BANYUMASEKSPRES.ID, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) kembali mencatatkan prestasi dengan masuk dalam jajaran 10 besar unggulan Kalender Event Nusantara (KEN) 2026.
Pencapaian ini menjadi kabar menggembirakan setelah pada tahun 2025 festival tersebut sempat tidak masuk dalam daftar utama event nasional.
Kembalinya FNRP ke posisi bergengsi ini menunjukkan bahwa Reog Ponorogo masih memiliki daya tarik yang kuat sebagai warisan budaya Indonesia.
Tidak hanya dikenal di dalam negeri, kesenian khas Ponorogo ini juga sudah mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan bahwa Festival Nasional Reog Ponorogo berhasil menembus 10 besar dari total 125 event terpilih dalam KEN 2026.
Capaian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa Reog tetap relevan dan diminati oleh masyarakat luas.
Menurutnya, Kementerian Pariwisata menetapkan 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia untuk masuk dalam kalender resmi KEN 2026.

Seluruh agenda tersebut akan berlangsung sepanjang tahun, mulai Januari hingga Desember 2026.
Selain agenda tersebut, terdapat informasi lain berkaitan mudik Lebaran bisa dapatkan diskon 30% pada jalur kapal laut.
FNRP Kembali Jadi Sorotan Event Nasional
Masuknya FNRP ke dalam 10 besar KEN 2026 menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata dan budaya di Ponorogo.
Hal ini menandakan bahwa festival tersebut memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan sekaligus menjaga kelestarian tradisi.
Lisdyarita menjelaskan, salah satu faktor yang mendukung kembalinya FNRP ke daftar unggulan nasional adalah status Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
Pengakuan internasional tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk terus menjaga eksistensi dan keberlanjutan kesenian Reog.
Ia menegaskan bahwa status UNESCO tidak boleh hanya menjadi simbol semata. Upaya pelestarian harus dilakukan secara nyata, salah satunya melalui penyelenggaraan festival secara konsisten setiap tahun.
Selain itu, pelestarian juga perlu dilakukan hingga ke tingkat akar rumput. Dengan begitu, generasi muda dapat mengenal dan mencintai Reog sejak dini, sehingga kesenian ini tetap hidup di masa depan.
Penguatan Regulasi dan Pendidikan Reog
Pemerintah Kabupaten Ponorogo saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan Reog.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyusun regulasi khusus terkait pelestarian kesenian tersebut.
Rencana tersebut mencakup penyusunan peraturan bupati yang mewajibkan kegiatan ekstrakurikuler Reog di tingkat sekolah dasar.
Kebijakan ini diharapkan mampu memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak sejak usia dini.
Dengan adanya program ekstrakurikuler, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa merasakan langsung pengalaman memainkan atau menampilkan Reog.
Cara ini dianggap efektif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.
Langkah penguatan regulasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi peninjauan ulang status Reog Ponorogo oleh UNESCO pada tahun 2027.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa status warisan budaya tersebut tetap dipertahankan.
Jadwal FNRP 2026 Masih Dalam Pembahasan
Terkait penyelenggaraan Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, pemerintah daerah merencanakan acara tersebut berlangsung pada bulan Juni.
Namun, detail jumlah kegiatan dan rangkaian acara masih dalam tahap pembahasan.
Penyesuaian ini dilakukan karena adanya kebijakan terkait transfer keuangan daerah yang memengaruhi pengaturan anggaran.
Pemerintah daerah ingin memastikan festival tetap berjalan maksimal tanpa mengabaikan kondisi fiskal.
Meski demikian, FNRP 2026 diharapkan tetap menjadi agenda budaya yang meriah dan mampu menarik perhatian wisatawan.
Festival ini biasanya menampilkan berbagai pertunjukan Reog dari berbagai daerah, serta kegiatan pendukung lain yang memperkaya pengalaman pengunjung.
Dengan masuknya kembali FNRP ke dalam 10 besar KEN 2026, Ponorogo memiliki peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisata dan memperkuat identitas budayanya.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur.
Konsistensi penyelenggaraan festival, dukungan regulasi, serta keterlibatan generasi muda menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan Reog Ponorogo.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kesenian ini akan terus dikenal dan dihargai, baik di tingkat nasional maupun internasional.(*/nds)
















