BANYUMASEKSPRES.ID, Kiper Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, akhirnya memberikan pernyataan terkait kegagalan Gli Azzurri untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Kejadian ini dianggap sebagai salah satu pekan tergelap dalam sejarah sepak bola Italia, menandai kekecewaan yang mendalam bagi seluruh penggemar dan pemain.
Dalam wawancara penuh emosi, Donnarumma tidak hanya membahas rasa sakit akibat kegagalan tersebut, tetapi juga menanggapi kontroversi yang muncul berkaitan dengan isu bonus setelah kekalahan dari Bosnia di laga playoff.
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa para pemain Italia menuntut bonus masing-masing senilai 300 ribu poundsterling atau setara dengan Rp6,8 miliar jika berhasil melaju ke Piala Dunia 2026.
Sebagai kapten tim nasional, Donnarumma merasa perlu untuk menjelaskan situasi ini dan mengungkapkan perasaannya.
Dalam wawancara tersebut, ia menyatakan bahwa ia sangat terluka oleh berita-berita negatif yang beredar mengenai timnya.
“Apa yang paling menyakitkan bagi saya adalah apa yang diberitakan,” kata Donnarumma pada Kamis (9/4).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada permintaan untuk mendapatkan uang dari federasi.
“Sebagai kapten, saya tidak pernah meminta satu euro pun kepada Timnas Italia. Apa yang terjadi di tim nasional, seperti biasa di setiap kompetisi, adalah adanya hadiah yang diberikan kepada pemain jika mencapai target. Itu saja, dan tidak ada yang meminta apa pun kepada federasi. Hadiah kami adalah lolos ke Piala Dunia. Sayangnya, itu tidak terjadi,” imbuh penjaga gawang Manchester City tersebut.
Pernyataan tegas ini menunjukkan betapa pentingnya integritas bagi Donnarumma dan rekan-rekannya di tim nasional.
Dalam situasi sulit ini, mereka merasa dipertanyakan bukan hanya kemampuan mereka sebagai pemain tetapi juga komitmen mereka terhadap negara.
“Saya lebih terluka oleh komentar dan kata-kata yang muncul daripada hal lainnya,” tambahnya.
Keputusan Gabriele Gravina untuk mundur dari jabatan kepala FIGC (Federasi Sepak Bola Italia), bersamaan dengan pengunduran diri pelatih Gennaro Gattuso dan Gianluigi Buffon sebagai Ketua Delegasi Timnas Italia, semakin menambah kesedihan dan kepedihan dalam periode sulit ini.
Donnarumma mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap ketiga sosok tersebut yang telah berkontribusi besar dalam perjalanan tim nasional Italia selama ini.
“Saya memiliki hubungan yang luar biasa dengan Gigi, Gattuso, dan Gravina,” ungkapnya.
Rasa kehilangan ini sangat terasa baginya dan rekan-rekannya. “Kami merasa paling sedih untuk mereka. Wajar jika Anda merasa sedikit bertanggung jawab atas semua yang terjadi sekarang, dan itu menyakitkan. Tetapi saya ingin berterima kasih kepada pelatih, presiden, dan Gigi karena mereka telah memberikan kontribusi yang sangat penting,” tuturnya dengan nada penuh emosi.
Meskipun mengalami kekecewaan mendalam akibat kegagalan kali ini, Donnarumma tetap optimis mengenai masa depan sepak bola Italia.
Ia menegaskan bahwa identitas sepak bola Italia belum sepenuhnya hancur dan masih ada harapan untuk memperbaiki keadaan.
“Dalam beberapa tahun ini, di luar kekecewaan, kami telah meraih hal-hal penting. Tidak semuanya harus dibuang,” katanya.
Pesan positifnya untuk masa depan sangat jelas: meskipun saat ini terasa sulit dan penuh tantangan, mereka harus mampu melangkah maju dengan keyakinan bahwa Italia akan kembali bangkit dan menjadi besar lagi dalam dunia sepak bola internasional.
“Ini sulit, tetapi kami harus melangkah maju dengan kekuatan dan keyakinan bahwa Italia akan kembali kuat,” tegasnya.
Donnarumma kemudian berbagi tentang proses emosional yang dia alami setelah kegagalan tersebut.
“Dua hari pertama sangat berat dan melelahkan. Ini menyakitkan, benar-benar menyakitkan. Di hari-hari awal saya kesulitan menerimanya,” ungkapnya dengan tulus.
Ia menggambarkan betapa beratnya menerima kenyataan pahit bahwa impian mereka untuk berlaga di pentas dunia harus pupus sekali lagi.
Namun demikian, ia menyadari pentingnya untuk bangkit kembali dari keterpurukan ini.
“Tetapi kenyataannya adalah Anda harus memulai lagi, melangkah maju, dan bereaksi,” ujarnya sambil menunjukkan komitmennya untuk terus berjuang demi timnas.
Melihat kembali perjalanan panjang tim nasional Italia selama beberapa tahun terakhir, Donnarumma berharap agar semua orang bisa belajar dari pengalaman pahit ini dan menjadikannya sebagai motivasi untuk melakukan perbaikan ke depan.
Ia percaya bahwa kekuatan mental serta kerjasama tim akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan-tantangan mendatang.
Seiring dengan ketidakpastian tentang masa depan tim nasional setelah serangkaian pengunduran diri penting di jajaran manajemen FIGC serta pelatih kepala, banyak penggemar yang mempertanyakan langkah selanjutnya bagi Gli Azzurri.
Namun Donnarumma yakin bahwa para pemain muda yang berbakat akan dapat mengambil alih tanggung jawab ini dan membawa kembali kejayaan ke timnas.
Dalam dunia sepak bola saat ini yang semakin kompetitif, penting bagi setiap anggota tim nasional untuk memiliki semangat juang serta dedikasi tinggi demi meraih sukses bersama-sama sebagai satu kesatuan.
Melalui dukungan dari masyarakat serta penggemar setia mereka, Donnarumma percaya bahwa sepak bola Italia akan mampu bangkit kembali dari keterpurukan ini.
Dengan pengalaman pahit sekaligus pelajaran berharga yang didapatkan dari kegagalan ini, kini saatnya bagi semua elemen sepak bola Italia—baik pemain maupun manajemen—untuk bersatu demi tujuan bersama: meraih tiket ke Piala Dunia berikutnya dengan semangat baru dan tekad yang tak tergoyahkan. (*/stch/dda)
















