BANYUMASEKSPRES.ID, Siswa SMA Unggul Garuda Transformasi maupun SMA Unggul Garuda Baru belum dapat memperoleh Beasiswa Garuda Sarjana secara otomatis setelah lulus.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendikti Saintek Ardi Findyartini menjelaskan aturan tersebut masih berlaku hingga saat ini.
“Karena memang policy (Beasiswa Garuda Sarjana) untuk saat itu memang dibuka untuk umum,” kata Ardi di SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2026).
Ardi menjelaskan siswa SMA Unggul Garuda telah memperoleh berbagai pembekalan untuk mendukung kesiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.
Bekal tersebut diharapkan membuat para siswa memiliki kesiapan lebih baik ketika mengikuti proses seleksi Beasiswa Garuda Sarjana secara nasional.
Meski demikian, Ardi mengungkapkan komposisi penerima Beasiswa Garuda Sarjana dibagi seimbang antara peserta umum dan Sekolah Unggul Garuda.
“Dan kalau dari persentase batch 1 beasiswa Garuda Sarjana 50 persen, 50 persen dari yang Garuda Transformasi, 50 persen dari sekolah-sekolah lain-lain,” jelas Ardi.
Saat ini pendaftaran Beasiswa Garuda Sarjana Tahap II Tahun 2026 masih berlangsung dan dijadwalkan berakhir pada 25 Juni 2026 mendatang.
Program tersebut diberikan Kemendikti Saintek untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing pada tingkat global melalui pendidikan berkualitas tinggi.
Pelaksanaan Beasiswa Garuda didukung pendanaan Dana Abadi Pendidikan yang dikelola LPDP serta dikoordinasikan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.
Penerima Beasiswa Garuda Sarjana memperoleh berbagai manfaat berupa biaya kuliah, biaya pendaftaran, serta tunjangan buku selama menempuh pendidikan.
Selain itu, tersedia dukungan transportasi, biaya visa, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, biaya hidup bulanan, serta biaya keadaan darurat.
Pendaftaran Beasiswa Garuda Sarjana dilakukan secara daring melalui laman resmi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan penyelenggara.
Seluruh pendaftar wajib menentukan dua tema prioritas dari sepuluh pilihan bidang yang tersedia dalam program Beasiswa Garuda Sarjana.
Pilihan tersebut meliputi kesehatan, ketahanan pangan, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi industri, material dan manufaktur maju, serta bidang maritim.
Tema prioritas lainnya mencakup energi, bisnis dan ekonomi, serta hukum dan kebijakan publik sesuai ketentuan program beasiswa tersebut.
Dari setiap tema prioritas, peserta dapat memilih tiga perguruan tinggi sesuai daftar yang ditetapkan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.
Pilihan perguruan tinggi tersebut ditentukan melalui laman resmi sesuai ketentuan resmi yang telah disediakan pemerintah.
Peserta dapat memilih satu perguruan tinggi Amerika atau Kanada, satu perguruan tinggi Eropa, serta satu perguruan tinggi Australia.
Selain itu, peserta juga dapat memilih satu perguruan tinggi Asia dan dua perguruan tinggi dalam negeri program joint degree.
Tahapan berikutnya mengharuskan peserta melengkapi profil diri pada aplikasi pendaftaran sebelum melanjutkan proses pengajuan beasiswa secara lengkap.
Pendaftar juga wajib menulis personal statement mengenai pengalaman, cita-cita, alasan memilih bidang prioritas, serta rencana pengabdian mendatang.
Tahap terakhir dilakukan dengan mengunggah seluruh dokumen persyaratan umum dan persyaratan khusus sesuai ketentuan yang telah ditetapkan penyelenggara. (vip)














