BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga terus mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari transformasi layanan perpustakaan dan literasi masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan informasi sekaligus memperkuat kompetensi para pengelola perpustakaan di era digital.
Meski demikian, upaya digitalisasi tersebut masih dihadapkan pada tantangan besar.
Hingga kini, capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Kabupaten Purbalingga masih tergolong rendah sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Dinarpus Kabupaten Purbalingga menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Berbasis Artificial Intelligence (AI) pada 4–6 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia Dinarpus tersebut diikuti oleh guru, pustakawan, serta pegiat literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga.
Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan memanfaatkan teknologi AI secara tepat dalam mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat.
Dengan kemampuan tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif antara sumber informasi dan masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpus Kabupaten Purbalingga, Ari Susanti, menjelaskan bahwa kecerdasan buatan bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan.
Menurutnya, pustakawan dan pegiat literasi tetap memiliki peran utama dalam membimbing masyarakat agar mampu memperoleh informasi yang benar, memilah informasi yang valid, memahami isi informasi, hingga memanfaatkannya secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya bisa mendukung kegiatan mereka. Mereka sebagai jembatan kepada masyarakat agar mendapatkan informasi, memilah, memahami, sampai bisa memanfaatkan lebih bijak lagi,” ujarnya kepada Radarmas, Selasa (4/8/2026).
Ari menambahkan, penggunaan AI juga mampu mempercepat proses pencarian informasi, memahami berbagai regulasi, hingga membantu penyusunan materi edukasi.
Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan efisien.
Pelaksanaan bimtek tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan sepenuhnya didanai melalui Dana Non-Fisik Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, sehingga pemerintah daerah tetap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa menambah beban anggaran daerah.
Meski transformasi digital terus dilakukan, Dinarpus menilai penguasaan teknologi AI saja belum cukup untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat.
Keberhasilan pembangunan literasi tetap bergantung pada meningkatnya minat baca, budaya belajar, serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
Karena itu, peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masih menjadi fokus utama yang harus terus didorong melalui berbagai program literasi.
Selain pelatihan teknologi, pemerintah daerah juga perlu memperkuat dukungan terhadap sektor perpustakaan melalui penyediaan koleksi bacaan yang lebih beragam, peningkatan fasilitas perpustakaan, pengembangan layanan digital, hingga perluasan akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dinarpus juga menilai kolaborasi antara pemerintah, sekolah, pustakawan, komunitas literasi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun budaya membaca yang lebih kuat di Kabupaten Purbalingga.
Dengan dukungan teknologi AI yang dimanfaatkan secara bijak, pelayanan perpustakaan diharapkan semakin modern dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
Namun demikian, pembangunan literasi tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, melainkan juga memerlukan komitmen bersama dalam meningkatkan budaya membaca dan kemampuan masyarakat mengolah informasi secara kritis.
Melalui pelatihan berbasis AI ini, Dinarpus Kabupaten Purbalingga berharap para guru, pustakawan, dan pegiat literasi dapat menjadi motor penggerak transformasi literasi digital sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan budaya membaca sebagai fondasi utama literasi. (alw/stch/dda)
















