BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Menjelang perayaan Iduladha yang akan datang, harga sapi kurban di Banjarnegara mengalami kenaikan signifikan, mencapai 15 persen dari harga sebelumnya.
Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan permintaan dari masyarakat yang ingin berkurban, sementara pasokan ternak mulai menipis.
Dalam beberapa pekan terakhir, para peternak melaporkan bahwa aktivitas di kandang yang biasanya sepi kini dipenuhi oleh calon pembeli yang datang untuk melihat dan memastikan kondisi hewan kurban.
Salah satu peternak dan juga pedagang sapi di Banjarnegara, Widodo, mengungkapkan bahwa permintaan sapi kurban sudah mulai meningkat.
“Alhamdulillah sudah mulai banyak yang cari sapi untuk hewan kurban,” ungkapnya pada Rabu (29/4/2026).
Saat ini, harga sapi siap kurban berkisar antara Rp 23 juta hingga Rp 40 juta, tergantung pada bobot dan kualitas ternak yang ditawarkan.bKenaikan harga sapi ini tidak terlepas dari beberapa faktor.
Pertama, kebutuhan akan hewan kurban meningkat saat menjelang Iduladha. Di sisi lain, jumlah pasokan justru mengalami penurunan.
Hal ini disebabkan oleh banyaknya sapi dari peternak lokal yang dibeli oleh pedagang dari luar daerah, sehingga stok di Banjarnegara cepat berkurang.
Selain itu, dampak dari penyakit mulut dan kuku (PMK) masih dirasakan di sejumlah wilayah, yang juga memengaruhi ketersediaan ternak.
Widodo menekankan pentingnya ketelitian dalam memilih sapi untuk kurban.
“Sekarang harus benar-benar teliti saat mencari sapi untuk kurban,” ujarnya.
Dengan tingginya permintaan yang ada, kualitas ternak pun menjadi perhatian utama. Ia menjelaskan bahwa perawatan harian adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan kelayakan sapi sebagai hewan kurban.
“Kalau mau bagus, tentu harus diperlakukan dengan bagus, mulai dari pakan, vitamin, sampai kebersihan kandang,” tambahnya.
Meskipun terdapat kekhawatiran mengenai penyakit ternak, Widodo merasa optimis dengan kondisi sapi di Banjarnegara yang relatif aman.
Pemeriksaan kesehatan hewan dan vaksinasi dilakukan secara rutin untuk memastikan kesehatan ternak tetap terjaga.
“Mantri hewan sering kontrol. Kalau ada ternak baru, biasanya langsung diperiksa, kalau perlu divaksin,” pungkasnya.
Di tengah situasi ini, masyarakat di Banjarnegara harus semakin waspada dalam memilih hewan kurban.
Para peternak seperti Widodo berperan penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan sapi yang akan dijadikan kurban.
Pembeli diharapkan tidak hanya melihat harga tetapi juga memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan ternak.
Lebih jauh lagi, saat menjelang Iduladha biasanya terjadi lonjakan permintaan terhadap hewan kurban setiap tahunnya.
Momen ini menjadi kesempatan emas bagi para peternak untuk meningkatkan penjualan mereka sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan hewan kurban yang sehat dan berkualitas.
Dengan demikian, sangat penting bagi calon pembeli untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh sebelum memutuskan membeli sapi untuk kurban. (jud/stch/dda)
















