BANYUMASEKSPRES.ID, Memasuki pekan kedua Ramadhan, kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Purbalingga terpantau masih terkendali.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Anita Indah Setyaningrum selaku Kapolres Purbalingga usai melakukan inspeksi lapangan bersama sejumlah instansi terkait.
Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lonjakan signifikan pada harga komoditas pangan strategis.
Para pedagang juga tidak ditemukan menjual barang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemantauan Harga di Pasar Segamas Purbalingga
Kegiatan pengecekan dilakukan di Pasar Segamas yang menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Purbalingga menggandeng sejumlah pemangku kepentingan guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga selama Ramadhan.

Tim gabungan terdiri atas personel kepolisian, perwakilan Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Purbalingga.
Kolaborasi ini dilakukan untuk mengawasi langsung harga dan ketersediaan stok di lapangan.
Sejumlah komoditas yang menjadi fokus pemantauan antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, dan daging ayam.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari harga jual hingga kondisi stok di tingkat pedagang. Selain itu, Pemkab Purbalingga upayakan jalan mantap sampai 90% pada tahun 2028.
Stok Aman dan Tidak Ada Kelangkaan
Dari hasil pengecekan di Pasar Segamas, tidak ditemukan adanya kelangkaan bahan pokok. Pasokan berbagai komoditas dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.
Kapolres Purbalingga menegaskan bahwa harga komoditas pangan strategis masih berada di bawah atau sesuai dengan HET.
Selain itu, daya beli masyarakat juga terpantau stabil, sehingga aktivitas perdagangan berjalan normal tanpa gejolak berarti.
Pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan monitoring berkala hingga akhir Ramadhan.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penimbunan barang maupun praktik spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen.
Bulog Pastikan Ketersediaan Beras Lengkap
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menyampaikan bahwa stok beras di Pasar Segamas dalam kondisi aman.
Berbagai jenis beras tersedia, mulai dari medium, premium, hingga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Ia menegaskan bahwa seluruh produk tersebut masih dijual sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku.
Berdasarkan laporan pedagang, permintaan masyarakat juga masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan lonjakan berlebihan.
Selain beras, stok minyak goreng merek MinyaKita juga dipastikan tersedia dan terdistribusi dengan baik. Pasar Segamas tercatat telah menerima distribusi MinyaKita sebanyak empat kali selama periode ini.
Jumlah pasokan per pedagang bervariasi, berkisar antara 10 hingga 50 dus sesuai kemampuan distribusi.
Bulog memastikan suplai akan terus dilakukan guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang.
Imbauan Pemasangan Banner Harga dan Batas Pembelian
Dalam kegiatan pemantauan tersebut, Bulog bersama Polres Purbalingga turut mengingatkan pedagang untuk memasang banner harga di lokasi yang mudah terlihat konsumen.
Transparansi harga ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas harga resmi yang berlaku.
Selain itu, diterapkan pula pembatasan pembelian MinyaKita maksimal 12 liter atau satu karton per konsumen. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari pembelian berlebihan serta menjaga distribusi tetap merata.
Menurut Prawoko, sebagian besar pedagang telah memahami aturan tersebut. Pihaknya hanya melakukan pengingat agar ketentuan tetap dijalankan secara konsisten.
Stabilitas Harga Jadi Prioritas Selama Ramadhan
Stabilitas harga pangan strategis di Purbalingga pada pekan kedua Ramadhan menjadi kabar baik bagi masyarakat.
Dengan stok yang aman dan harga terkendali, warga dapat menjalankan ibadah puasa tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan pokok.
Polres Purbalingga bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan intensif selama bulan suci.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Dengan kondisi pasar yang stabil, diharapkan situasi ekonomi lokal tetap kondusif hingga menjelang Idul Fitri.
Monitoring rutin serta koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasaran.(*/nds)
















