BANYUMASEKSPRES.ID, Tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi langsung menjadikan hasil Indonesia Masters 2026 sebagai bahan evaluasi menjelang tampil di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.
Pebulu tangkis berusia 20 tahun itu mengaku akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meningkatkan kondisi fisik, kecepatan pergerakan kaki, serta daya tahan.
Dhinda sebelumnya harus mengakhiri perjalanan di Pontianak Indonesia Masters 2026 pada babak 16 besar.
Ia kalah dari unggulan keempat asal Kanada, Rachel Chan, dalam pertandingan dua gim langsung dengan skor 19-21, 17-21 di Pontianak, Kamis.
Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi Dhinda sebelum menghadapi persaingan yang lebih besar di Asian Games.
Terlebih, ia menyadari masih memiliki pekerjaan rumah dalam menghadapi lawan dengan gaya permainan yang berbeda dari karakter rally yang selama ini menjadi andalannya.
Dhinda menilai pertandingan melawan Rachel Chan memberikan banyak pelajaran.
Menurutnya, Chan tidak terlalu tertarik menjalani reli panjang dan lebih sering menggunakan variasi permainan serta spekulasi untuk mendapatkan keuntungan.
Situasi tersebut membuat Dhinda harus bekerja lebih keras dalam membaca arah bola sekaligus menjaga kesiapan posisi.
“Lawan bermain dengan banyak spekulasi dan tidak mau diajak rally, sementara tipe permainan saya adalah rally,” ujar Dhinda.
Ia mengatakan sebenarnya terdapat beberapa momen ketika Chan terlihat kehilangan posisi. Namun, lawannya mampu segera mengembalikan bola dengan kualitas yang baik.
Kondisi tersebut membuat Dhinda justru berada dalam posisi kurang siap untuk melanjutkan serangan maupun mengantisipasi bola berikutnya.
Pengalaman tersebut menjadi evaluasi penting bagi Dhinda, khususnya dalam meningkatkan kemampuan beradaptasi ketika lawan mengubah pola permainan secara tiba-tiba.
Selain pola permainan lawan, Dhinda juga menyoroti aspek kecepatan pergerakan kaki.
Persoalan tersebut terasa ketika pertandingan memasuki poin-poin krusial pada gim pertama.
Rachel Chan mulai meningkatkan tempo dan mengambil inisiatif serangan lebih cepat.
Strategi itu membuat Dhinda harus bergerak lebih agresif untuk mengimbangi permainan lawannya.
“Di poin-poin akhir gim pertama itu dia berusaha mempercepat permainan, mau langsung mematikan saya terus. Saya sudah antisipasi tapi memang pergerakan kakinya kurang cepat,” kata Dhinda.
Bagi Dhinda, situasi tersebut menjadi gambaran mengenai aspek yang harus segera diperbaiki sebelum menghadapi agenda besar berikutnya.
Ia pun berencana menggunakan masa persiapan menuju Asian Games 2026 untuk memperkuat aspek fisik.
Peningkatan daya tahan juga menjadi perhatian agar dirinya mampu tampil konsisten ketika menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Kekalahan di Pontianak menjadi pertemuan kedua antara Dhinda dan Rachel Chan sepanjang 2026.
Sebelumnya, kedua pemain bertemu dalam fase grup Piala Uber 2026 pada April lalu.
Pada pertandingan tersebut, Dhinda sempat merebut gim pertama dengan skor 21-13. Namun, Chan mampu bangkit dan memenangkan dua gim berikutnya dengan skor 21-19 dan 21-11.
Pengalaman di Piala Uber menjadi salah satu bekal penting bagi Dhinda menjelang Asian Games.
Selain mendapatkan pengalaman menghadapi pemain internasional, ia juga merasakan atmosfer pertandingan beregu tingkat dunia.
Dhinda merupakan bagian dari tim putri Indonesia yang berhasil meraih medali perunggu Piala Uber 2026.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantunya menghadapi tekanan ketika kembali memperkuat Indonesia di ajang multievent Asia.
Dengan Asian Games 2026 yang semakin dekat, Dhinda tidak ingin terlalu lama larut dalam hasil Indonesia Masters.
Kekalahan dari Rachel Chan justru dijadikannya sebagai bahan untuk menentukan aspek yang perlu diperbaiki.
Setelah kembali ke Jakarta, ia berencana meningkatkan latihan fisik dan daya tahan.
“Asian Games jaraknya tidak lama lagi dan setelah kembali ke Jakarta, saya mau menambah fisik dan daya tahan,” kata Dhinda.
Fokus tersebut dinilai penting karena Asian Games menghadirkan persaingan yang berbeda dibandingkan turnamen individu.
Pemain harus mampu menjaga kondisi fisik dan mental sepanjang kompetisi, terutama ketika harus tampil dalam pertandingan dengan tekanan tinggi.
Bagi Dhinda, persiapan fisik juga diharapkan dapat mendukung gaya permainan rally yang menjadi karakter utamanya.
Dengan daya tahan yang lebih baik dan pergerakan kaki yang lebih cepat, ia bisa memiliki modal lebih kuat untuk mengimbangi perubahan tempo permainan lawan.
Dhinda menjadi salah satu dari empat pemain tunggal putri yang dipilih PP PBSI untuk memperkuat tim Indonesia di Asian Games 2026.
Tiga pemain tunggal putri lainnya adalah Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Mutiara Ayu Puspitasari.
PP PBSI memasukkan Dhinda dalam skuad 20 pemain untuk Asian Games setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari performa, kondisi fisik dan teknis, hingga kebutuhan tim.
Namun, pada Asian Games 2026, Dhinda didaftarkan secara khusus untuk memperkuat Indonesia pada nomor beregu putri.
Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan kariernya.
Setelah mendapatkan pengalaman bersama tim Indonesia di Piala Uber, Dhinda kini berpeluang kembali merasakan persaingan beregu dalam ajang multievent terbesar di kawasan Asia.
Jadwal Bulu Tangkis Asian Games 2026
Cabang olahraga bulu tangkis pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya dijadwalkan berlangsung pada 20-29 September 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium.
Nomor beregu putra dan putri akan dimainkan lebih dahulu pada 20-24 September.
Setelah itu, pertandingan nomor perseorangan dijadwalkan dimulai pada 25 September.
Dengan jadwal yang semakin dekat, Dhinda memiliki waktu terbatas untuk melakukan pembenahan.
Hasil di Indonesia Masters 2026 menjadi pengingat bahwa aspek fisik dan kecepatan masih perlu ditingkatkan.
Bagi tunggal putri Indonesia tersebut, persiapan menuju Asian Games bukan hanya soal memperbaiki teknik, tetapi juga memastikan tubuh berada dalam kondisi terbaik untuk menghadapi pertandingan dengan tempo yang cepat.
Target terdekat Dhinda adalah meningkatkan fisik dan daya tahan setelah kembali ke Jakarta.
Pengalaman menghadapi Rachel Chan dua kali sepanjang 2026 juga dapat menjadi bahan evaluasi agar dirinya lebih siap ketika kembali berhadapan dengan pemain yang memiliki karakter permainan berbeda.
Dengan pengalaman dari Piala Uber dan persiapan menuju Asian Games, Dhinda diharapkan mampu memberikan kontribusi ketika dipercaya memperkuat tim putri Indonesia di Aichi-Nagoya. (*/stch/dda)














