akan bisa menikmati ruang publik baru yang dirancang modern, ramah lingkungan, serta mendukung partisipasi masyarakat secara luas.

Kolam Retensi Jalan Bung Karno digadang-gadang akan menjadi ikon urban space Purwokerto yang memadukan fungsi lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam satu kawasan terpadu. (dms/stch)

Berita Sebelumnya
Akhir bulan, kunjungan wisata cilacap sepi

Kunjungan Wisata Cilacap Sepi di Akhir Bulan Mei Kemarin, Pantai Tetap Jadi Favorit

Berita Selanjutnya
Kunjungan turis asing naik

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Naik 18 Persen, Malaysia Paling Banyak