BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Proses rehabilitasi Jembatan Karanganyar resmi dimulai pada hari Jumat, 10 April, dan diperkirakan berlangsung selama satu bulan ke depan.
Selama periode pekerjaan tersebut, arus lalu lintas yang biasa melintasi Jembatan Karanganyar akan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.
Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran proses rehabilitasi yang diperlukan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kebumen akan menyiagakan personelnya di simpang tiga jalur alternatif selama penutupan jembatan.
Hal ini bertujuan untuk mengatur dan mengawasi arus lalu lintas serta mencegah kemacetan yang mungkin timbul akibat pengalihan rute kendaraan.
Kasatlantas Polres Kebumen, AKP Edi Nugroho, menjelaskan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk melakukan survei jalur alternatif seiring dengan penutupan jembatan tersebut.
“Bersama dengan tim dari Disperkimhub dan DPUPR, kami telah melakukan survey jalur yang menjadi alternatif seiring dengan penutupan jembatan Karanganyar,” ungkap AKP Edi.
Ia juga menambahkan bahwa mereka telah melakukan pengecekan terhadap rambu petunjuk pengalihan arus lalu lintas, sehingga masyarakat dapat mengikuti petunjuk dengan baik.
Menanggapi situasi ini, pada hari yang sama, personel Satlantas juga akan mengadakan simulasi untuk jembatan darurat yang telah disiapkan di utara jembatan utama.
Ini adalah langkah preventif untuk memastikan bahwa kendaraan tetap dapat bergerak meskipun jembatan utama sedang dalam perbaikan.
“Personel nantinya akan disiagakan di simpang tiga lokasi pengalihan arus,” tambahnya.
AKP Edi menjelaskan lebih lanjut tentang pengaturan personel di lokasi-lokasi strategis.
“Setiap harinya di simpang tiga terdapat sembilan personil yang terbagi di dua titik yakni sisi Timur dan Barat,” katanya pada Kamis, 9 April lalu.
Kehadiran personel ini sangat penting untuk mengurai arus lalu lintas jika terjadi kepadatan di jalur alternatif.
Dari penjelasan AKP Edi, jembatan darurat yang disiapkan hanya dapat dilalui oleh sepeda motor dan mobil pribadi.
“Mobil ambulance dapat melalui jembatan darurat tersebut,” terangnya, menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan yang mendesak.
Pengalihan rute tidak hanya penting bagi keselamatan tetapi juga sebagai upaya untuk meminimalisir dampak dari pekerjaan rehabilitasi.
Bagi kendaraan besar dari arah Barat atau Gombong menuju Kebumen, mereka disarankan untuk melintasi Simpang Tiga Sangkal Putung-Jalan Buayan-Simpang Tiga Suwuk-Jalur Pansela-Purworejo.
Sedangkan kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan sepeda motor bisa melalui Simpang Tiga Sangkal Putung-Jalan Buayan-Simpang Tiga Masnun-Pasar Karanganyar.
Di sisi lain, kendaraan yang datang dari arah Timur atau Kebumen dan ingin menuju Gombong dapat menggunakan rute alternatif melalui Simpang Tiga Guyangan-Petanahan-Munggu-Simpang Empat Karanggadung-Jalur Pansela/JJLS-Simpang Tiga Suwuk-Jalan Buayan-Simpang Tiga Sangkal Putung.
Sementara itu, kendaraan kecil seperti mobil dan sepeda motor bisa memilih jalur Simpang Tiga Guyangan-Simpang Tiga Pasar Blekathuk-Simpang Tiga Buayan-Jalan Buayan serta Simpang Tiga Sangkal Putung.
Rehabilitasi Jembatan Karanganyar ini merupakan langkah penting dalam menjaga infrastruktur transportasi yang aman dan andal bagi masyarakat setempat.
Dengan adanya pengalihan arus lalu lintas yang terencana dan pengawasan dari pihak berwenang, diharapkan proses rehabilitasi dapat berjalan lancar tanpa menyebabkan gangguan berarti terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. (mam/stch/dda)
















