BANYUMASEKSPRES.ID, BIRMINGHAM – Dunia musik heavy metal baru saja kehilangan salah satu ikon terbesarnya, Ozzy Osbourne.
Vokalis legendaris Black Sabbath yang dikenal sebagai Prince of Darkness ini meninggal dunia pada Selasa, 22 Juli, dalam usia 76 tahun setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit Parkinson.
Keluarga Osbourne menyampaikan kabar duka ini dengan pernyataan yang dikutip dari The Independent: “Dengan kesedihan yang tak terlukiskan, kami harus mengumumkan bahwa Ozzy Osbourne tercinta telah meninggal dunia pagi ini. Beliau bersama keluarga dan dikelilingi oleh cinta. Kami meminta semua orang untuk menghormati privasi keluarga kami saat ini.”
Kematian Ozzy Osbourne terjadi hanya dua pekan setelah penampilan terakhirnya bersama Black Sabbath dalam konser perpisahan berjudul Back to the Beginning.
Konser yang digelar pada 5 Juli 2025 di Villa Park, Birmingham, kota kelahiran sekaligus tempat band ini dibentuk pada tahun 1968, menjadi momen bersejarah. Dalam konser tersebut, Ozzy tampil dari kursi roda dengan mengenakan singgasana hitam yang menjadi simbol penghormatan atas kariernya yang gemilang.
Di akhir konser tersebut, Osbourne mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penggemar: “Ini lagu terakhir kami. Dukungan kalian telah memungkinkan kami menjalani gaya hidup yang luar biasa… Terima kasih dari lubuk hati kami yang terdalam.”
Penutupan konser dengan lagu Paranoid di hadapan ribuan penggemar menjadi perpisahan emosional bagi sang legenda.

Sesaat setelah kabar wafatnya tersiar, Black Sabbath mengunggah foto Ozzy di media sosial dengan keterangan singkat namun penuh makna: “Ozzy Forever.” Unggahan ini menggema di kalangan penggemar setia mereka.
Ozzy lahir dengan nama John Michael Osbourne di Aston, Birmingham, Inggris pada 3 Desember 1948. Ia merupakan anak dari keluarga kelas pekerja dan salah satu dari enam bersaudara.
Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikannya pada musik dan sempat tampil dalam operet sekolah. Selain itu, ia adalah penggemar berat The Beatles.
Namun kehidupannya tidak selalu mulus. Ia putus sekolah di usia 15 tahun dan sempat bekerja serabutan serta terlibat kasus perampokan yang membuatnya mendekam di penjara selama enam minggu.
Perjalanan musiknya dimulai ketika ia bertemu dengan Terence “Geezer” Butler, gitaris Tony Iommi, dan drummer Bill Ward.
Mereka membentuk band yang awalnya bernama Polka Tulk Blues Band, kemudian Earth, hingga akhirnya berganti nama menjadi Black Sabbath setelah terinspirasi oleh film horor Mario Bava tahun 1963.
Bersama Black Sabbath, Ozzy menjadi wajah utama genre heavy metal yang identik dengan energi tinggi dan lirik-lirik demonik serta distorsi berat.
Mereka merilis album-album klasik yang tetap bertahan hingga kini sebelum akhirnya Osbourne dikeluarkan dari band pada tahun 1979 akibat masalah penyalahgunaan zat.
Namun pemecatan tersebut justru menjadi awal baru bagi karier solonya yang melesat tajam melalui kolaborasi bersama gitaris seperti Randy Rhoads dan Zakk Wylde.
Festival Ozzfest yang dibangunnya bersama sang istri sekaligus manajer Sharon Osbourne menjadi tonggak penting dalam industri musik metal global.
Penampilan panggung Ozzy selalu menarik perhatian publik karena aksi-aksi gilanya. Salah satu momen paling ikonis terjadi di Des Moines, Iowa pada Januari 1982 ketika ia menggigit kepala seekor kelelawar yang dilempar penonton ke atas panggung.
“Saya pikir itu mainan karet,” ujarnya suatu waktu tentang insiden tersebut.
Akibat kejadian itu ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan vaksin rabies dan suntikan tetanus.
Aksi kontroversial tersebut kemudian ditampilkan ulang dalam film Little Nicky (2000) di mana Osbourne muncul sebagai kameo.
Karier musiknya tidak hanya berhenti sampai di situ karena beberapa kali ia kembali ke panggung bersama Black Sabbath hingga menghasilkan album Reunion di akhir tahun 1990-an yang meraih Grammy Award.
Pada awal tahun 2000-an ia bersama keluarganya juga tampil dalam serial realitas MTV The Osbournes sehingga semakin mengukuhkan statusnya sebagai selebritas lintas generasi.
Meski kondisi kesehatannya menurun sejak didiagnosis menderita Parkinson pada tahun 2020, Osbourne tetap berkomitmen untuk berkarya.
Sebelum wafatnya bahkan sebuah dokumenter tentang kisah hidup dan kondisi kesehatannya berjudul No Escape From Now telah diumumkan dan dijadwalkan tayang pada akhir tahun 2025 nanti.
Konser Back to the Beginning di Birmingham pun menjadi panggung perpisahan emosional bagi Osbourne sekaligus memberikan penghormatan terakhir oleh para musisi dunia seperti Metallica Guns N’ Roses Pantera Alice in Chains serta ribuan penonton setia lainnya.
Sosok Ozzy meninggalkan istri tercintanya Sharon Osbourne serta enam anak yaitu Kelly Jack Aimee Jessica Louis hasil pernikahannya dengan Sharon maupun sebelumnya bersama Thelma Riley termasuk juga putra adopsi Elliot Kingsley dari hubungan Riley sebelumnya.
Kisah hidup Ozzy bukan hanya tentang kegilaan di atas panggung maupun musiknya tetapi juga tentang keberanian untuk bangkit saat jatuh serta kesuksesan membawa budaya underground ke puncak industri global.
Selamat jalan Prince of Darkness Dunia akan merindukan suara serakmu energi panggungmu serta warisanmu akan terus hidup melalui setiap distorsi lirik gelap maupun inspirasi panggung lainnya. (*/stch)
















