Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Hampers Lebaran Mulai Diburu Perantau, Omzet UMKM di Banyumas Tembus 80 persen

Hampers Lebaran Mulai Diburu PerantauHampers Lebaran Mulai Diburu Perantau
PACKING: Pelaku usaha cekatan mengemas hampers pesanan dari para perantauan, Minggu (22/2)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS — Menyambut Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, geliat usaha musiman mulai menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan.

Salah satu fenomena yang mencolok adalah peningkatan permintaan hampers, yang mengalami lonjakan pesanan yang signifikan sejak memasuki bulan puasa.

Di Kecamatan Kemranjen, Banyumas, seorang pelaku usaha bernama Satyaningsih Wibawanti, atau yang akrab disapa Wenti, merasakan dampak positif dari tren ini.

Dalam wawancaranya pada Minggu (22/2) di tokonya, ia mengungkapkan bahwa peningkatan pesanan hampersnya mencapai sekitar 80 persen dibanding hari-hari biasa.

“Pesanan hampers berasal dari para perantau yang berada di luar kota untuk keluarganya di kampung. Saya antar semua sampai alamat tujuan,” ungkap Wenti dengan semangat.

Kegiatan berbagi hampers ini semakin meluas dan menjadi bagian integral dari tradisi Ramadan dan Idul Fitri, di mana bingkisan tersebut menjadi simbol perhatian dan kasih sayang bagi keluarga dan kerabat, terutama mereka yang terpisah oleh jarak.

Wenti menjelaskan bahwa para pemesan diberikan kebebasan untuk menentukan isi serta kemasan bingkisan sesuai selera mereka.

Ia menawarkan berbagai paket hampers dengan harga berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per paket.

“Tradisi berbagi hampers saat Ramadan dan Idul Fitri memang kian menguat,” tambahnya.

Ia telah menjalani usaha ini selama tiga tahun terakhir dan menyatakan bahwa momen Ramadan selalu dinanti-nantikan karena dapat mendongkrak omzet usaha secara signifikan.

Isi dari hampers yang disiapkan umumnya terdiri dari kebutuhan pokok sehari-hari, seperti minyak goreng, gula pasir, mi instan, tepung terigu, dan telur ayam.

Namun, pelanggan juga memiliki kebebasan untuk menambahkan berbagai produk lain sesuai kebutuhan mereka, seperti teh, sirup, biskuit, atau makanan ringan lainnya.

Beberapa pelanggan bahkan memilih untuk menyerahkan sepenuhnya pilihan isi kepada Wenti sebagai pelaku usaha.

Tak hanya Wenti yang merasakan berkah dari musim Ramadan ini. Agus Setyo Wibowo, seorang pelaku usaha asal Kecamatan Tambak di Banyumas, juga memanfaatkan peluang serupa dengan membuka pemesanan lebih awal sebelum datangnya bulan suci ini.

“Tapi saya tidak membuat hampers sendiri, ikut teman di Kebasen. Saya ikut open order dan nanti ambil ke sana,” jelas Bowo mengenai strategi usahanya.

Pesanan yang diterima oleh Bowo pun didominasi oleh perantau yang memilih cara praktis dalam mengirimkan bingkisan kepada keluarga mereka.

Hal ini menjadi semakin penting mengingat keterbatasan waktu yang sering dialami saat mudik menjelang Lebaran.

Selain menyediakan sembako dalam hampersnya, Bowo juga menawarkan aneka snack dan barang pecah belah agar pilihan menjadi lebih variatif bagi para pemesan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya membawa suasana spiritual bagi masyarakat Banyumas tetapi juga memberikan berkah ekonomi bagi para pelaku usaha hampers.

Mereka berhasil memanfaatkan momen spesial tersebut untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga tradisi berbagi kasih kepada sanak saudara di kampung halaman.

Dalam konteks ekonomi lokal, bisnis hampers ini menciptakan peluang kerja bagi banyak orang selama bulan puasa.

Beberapa pelaku usaha kecil hingga menengah berkolaborasi untuk memenuhi tingginya permintaan akan hampers.

Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan pribadi mereka tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di wilayah Banyumas. (fij/dda)

Berita Sebelumnya
Ancam Blacklist Penerima LPDP

Menkeu Purbaya Ancam Blacklist dan Pengembalian Uang Penerima LPDP yang Hina Negara

Berita Selanjutnya
Menaker Kunjungi Transmedia Tinjau Program Magang Nasional

Menaker Tinjau Program Magang Nasional Dengan Berkunjung ke Transmedia