Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Hukum Membeli Hewan Kurban Dengan Dibeli Diskon Menurut Syariat Islam
Kisah Inspiratif Taufik Abidin: Peternak Ayam Petelur yang Latih Sepakbola Gratis

Kisah Inspiratif Taufik Abidin: Peternak Ayam Petelur yang Latih Sepakbola Gratis

Tak Pernah Patok Harga, Ternak Ayam untuk BiayaTak Pernah Patok Harga, Ternak Ayam untuk Biaya
SEMANGAT MENGABDI: Taufik Abidin mendampingi anak-anak berlatih sepak bola di Lapangan Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok

BANYUMASEKSPRES.ID, Di tengah keramaian dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, ada sosok yang berjuang untuk menjaga mimpi anak-anak di Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok.

Ia adalah Taufik Abidin, seorang pelatih sepak bola yang dengan penuh dedikasi membuka latihan gratis bagi puluhan anak di desanya.

Dengan cara unik dan penuh pengorbanan, Taufik tidak hanya mengajarkan teknik dasar sepak bola, tetapi juga memberikan harapan kepada generasi muda untuk meraih cita-cita mereka.

Setiap sore, saat matahari mulai condong ke barat, lapangan desa menjadi saksi bisu dari kebangkitan semangat puluhan bocah yang berlarian mengejar bola.

Suara tawa dan teriakan semangat mereka mengisi udara. Di tengah kerumunan itu, berdiri Taufik Abidin dengan peluit di tangannya.

Ia adalah jembatan bagi anak-anak tersebut untuk menemukan kebahagiaan dan gairah dalam bermain sepak bola.

“Bagi saya yang penting anak-anak punya kegiatan positif. Saya memang tidak pernah mematok bayaran, semuanya sukarela,” ungkapnya dengan tulus.

Sejak tahun 2021, Taufik memutuskan untuk membagikan pengetahuannya sebagai pelatih sepak bola kepada anak-anak di kampung halamannya sendiri setelah sebelumnya mendapatkan pengalaman berharga sebagai pelatih di sebuah akademi sepak bola di Banjarnegara.

Kini, sekitar 50 hingga 60 anak secara rutin mengikuti sesi latihan yang diasuhnya setiap minggu.

Keputusan untuk membuka latihan tanpa biaya merupakan langkah berani yang menunjukkan ketulusan hatinya dalam membina generasi muda.

Taufik percaya bahwa sepak bola lebih dari sekadar olahraga. Baginya, lapangan menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.

Semua nilai tersebut penting bagi perkembangan karakter mereka sebagai individu dan anggota masyarakat.

Namun, di balik semua itu tersimpan perjuangan yang tak banyak diketahui orang lain.

Mengelola latihan tanpa biaya bukanlah hal mudah. Sementara kebutuhan keluarga harus tetap dipenuhi setiap hari, Taufik harus menemukan cara untuk mendukung aktivitasnya melatih anak-anak.

Untuk itulah ia mengembangkan usaha ternak ayam petelur jenis Elba yang berada di samping rumahnya.

Usaha ini berawal dari ketertarikan sederhana ketika ia memelihara satu paket ayam yang terdiri dari satu pejantan dan lima betina.

Seiring waktu dan usaha kerasnya, kini ratusan ekor ayam memenuhi kandang sederhana tersebut.

Setiap pekan, Taufik mampu memanen sekitar 200 butir telur atau lebih dari hasil ternaknya.

Hasil penjualannya tidak hanya digunakan untuk membeli pakan ayam tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari dan mendukung kegiatan pelatihan sepak bola yang ia jalankan.

“Awalnya hanya coba-coba. Sekarang sudah ratusan ekor. Lumayan untuk tambahan pemasukan, juga buat mendukung kegiatan melatih anak-anak,” kata Taufik sambil tersenyum bangga.

Rutinitas harian Taufik terbagi antara mengurus ternak di pagi hingga siang hari dan berlatih bersama anak-anak di sore hari.

Ia berkomitmen bahwa beternak ayam juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan keluarga serta masyarakat sekitar.

Perawatan ayamnya relatif mudah selama kebersihan kandang dijaga secara rutin melalui sistem litter serta penyemprotan kandang setiap pekan agar kesehatan ayam tetap terpelihara dengan baik.

Melihat perkembangan usahanya yang terus tumbuh pesat, Taufik memiliki rencana ambisius untuk menambah kandang baru agar kapasitas ternaknya semakin besar.

Bagi Taufik, usaha beternak dan melatih sepak bola bukan dua dunia yang terpisah tetapi saling menguatkan satu sama lain.

Dari kandang ayam lahir sumber penghidupan bagi keluarganya sementara dari lapangan sepak bola tumbuh harapan dan mimpi anak-anak desa.

Tentu saja, perjalanan ini tidak selalu mulus. Di tengah keterbatasan fasilitas latihan olahraga dan minimnya dukungan finansial dari pihak luar, Taufik terus bertahan dalam misinya untuk membantu anak-anak meraih impian mereka dalam dunia sepak bola.

Ia percaya bahwa membangun generasi tidak selalu membutuhkan stadion megah atau perlengkapan mahal; terkadang cukup dimulai dari sebuah lapangan desa dengan seorang pelatih yang peduli serta secuil harapan dari kandang ayam yang diam-diam menjaga nyala mimpi puluhan anak kampung agar tetap hidup. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Keabsahan Membeli Hewan Kurban Dengan Diskon

Hukum Membeli Hewan Kurban Dengan Dibeli Diskon Menurut Syariat Islam