Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kartu Merah Kontroversial Derby d’Italia, Juventus Kecam Keputusan Wasit

Kartu Merah Kontroversial Derby d’ItaliaKartu Merah Kontroversial Derby d’Italia
KONTROVERSI: Wasit Federico La Penna memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu dalam laga Inter Milan kontra Juventus di Liga Italia, Minggu (15/2) WIB

BANYUMASEKSPRES.ID, Pada pekan ke-25 Liga Italia, sebuah pertandingan yang penuh kontroversi terjadi antara Inter Milan dan Juventus di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu dini hari WIB (15/2).

Derby d’Italia ini menjadi sorotan karena keputusan wasit Federico La Penna yang mengubah jalannya laga.

Pertandingan ini berakhir dengan hasil dramatis 3-2 untuk kemenangan Inter Milan, namun tidak lepas dari perdebatan dan ketidakpuasan dari berbagai pihak.

Inter Milan membuka skor lebih dulu melalui gol bunuh diri Andrea Cambiaso pada menit ke-17. Gol ini menjadi awal dari pertandingan yang penuh emosi dan ketegangan.

Namun, Juventus tidak tinggal diam, mereka berhasil menyamakan kedudukan hanya sembilan menit setelahnya berkat gol penyeimbang dari Andrea Cambiaso.

Dalam suasana penuh semangat, kedua tim saling berusaha untuk mencetak gol berikutnya.

Situasi semakin rumit menjelang akhir babak pertama ketika Alessandro Bastoni terjatuh dalam duel dengan Pierre Kalulu.

Tayangan ulang menunjukkan adanya kontak minimal di bahu Bastoni, namun keputusan wasit tetaplah final.

Karena baik Kalulu maupun Bastoni sudah mengantongi kartu kuning sebelumnya, La Penna mengeluarkan kartu kuning kedua bagi Kalulu yang berujung pada kartu merah.

Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan pendukung serta pengamat sepak bola, terutama karena VAR tidak dapat mengintervensi keputusan itu karena hanya berlaku untuk kartu merah langsung.

Meskipun bermain dengan sepuluh orang, Juventus tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi.

Francesco Pio Esposito membawa Inter kembali unggul pada menit ke-76, namun Manuel Locatelli berhasil menyamakan skor lagi pada menit ke-83 dengan tendangan yang memukau.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika Piotr Zielinski mencetak gol penentu kemenangan bagi Inter pada menit ke-90.

Setelah pertandingan usai, banyak kritik dilontarkan kepada wasit La Penna.

Mantan wasit Luca Marelli menilai keputusan tersebut sebagai kesalahan serius. Ia menyatakan, “Itu kesalahan yang sangat serius dari La Penna, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan karena VAR tidak bisa mengintervensi kartu kuning kedua.”

Marelli menegaskan bahwa tidak ada kontak signifikan antara Kalulu dan Bastoni yang seharusnya meringankan situasi tersebut.

Graziano Cesari juga menganggap bahwa keputusan La Penna bisa dikategorikan sebagai blunder besar.

“La Penna seharusnya bisa melihat dengan jelas, tetapi dia melakukan kesalahan,” ujarnya.

Reaksi serupa datang dari kubu Juventus, di mana Giorgio Chiellini mengekspresikan ketidakpuasaan atas insiden itu.

Ia mengatakan, “Kita tidak bisa bicara soal sepak bola setelah apa yang terjadi hari ini.”

Chiellini pun mendesak adanya perubahan dalam protokol VAR agar kesalahan serupa tidak terulang kembali.

Damien Comolli menambahkan bahwa untuk pertandingan sebesar ini seharusnya dipimpin dengan standar tertinggi.

“Untuk pertandingan seperti ini, dengan seluruh dunia menyaksikan, ini memalukan,” ujarnya tanpa ragu-ragu.

Komentar-komentar tersebut menunjukkan betapa pentingnya kualitas kepemimpinan wasit dalam pertandingan-pertandingan krusial seperti Derby d’Italia.

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu juga memberikan pandangannya mengenai insiden tersebut. Ia mengakui bahwa insiden itu memang dapat diperdebatkan.

“Buat saya, itu insiden yang bisa dipertanyakan,” katanya kepada Tuttomercatoweb.

Namun demikian, Chivu juga menekankan bahwa Kalulu seharusnya lebih berhati-hati karena sudah memiliki kartu kuning sebelumnya.

Derby d’Italia kali ini meninggalkan jejak polemik panjang di kalangan penggemar sepak bola dan analis olahraga.

Meskipun Inter Milan berhasil membawa pulang tiga poin berharga dari laga tersebut, perdebatan mengenai kepemimpinan wasit dan batas kewenangan VAR kembali muncul ke permukaan.

Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh otoritas sepak bola dalam menjaga integritas dan keadilan dalam setiap pertandingan.

Penting untuk dicatat bahwa setiap keputusan wasit memiliki konsekuensi besar bagi jalannya pertandingan serta dampaknya bagi tim yang bertanding.

Keputusan kontroversial dapat mempengaruhi bukan hanya hasil akhir pertandingan tetapi juga reputasi wasit serta kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan video atau VAR sebagai alat untuk membantu pengambilan keputusan di lapangan. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Pengukuran Arah Kiblat Digencarkan di Kecamatan

Kemenag Purbalingga Alihkan Layanan Pengukuran Arah Kiblat ke Kecamatan

Berita Selanjutnya
IMG 20260217 WA0003

Atasi Problem Sampah, Sumanto Usulkan Pemilahan dari Rumah Tangga