Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lampu Neon Box Asmaul Husna di Kebumen Sudah Tak Lengkap

Lampu asmaul husna sudah tak lengkapLampu asmaul husna sudah tak lengkap

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Lampu neon box yang menampilkan Asmaul Husna, nama-nama Allah dalam Islam, dulunya menghiasi berbagai ruas jalan di pusat kota Kebumen.

Namun kini, jumlahnya semakin berkurang dan hanya beberapa yang masih bertahan di Jalan Ahmad Yani. Dari total 99 lampu yang ada sejak pemasangannya, banyak yang telah dilepas dan sebagian besar lainnya sudah tidak berfungsi lagi.

Pemasangan lampu ini pada awalnya dilakukan sekitar tahun 2017 dengan tujuan mempercantik kota sekaligus memberikan nuansa religius. Namun sayangnya, sejak tahun 2018 kondisi lampu-lampu tersebut mulai memburuk. Banyak dari neon box ini yang tidak lagi menyala dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan atau penggantian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kebumen (DLHKP), Asep Nurdiana, mengonfirmasi penurunan jumlah lampu neon box Asmaul Husna. Ia menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh adanya pembangunan tata kota baru yang mengharuskan pelepasan beberapa lampu tersebut. Selain itu, kerusakan fisik juga menjadi alasan banyaknya lampu yang tidak berfungsi.

“Kemarin ada kegiatan pembangunan Morosoetta (Jalan Soekarno Hatta) ada di DPU, belum ada rencana untuk pemasangannya lagi, karena spacenya dan anggarannya belum ada,” ujar Asep melalui pesan singkat pada Selasa (17/6).

Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Perhubungan Kabupaten Kebumen (Disperkimhub), Slamet Mustolkhah, menegaskan bahwa kewenangan terkait lampu neon box Asmaul Husna berada di bawah DLHKP. Disperkimhub sendiri hanya bertanggung jawab atas pembayaran listrik serta melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan.

“Kewenangan atas lampu hias di Dinas LHKP, Disperkimhub yang bayar tagihan listrik PLN-nya dan pasangannya saja,” kata Slamet melalui pesan WhatsApp.

Lampu-lampu ini dahulu dipasang memanjang di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga ke Jalan Pahlawan—sekarang dikenal sebagai Jalan Soekarno Hatta—dan melingkar hingga Alun-alun yang saat ini dinamai Jalan Merdeka. Kehadiran mereka sempat menjadi ikon tersendiri bagi kawasan tersebut sebelum mengalami penurunan fungsi.

Warga setempat pernah merasakan keindahan malam hari dengan adanya pencahayaan dari lampu-lampu unik berbentuk matahari berwarna biru tersebut.

Penurunan jumlah dan kualitas lampu neon box bukan sekadar masalah estetika kota tetapi juga menggambarkan tantangan dalam perawatan fasilitas publik di daerah-daerah berkembang seperti Kebumen.

Saat ini, masyarakat berharap pemerintah daerah segera menemukan solusi untuk mengembalikan fungsi estetika dari kota Kebumen tanpa perlu mengorbankan proyek pembangunan lain yang sedang berlangsung.

Keseimbangan antara pengembangan infrastruktur baru dan pelestarian elemen lama menjadi tantangan utama bagi pemerintahan setempat.

Namun demikian, keterbatasan anggaran sering kali menjadi kendala dalam upaya pembenahan fasilitas publik seperti ini. Dengan kebijakan anggaran prioritas pada proyek-proyek besar lainnya, banyak elemen estetika kota kurang mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya.

Untuk kedepannya, mungkin bisa dipertimbangkan adanya program kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sektor swasta atau komunitas lokal guna mendukung pemeliharaan fasilitas umum termasuk keberlanjutan lampu-lampu neon box Asmaul Husna ini.

Program semacam itu bisa saja meningkatkan partisipasi publik sekaligus meringankan beban anggaran pemerintah daerah dalam hal perawatan fasilitas umum. (fur/stch)

Berita Sebelumnya
Cara pinjol melacak debitur yang gagal bayar

Ketua AFPI Ungkap Cara Pinjol Melacak Debitur Gagal Bayar dengan Teknologi AI

Berita Selanjutnya
Info lengkap seputar program magang berdampak 2025 untuk mahasiswa indonesia

Program Magang Berdampak 2025 Resmi Dibuka, Mahasiswa Dapat Uang Saku Rp2,8 Juta