BANYUMASEKSPRES.ID, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Provinsi Jawa Tengah hingga kini belum dapat berjalan meskipun infrastruktur pendukungnya telah selesai dibangun sejak Desember 2025.
Sebanyak lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari program tersebut masih belum beroperasi sehingga ribuan calon penerima manfaat belum dapat menikmati layanan yang telah direncanakan pemerintah.
Berdasarkan data yang ada, lima dapur MBG tersebut berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak.
Di Kabupaten Jepara, dapur SPPG dibangun di Desa Parang, Desa Nyamuk, dan Desa Kemujan.
Sementara di Kabupaten Demak, fasilitas serupa berada di Desa Tambak Gojoyo dan Desa Tambak Seklenting.
Secara keseluruhan, sebanyak 2.514 calon penerima manfaat di wilayah 3T Jawa Tengah masih menunggu dimulainya operasional program Makan Bergizi Gratis.
Investor pembangunan SPPG wilayah 3T Jawa Tengah, Rendra Bayu, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan maupun administrasi sebenarnya telah rampung sejak akhir tahun lalu.
Berbagai proses, mulai dari appraisal hingga penerbitan dokumen yang dibutuhkan, telah diselesaikan sesuai ketentuan.
Namun demikian, operasional dapur belum dapat dimulai karena masih menunggu pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Jawa Tengah itu sebenarnya sudah tepat sasaran untuk daerah 3T, tapi belum terealisasi. BGN bilang menunggu moratorium,” ujar Rendra.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup memprihatinkan karena bangunan yang telah selesai dibangun selama sekitar tujuh bulan belum dimanfaatkan sama sekali.
Padahal, berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada November 2025, seluruh dapur dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2026.
Keterlambatan tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi bangunan yang dibiarkan kosong dalam waktu cukup lama.
“Yang saya khawatirkan itu mangkrak, karena realisasinya dari Desember, tetapi sampai sekarang belum beroperasi,” katanya.
Rendra mengungkapkan bahwa nilai investasi pembangunan lima dapur SPPG tersebut mencapai miliaran rupiah.
Meski sebagian pembayaran proyek telah diterima, masih terdapat beberapa pekerjaan yang belum dibayarkan hingga saat ini.
Di sisi lain, pihak investor tetap harus menanggung berbagai biaya operasional setiap bulan meskipun dapur belum menghasilkan aktivitas pelayanan.
Pengeluaran tersebut meliputi biaya listrik, air bersih, hingga pemeliharaan bangunan agar fasilitas tetap dalam kondisi layak digunakan saat nantinya mulai beroperasi.
Tidak hanya investor yang terdampak, puluhan relawan yang telah direkrut untuk bertugas di masing-masing dapur juga masih menunggu kepastian mengenai jadwal operasional program MBG.
Mereka telah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum dapat menjalankan tugasnya karena program belum dimulai.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok penerima manfaat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pangan bergizi.
Kehadiran dapur SPPG di daerah 3T diharapkan mampu memperluas jangkauan program sekaligus membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Karena itu, keterlambatan operasional dapur di Jepara dan Demak dinilai membuat manfaat program belum dapat dirasakan oleh ribuan masyarakat yang telah masuk dalam daftar penerima.
Rendra berharap pemerintah melalui Badan Gizi Nasional segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan operasional dapur-dapur tersebut sehingga investasi yang telah dilakukan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan SPPG bukan semata-mata investasi, melainkan agar masyarakat di wilayah 3T segera memperoleh manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis.
“Saya inginnya memang segera beroperasional, karena yang paling penting adalah dampaknya bagi masyarakat penerima manfaat MBG,” pungkasnya.
Hingga kini, masyarakat di lima wilayah tersebut masih menantikan dimulainya operasional dapur SPPG agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuan awal, yaitu meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di Jawa Tengah. (*/stch/dda)
















