Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kemenag Cilacap Dorong Guru PAI Menjadi Great Teacher di Era Digital

Guru PAI Didorong Menjadi Great TeacherGuru PAI Didorong Menjadi Great Teacher
SEMINAR : Kegiatan seminar nasional pendidikan yang diadakan di Gedung Haji IPHI Kabupaten Cilacap pada Selasa (4/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis menuntut para guru untuk terus meningkatkan kualitas diri agar mampu menjawab tantangan zaman.

Hal tersebut juga berlaku bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang kini tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi sosok inspiratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjadi teladan bagi peserta didik.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap, H. Aziz Muslim, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Pendidikan yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Cilacap Periode 2026–2031.

Kegiatan berlangsung di Gedung Haji IPHI Kabupaten Cilacap, Selasa (4/8/2026), dan dihadiri para guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Aziz Muslim didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Cilacap, H. Baehaqi.

Ia menegaskan bahwa perubahan pola belajar di era digital menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Menurutnya, guru PAI harus mampu bertransformasi menjadi great teacher, yakni pendidik yang bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menginspirasi, memotivasi, membimbing, dan menggerakkan peserta didik agar berkembang menjadi pribadi yang berkarakter.

“Tantangan kita saat ini bagaimana guru PAI menjadi great teacher. Guru yang mampu menginspirasi, menggerakkan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi sehingga pembelajaran tetap relevan dan bermakna bagi peserta didik,” ujar Aziz Muslim.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara peserta didik memperoleh pengetahuan.

Oleh sebab itu, guru perlu terus memperbarui metode pembelajaran agar lebih kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan berbagai platform digital sebagai media belajar.

Selain penguasaan teknologi, guru juga dituntut memiliki kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan siswa serta mampu menanamkan nilai-nilai moral, karakter, dan akhlak mulia di tengah derasnya arus informasi digital.

Aziz berharap keberadaan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Cilacap dapat menjadi wadah strategis bagi para guru PAI untuk meningkatkan profesionalisme melalui berbagai program pengembangan kompetensi, pelatihan, seminar, hingga kolaborasi antarguru.

Menurutnya, organisasi profesi memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan agama Islam.

Melalui forum tersebut, para guru dapat saling berbagi pengalaman, bertukar ide, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“AGPAII Kabupaten Cilacap diharapkan menjadi wadah bagi para guru PAI untuk terus mengembangkan profesionalisme, memperkuat kompetensi, serta membangun jejaring kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di Kabupaten Cilacap,” katanya.

Seminar nasional yang digelar bersamaan dengan pengukuhan pengurus baru DPD AGPAII Kabupaten Cilacap Periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan para pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam.

Melalui kepengurusan baru, AGPAII diharapkan mampu menghadirkan berbagai program inovatif yang dapat mendukung peningkatan kapasitas guru, baik dalam aspek pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian.

Selain itu, organisasi juga diharapkan aktif mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran agar pendidikan agama Islam dapat disampaikan secara lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh generasi muda.

Aziz Muslim optimistis, apabila guru PAI terus meningkatkan kompetensi serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, maka mereka akan menjadi agen perubahan yang berperan besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter kuat, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat kolaborasi serta peningkatan kualitas guru secara berkelanjutan, Kemenag Cilacap berharap mutu pendidikan agama Islam di Kabupaten Cilacap terus meningkat.

Kehadiran guru PAI yang profesional, inspiratif, dan adaptif diharapkan mampu melahirkan generasi yang religius, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Sempat Minder Menderita Mikrotia

Idgitaf Akui Sempat Minder Karena Menderita Mikrotia Sejak Lahir

Berita Selanjutnya
OPPO Reno 16F 5G Eco Pack

OPPO Reno 16F 5G Eco Pack Hadir di Indonesia, Memori 256 GB Harga Lebih Hemat