BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pada Desember 2025, inflasi di Purwokerto mengalami tekanan yang tidak terlalu signifikan dengan catatan andil inflasi sebesar 0,04 persen akibat kenaikan harga emas perhiasan.
Meski demikian, inflasi tahunan di wilayah ini tetap terkendali pada level 2,61 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, menjelaskan bahwa meskipun emas perhiasan berkontribusi terhadap inflasi bulanan, kondisi keseluruhan masih sesuai dengan target nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
“Inflasi Purwokerto pada Desember 2025 tercatat 2,61 persen secara tahunan dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia,” ujar Christoveny kepada awak media.
Faktor-faktor lain juga menjadi pendorong inflasi di akhir tahun tersebut.
Kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau mencatatkan kenaikan inflasi sebesar 1,47 persen dengan kontribusi 0,44 persen terhadap total inflasi bulanan.
Sementara itu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang inflasi sebesar 0,74 persen dengan andil 0,05 persen.
Tidak ketinggalan kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan andil yang sama yakni 0,04 persen.
Selain emas perhiasan, komoditas lain seperti cabai rawit menjadi penyumbang terbesar berikutnya dengan kontribusi 0,15 persen.
Disusul oleh daging ayam ras yang berkontribusi sebesar 0,10 persen serta telur ayam ras yang menyumbang 0,04 persen.
Bensin turut memberikan andil sebesar 0,02 persen terhadap kenaikan harga-harga di Purwokerto.
Namun demikian sejumlah komoditas berhasil menahan laju inflasi lebih lanjut.
Beberapa barang yang mempengaruhi penurunan tekanan harga antara lain jeruk dan kacang panjang.
Tarif kereta api dan telepon seluler juga ikut meredam laju kenaikan harga selain ikan lele yang memberikan dampak serupa.
“Dinamika harga tersebut menunjukkan bahwa pasokan dan permintaan masih relatif terjaga sehingga secara keseluruhan inflasi Purwokerto tetap terkendali,” tambah Christoveny.
Melihat data historisnya perkembangan inflasi tahunan di Purwokerto menunjukkan pola fluktuatif namun terkendali.
Pada Desember 2023 angka inflasi berada di level 2,61 persen kemudian turun menjadi 1,51 persen pada Desember tahun berikutnya.
Namun pada November hingga Desember 2025 kembali ke angka yang sama yakni 2,61 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat berbagai faktor pendorong kenaikan harga sepanjang tahun terutama dari segi komoditas pangan dan energi kemampuan pengelolaan pasokan barang dan kestabilan ekonomi lokal mampu menahan laju inflasi agar tidak melebihi target nasional.
Kondisi ekonomi di Purwokerto memperlihatkan ketahanan dalam menghadapi dinamika pasar meskipun tantangan dari sisi komoditas tertentu cukup terasa.
Dalam konteks ini emas perhiasan mencuat sebagai salah satu komoditas yang berperan signifikan dalam mendorong inflasi bulanan namun tidak cukup kuat untuk mengganggu stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan.
Pengamatan terhadap pola konsumsi masyarakat menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap berbagai komoditas terutama menjelang akhir tahun dimana aktivitas belanja meningkat seiring dengan perayaan hari besar serta persiapan menyambut tahun baru.
Kondisi ini secara alami memengaruhi harga-harga tertentu namun tetap dapat dikelola agar tidak melampaui batas toleransi kebijakan moneter daerah. (dms/stch/dda)
















