BANYUMASEKSPRES.ID, Perbincangan mengenai manfaat kencur hitam dan daun pegagan untuk mengatasi radang saraf mata kembali mencuat pada Juli 2026. Hal itu dipicu oleh hasil riset terbaru dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menunjukkan potensi kedua tanaman herbal tersebut.
Radang saraf mata atau neuritis optik merupakan kondisi ketika saraf optik mengalami peradangan sehingga mengganggu kemampuan melihat. Gejalanya dapat berupa pandangan kabur, nyeri saat mata digerakkan, hingga penurunan penglihatan secara tiba-tiba.
Selama ini pengobatan neuritis optik masih mengandalkan terapi medis sesuai standar. Namun, penelitian terbaru membuka peluang penggunaan bahan herbal sebagai terapi pendamping untuk membantu proses pemulihan.
Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa kencur hitam dan daun pegagan bukan pengganti pengobatan dokter. Kedua tanaman tersebut masih berada pada tahap penelitian sehingga penggunaannya tetap harus disertai pengawasan tenaga medis.
Penelitian dilakukan oleh tim dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Fokus penelitian adalah mengkaji manfaat kombinasi ekstrak kencur hitam dan daun pegagan bagi penderita neuritis optik.
Riset tersebut bertujuan memanfaatkan kekayaan tanaman obat Indonesia melalui pendekatan ilmiah. Selain meningkatkan layanan kesehatan, penelitian juga diharapkan menghasilkan produk herbal lokal yang memiliki nilai tambah.
Menurut Dr. Indra Tri Mahayana, Ph.D., Sp.M., FRSPH., kombinasi kedua tanaman menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Temuan itu menjadi dasar untuk melanjutkan pengembangan riset pada tahap berikutnya.
Peneliti FK-KMK UGM, dr. Muhammad Taufiq Hidayat, menjelaskan bahwa kortikosteroid dosis tinggi masih menjadi terapi utama pada kasus neuritis optik akut. Pengobatan tersebut digunakan untuk mengurangi peradangan pada saraf optik.
Dalam penelitian, kombinasi kencur hitam dan daun pegagan memperlihatkan manfaat yang sebanding dengan vitamin B12 sebagai terapi pendukung. Hasil tersebut mengindikasikan adanya potensi efek neuroprotektif yang dapat membantu menjaga fungsi saraf penglihatan.
Meski demikian, penelitian belum menyimpulkan bahwa herbal tersebut mampu menggantikan terapi medis yang telah terbukti efektif. Penggunaannya masih memerlukan pembuktian melalui penelitian lanjutan dalam skala yang lebih luas.
Daun pegagan atau Centella asiatica telah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat. Tanaman ini mengandung asiatikosida, madecassoside, serta berbagai senyawa antioksidan.
Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kandungan tersebut memiliki sifat antiinflamasi dan membantu proses regenerasi jaringan. Karena itu, pegagan banyak diteliti dalam bidang kesehatan saraf, termasuk untuk neuritis optik.
Kencur hitam merupakan salah satu tanaman herbal asli Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif. Kandungan tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi melindungi jaringan tubuh.
Para peneliti menemukan bahwa kombinasi kencur hitam dan daun pegagan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan penggunaan salah satu tanaman saja. Oleh sebab itu, penelitian difokuskan pada pengembangan formulasi gabungan kedua bahan tersebut.
Dokter mengingatkan bahwa penderita radang saraf mata tidak dianjurkan menghentikan pengobatan medis demi mencoba herbal. Kortikosteroid hingga kini masih menjadi terapi utama sesuai pedoman kedokteran.
Kencur hitam dan daun pegagan hanya diposisikan sebagai terapi pendamping yang masih memerlukan uji klinis lanjutan. Penelitian lebih besar diperlukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta dosis yang paling tepat bagi pasien.
UGM terus mengembangkan penelitian agar formulasi herbal tersebut dapat dibuktikan melalui uji klinis yang lebih komprehensif. Harapannya, hasil riset dapat melahirkan produk herbal berbasis bukti ilmiah yang aman dan bermanfaat.
Pengembangan ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi petani, pelaku UMKM, dan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat lokal. Dengan demikian, manfaat penelitian tidak hanya dirasakan di bidang kesehatan, tetapi juga pada sektor ekonomi.
Masyarakat sebaiknya tidak langsung menganggap herbal ini sebagai obat utama neuritis optik. Konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum mengonsumsi produk herbal, terutama bagi pasien yang sedang menjalani terapi medis atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. (mdr)
















