Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Novita Angie Ungkap Status Adopsi Anak Pertama

Ungkap status adopsi anak pertamaUngkap status adopsi anak pertama

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Novita Angie, seorang presenter dan aktris ternama, baru-baru ini berbagi cerita pribadi yang menyentuh hati mengenai putra pertamanya, Jeremy Cornelius.

Dalam sebuah program talkshow yang ditayangkan di TransTV pada Senin (21/7/2025), Angie mengungkapkan bahwa Jeremy adalah anak adopsi. Keputusan untuk mengadopsi anak itu muncul ketika ia menerima vonis medis yang menyatakan bahwa dirinya tidak dapat memiliki keturunan secara alami akibat kondisi kesehatannya.

Angie menceritakan bahwa keputusan untuk memberitahu Jeremy tentang statusnya sebagai anak adopsi dilakukan ketika Jeremy duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

“Waktu itu, Jeremy kelas 5 SD, aku mikir gimana ya caranya buat ngasih tahu, tapi mudah dimengerti sama dia. Akhirnya kita liburan dan saat itu pula aku bicara ke dia,” ungkap Angie.

Keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah bagi Angie. Meskipun merasa bimbang, ia bertekad untuk menyampaikan kenyataan tersebut sedini mungkin agar Jeremy mengetahui kebenaran langsung dari keluarganya sendiri.

“Karena, aku gak mau dia dengar dari orang lain kalau ternyata dia adalah adopsi. Aku mau dia dengar dari kami sendiri dan gak dari mana-mana, media atau lainnya,” katanya dengan tegas.

Dalam momen penting itu, Angie memilih waktu liburan untuk berbicara empat mata dengan Jeremy dan menjelaskan semuanya secara perlahan.

“Jadi kita duduk berdua terus aku mulai cerita nih, soal anak yang gak lahir dari rahim ibunya sendiri. Dia nanya-nanya, dan dia sempat bingung ketika aku bilang, ‘Mas J, Mami itu bukan Mami yang melahirkan kamu,’ dia bingung di situ,” terangnya.

Setelah mendapatkan penjelasan lebih mendalam dari sang ibu, Jeremy perlahan mulai memahami situasi sebenarnya. Ia pun mulai menerima kenyataan ini seiring berjalannya waktu.

“Jadi singkatnya aku bilang ke dia, ‘Kalau Mami itu divonis gak punya anak, kalau pun mau punya anak harus dengan bayi tabung, karena apa? karena Mami sakit,’ sudah simplenya kayak gitu. Dia diam, tapi dia kayaknya mengerti,” tuturnya lebih lanjut.

Angie juga menggambarkan reaksi putranya setelah mendengar penjelasan tersebut. Dia mengamati bahwa meskipun Jeremy tampak termenung saat menonton televisi setelah percakapan mereka, seolah pikirannya melayang ke tempat lain meski tubuhnya tetap berada di depan layar kaca.

“Tapi setelah itu, dia nonton TV dan tatapannya nanar kayak aku paham dia pikirannya gak ke sana, tapi raganya lagi nonton TV. Aku gimana gitu sih lihatnya,” bebernya penuh perasaan.

Namun demikian, menurut pengamatan Angie selama masa-masa liburan setelah percakapan tersebut terjadi tidak ada tanda-tanda kesedihan yang signifikan pada diri Jeremy.

“Tapi ada beberapa masa pas pergi sama bapaknya, dia nanya, ‘Siapa sih yang melahirkan aku?’ Akhirnya dia mengumpulkan terus satu-satu (informasi),” katanya menambahkan bahwa rasa ingin tahu Jeremy semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

Lebih lanjut Angie menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat memutuskan hubungan antara Jeremy dengan keluarga kandungnya.

Ia memastikan bahwa hubungan antara putranya dan keluarga biologisnya tetap terjaga meskipun pertemuan tidak selalu sering terjadi.

“Kita memang gak mau menghilangkan keluarganya ketemu iya walau gak sering,” jelas Angie mengakhiri penuturannya dengan penuh ketulusan.

Melalui cerita ini kita dapat merasakan betapa pentingnya komunikasi terbuka dalam sebuah keluarga terutama dalam situasi sensitif seperti adopsi di mana keterbukaan memberikan ruang bagi semua pihak untuk saling memahami dan menerima realitas kehidupan mereka masing-masing tanpa rasa takut ataupun keraguan tentang asal-usul diri mereka sendiri. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Panduan mengajukan kur dan program krupuk bank nobu untuk dapatkan pinjaman modal usaha umkm

Cara Dapat Modal Usaha UMKM dari Bank Nobu Lewat KUR dan Program KRUPUK 2025

Berita Selanjutnya
Kasus ijazah palsu jokowi

Jokowi Minta Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu