BANYUMASEKSPRES.ID, Menjelang momen Lebaran, mobilitas masyarakat Indonesia selalu mengalami lonjakan signifikan.
Kereta api menjadi salah satu moda transportasi favorit karena dinilai nyaman, aman, dan relatif tepat waktu untuk perjalanan jarak jauh.
Untuk memastikan kelancaran perjalanan pada periode padat tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mengambil langkah strategis.
Bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, dilakukan pemeriksaan menyeluruh atau ramp check jelang masa Angkutan Lebaran 2026.
Langkah ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan bagian dari komitmen menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan.
Fokus utama pemeriksaan adalah memastikan seluruh standar pelayanan minimum terpenuhi demi menjamin keamanan dan kenyamanan selama arus mudik dan balik.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini menjadi bentuk kesiapan menghadapi potensi lonjakan penumpang.

Dengan prediksi peningkatan volume perjalanan, seluruh aspek operasional harus berada dalam kondisi optimal.
Ramp Check Dilaksanakan Selama Tiga Hari
Kegiatan ramp check dilaksanakan pada 10 hingga 12 Februari 2026. Pemeriksaan ini menjadi langkah antisipatif agar tidak ada celah kekurangan layanan saat periode puncak Lebaran tiba.
Selama tiga hari tersebut, tim gabungan melakukan evaluasi detail terhadap fasilitas pelayanan di stasiun maupun di atas rangkaian kereta.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek keselamatan, keamanan, hingga kenyamanan penumpang.
Langkah ini mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api.
Selain itu, juga merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian.
Dengan dasar regulasi tersebut, KAI memastikan bahwa seluruh layanan yang diberikan tidak hanya memenuhi standar internal perusahaan, tetapi juga sesuai ketentuan pemerintah.
Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api.
Pemeriksaan Fasilitas di 10 Stasiun Wilayah Daop 5
Ramp check mencakup sejumlah rangkaian kereta api dan 10 stasiun di wilayah kerja KAI Purwokerto. Pemeriksaan di area stasiun menjadi perhatian utama karena menjadi titik awal dan akhir perjalanan pelanggan.
Tim mengevaluasi fasilitas keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR), jalur evakuasi, petunjuk arah darurat, hingga titik kumpul apabila terjadi kondisi darurat.
Nomor layanan darurat juga dicek untuk memastikan mudah diakses oleh penumpang.
Tidak hanya itu, fasilitas kesehatan juga menjadi bagian penting dalam pemeriksaan. Ketersediaan kotak P3K, kursi roda, tandu, serta kualitas pencahayaan di area stasiun turut dipastikan dalam kondisi baik.
Aspek keamanan juga tidak luput dari perhatian. Fungsi kamera pengawas atau CCTV, keberadaan petugas keamanan, serta kelengkapan informasi layanan bagi pelanggan menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh.
Evaluasi Fasilitas di Atas Rangkaian Kereta
Selain di stasiun, pemeriksaan dilakukan langsung di dalam rangkaian kereta api. Fasilitas keselamatan seperti rem darurat, alat pemecah kaca, dan APAR diperiksa untuk memastikan dapat berfungsi optimal saat dibutuhkan.
Informasi mengenai jalur evakuasi di dalam kereta juga dicek agar mudah dipahami penumpang. Kejelasan informasi ini menjadi krusial dalam kondisi darurat sehingga dapat meminimalkan risiko.
Layanan pendukung turut menjadi fokus evaluasi. Tim memastikan ketersediaan P3K, informasi kontak kondektur, serta kebersihan toilet tetap terjaga dengan baik.
Sistem pendingin udara atau pengatur suhu juga diperiksa guna menjamin kenyamanan perjalanan.
Selain itu, fasilitas bagi penyandang disabilitas serta kejelasan informasi relasi perjalanan dan nomor tempat duduk turut diperhatikan.
Komitmen KAI Hadirkan Layanan Optimal Saat Lebaran
Hasil ramp check secara umum menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan di wilayah Daop 5 Purwokerto telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, sejumlah temuan di lapangan tetap menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan layanan.
Langkah perbaikan akan segera dilakukan sebelum puncak arus mudik dan balik Lebaran. KAI menargetkan seluruh aspek pelayanan berada dalam kondisi maksimal saat periode angkutan Lebaran resmi dimulai.
Persiapan matang seperti ini menjadi bukti bahwa KAI tidak ingin mengambil risiko dalam menghadapi lonjakan penumpang. Keselamatan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama.
Dengan adanya sinergi antara KAI dan DJKA, diharapkan perjalanan kereta api selama Lebaran 2026 dapat berlangsung lancar dan minim kendala.
Masyarakat pun bisa mudik dengan rasa aman serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.(*/nds)
















