Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kebumen Siap Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Desa Grenggeng Selenggarakan Musdesus

Kebumen siap bentuk koperasi desa merah putihKebumen siap bentuk koperasi desa merah putih

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen menunjukkan dukungan penuh terhadap program nasional Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Target nasional pembentukan koperasi ini menyasar 75.000 hingga 80.000 desa/kelurahan di seluruh Indonesia.

Di Kebumen, pelaksanaan program telah memasuki tahap pemenuhan dokumen administratif, termasuk pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sebagai salah satu syarat pembentukan koperasi.

Hingga tanggal 9 Mei 2025, setidaknya 46 desa dan kelurahan di Kebumen sudah menyelenggarakan Musdesus.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kebumen, Haryono Wahyudi, menjelaskan bahwa proses berjalan sesuai perencanaan.

Pihaknya telah menyelesaikan sosialisasi di 20 kecamatan dari total 26 kecamatan yang ada.

“Untuk perkembangannya kita sudah on the track, sesuai jalur kita sudah melakukan sosialisasi ke 20 kecamatan, jadi tinggal sisa enam kecamatan lagi. Sosialisasi ini tentunya berjalan bersama Dinas PMD,” ujar Haryono saat dikonfirmasi, Rabu 13 Mei 2025.

Salah satu desa yang menjadi pelopor dalam merespons program ini adalah Desa Kedungwaru di Kecamatan Ayah. Menurut Haryono, desa tersebut telah hampir sepenuhnya memenuhi semua ketentuan, dan saat ini hanya menunggu akta notaris sebagai bentuk legalisasi koperasi.

“Yang termasuk paling cepat responnya Desa Kedungwaru, semua persyaratan sudah dilengkapi,” ujarnya.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Kabupaten Kebumen, Danang Dwi Hartanto, mengingatkan bahwa seluruh desa diharapkan sudah menyelenggarakan Musdesus sebelum 25 Mei 2025.

Ini berkaitan dengan agenda peluncuran nasional Koperasi Desa Merah Putih oleh Presiden yang dijadwalkan berlangsung di Banyumas pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.

“Jadi kita beri waktu sampai tanggal 25 Mei, Desa semua harus sudah melakukan Musdesus karena nanti pada 12 Juli rencananya akan dilaunching secara nasional oleh Presiden Prabowo di Banyumas,” ujar Danang.

Ia menambahkan, Disperindagkop UKM Kebumen siap memberikan pendampingan teknis penuh kepada desa-desa dalam proses pembentukan koperasi.

Dalam struktur organisasi koperasi, kepala desa atau lurah akan menjabat sebagai Ketua Pengawas secara ex officio. Sumber pendanaan koperasi nantinya berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota koperasi.

“Apakah nanti ada suntikan dana dari pusat, kita belum tahu karena belum ada juknisnya,” jelasnya.

Untuk mendukung kesuksesan program, Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, menjadi desa percontohan dengan menyelenggarakan Musdesus pada Rabu, 14 Mei 2025, bertempat di Lapangan Lembah Pereng.

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Karanganyar, unsur Forkopimcam, pendamping desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Musyawarah dipimpin oleh Ketua BPD Slamet Yuswanto dan menghasilkan beberapa kesepakatan penting, seperti penetapan nama koperasi, pemilihan pengurus, lokasi sekretariat, hingga kesepakatan modal awal koperasi.

Kepala Desa Grenggeng, Eri Listiawan, menyebutkan bahwa modal awal koperasi ditetapkan sebesar Rp100 juta, dengan simpanan pokok anggota sebesar Rp100.000 dan simpanan wajib bulanan Rp5.000.

“Hari ini dalam rangka pembentukan koperasi terkait nama, kesekretariatan dan modal awal. Pemerintah desa akan memberikan modal awal kepada koperasi yang sudah dibentuk,” ujarnya.

Untuk sementara waktu, koperasi akan berkantor di Gedung BUMDes dengan masa operasional awal selama tiga tahun, yakni 2025 hingga 2028. Dalam tahap awal, setiap lembaga desa akan mulai mengidentifikasi anggota potensial untuk menjadi bagian dari koperasi.

Koperasi Desa Merah Putih Grenggeng dirancang untuk menjalankan tujuh bidang usaha strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi lokal. Di antara usaha yang akan dijalankan meliputi sektor ketahanan pangan, penyediaan kebutuhan pokok harian, hingga pengembangan gerai eduwisata.

“Dari beberapa gerai yang dianjurkan oleh regulasi oleh Kementerian itu semuanya kita ambil, bahkan kita menambahkan gerai eduwisata karena kita memiliki potensi wisata edukasi,” jelas Eri.

Camat Karanganyar, Suis Idawati, memberikan apresiasi atas inisiatif Desa Grenggeng yang telah menjadi desa pertama di wilayahnya yang melaksanakan Musdesus dan telah mengikuti seluruh prosedur sesuai aturan.

“Kalau sosialisasi di tingkat kecamatan sudah, namun baru Desa Grenggeng yang sudah melakukan Musdesus ini. Luar biasa pembentukannya sudah sesuai mekanisme dan tahapan,” ucapnya.

Pemerintah daerah berharap desa-desa lain bisa segera menyusul, agar pelaksanaan peluncuran nasional koperasi desa oleh Presiden Prabowo dapat berjalan serentak dan sukses sesuai jadwal.

Program ini diharapkan menjadi pondasi ekonomi kerakyatan berbasis desa dan berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi mikro dan UMKM lokal secara merata di seluruh wilayah Indonesia. (fur/mam/stch)

Berita Sebelumnya
Anwar sanusi

PHK Meningkat Tujuh Kali Lipat, Pemerintah Didesak Bentuk Satgas Khusus

Berita Selanjutnya
Atasi sedimentasi bendungan mrica tanam bibit aren

Atasi Sedimentasi Bendungan Mrica, Program Penanaman Bibit Aren Dijalankan Secara Masif