BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Penulis Nadzira Shafa membawa kabar terbaru mengenai kehidupan pribadinya.
Setelah hampir enam tahun menjalani kehidupan tanpa mendiang suaminya, Ameer Azzikra, perempuan yang akrab disapa Zira tersebut mengaku telah mencapai titik berdamai dengan masa lalu.
Nadzira secara terbuka mengatakan bahwa proses pendewasaan membuatnya memahami bahwa dirinya tidak bisa terus-menerus terjebak dalam kesedihan.
Ia mulai memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk menjalani kehidupan yang lebih nyaman dan bahagia.
Menurut Nadzira, keputusan untuk melanjutkan hidup bukan berarti melupakan sosok Ameer.
Ia justru merasa bahwa mendiang suaminya akan mendukung dirinya untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Nadzira mengungkapkan, perjalanan waktu membuat dirinya memiliki pandangan yang berbeda terhadap masa lalu.
Ia menyadari bahwa terus mempertahankan kesedihan justru dapat membuat dirinya tidak memberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan secara utuh.
“Udah berdamai dengan diri sendiri atau gimana karena tahun depan udah enam tahun beliau gak ada. Aku ngerasa jahat aja sama diri aku sendiri kalau aku terus masih bersedih tentang beliau dan menurut aku beliau juga mendukung aku untuk membangun ruang hidup yang lebih nyaman buat aku,” kata Nadzira Shafa.
Bagi Nadzira, berdamai dengan keadaan merupakan bagian dari proses pendewasaan.
Ia mulai menerima bahwa kehidupan harus tetap berjalan meski seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya telah tiada.
Perasaan tersebut kemudian membawanya pada keputusan untuk membuka ruang baru dalam kehidupannya.
Nadzira memiliki cara tersendiri dalam menggambarkan proses move on yang sedang dijalaninya.
Ia tidak ingin sekadar menyebut perjalanan tersebut sebagai membuka bab baru.
Menurutnya, jika hanya membuka bab baru, berarti kisah lama masih berada dalam buku yang sama.
Karena itu, Nadzira memilih menggunakan analogi yang lebih besar. Ia ingin menyelesaikan buku lama kehidupannya dan kemudian menulis cerita yang benar-benar baru.
“Kalau bab baru kita masih ada di buku yang sama masih dengan sosok yang sama. Kali ini aku mencoba untuk tutup bab, selesaikan buku itu, mari kita tulis lembaran baru yang bener-bener cerita baru,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan keinginannya untuk menjalani masa depan tanpa terus dibayangi oleh pengalaman masa lalu.
Namun, keputusan tersebut bukan berarti menghapus kenangan yang pernah ada.
Nadzira tampaknya ingin menempatkan masa lalu pada ruangnya sendiri, kemudian memberikan kesempatan kepada dirinya untuk menikmati kehidupan yang baru.
Seiring dengan proses tersebut, Nadzira juga memberikan sinyal bahwa kini ada seseorang yang mulai menarik perhatiannya.
Ia mengakui ada sosok pria yang telah masuk ke dalam kehidupannya. Hal tersebut bahkan tercermin melalui karya-karya yang belakangan dibuatnya.
Menurut Nadzira, beberapa lagu yang ia buat menggambarkan pengalaman jatuh cinta dengan perspektif yang berbeda.
“Ada sih (yang masuk ke hati). Ada, makanya aku bikin karya yang seolah membuka pintu hati dan ada orang yang masuk juga. Aku ada beberapa lagu yang memang menjelaskan tentang jatuh cinta dalam versi aku yang berbeda gitu,” beber Nadzira Shafa.
Pengakuan tersebut sontak menjadi perhatian karena selama ini perjalanan hidup Nadzira cukup erat dengan kisahnya bersama mendiang Ameer Azzikra.
Kini, ia mulai memberikan tanda bahwa dirinya siap membuka ruang untuk pengalaman emosional yang berbeda.
Meski mengakui ada pria yang membuatnya tertarik, Nadzira memberikan sedikit gambaran mengenai sosok tersebut.
Pria yang kini dekat dengannya disebut bukan berasal dari kalangan selebritas.
Nadzira juga menyebut ada karakter tertentu yang membuat dirinya merasa cocok dengan sosok tersebut. Salah satunya adalah sifat yang memberikan rasa perlindungan dan ketegasan.
Karakter tersebut disebut memiliki kemiripan dengan sifat yang dimiliki mendiang Ameer Azzikra.
Kesamaan karakter tersebut menjadi salah satu hal yang membuat Nadzira merasa nyaman dengan sosok pria yang kini mulai masuk dalam kehidupannya.
Meski demikian, Nadzira tidak mengungkapkan identitas pria tersebut kepada publik.
Kabar mengenai adanya pria yang mulai mengisi hatinya tidak lantas berarti Nadzira akan segera menikah.
Ia menegaskan bahwa saat ini belum memiliki rencana untuk buru-buru membawa hubungan tersebut ke jenjang pernikahan.
Bagi Nadzira, membuka hati dan memberikan kesempatan kepada seseorang untuk hadir dalam kehidupan merupakan proses yang berbeda dengan mengambil keputusan untuk menikah.
Ia tampaknya ingin menikmati proses tersebut tanpa terburu-buru menentukan masa depan hubungan.
Sikap tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Nadzira ingin menjalani fase baru dalam kehidupannya dengan lebih tenang.
Perjalanan Nadzira Shafa menunjukkan bahwa proses berdamai dengan masa lalu dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang untuk kembali menemukan kebahagiaan.
Setelah hampir enam tahun melewati kehidupan tanpa Ameer Azzikra, ia kini mengaku telah siap memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk menikmati kehidupan yang baru.
Kehadiran sosok pria yang mulai menarik perhatiannya juga menjadi bagian dari fase tersebut.
Namun, Nadzira tetap menegaskan bahwa dirinya belum terburu-buru menuju pernikahan.
Dengan menutup “buku” lama dan mulai menulis cerita baru, Nadzira ingin menjalani kehidupan dengan perspektif yang berbeda.
Masa lalu tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, tetapi tidak lagi menjadi alasan untuk menghentikan langkahnya menuju masa depan. (*/stch/dda)














