Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sektor Pariwisata Purbalingga Lesu, Kunjungan Wisata dan Okupansi Hotel Menurun

Kunjungan Wisata Menurun, Hunian Hotel Hanya 25 PersenKunjungan Wisata Menurun, Hunian Hotel Hanya 25 Persen
WISATA TURUN: Aktivitas wisatawan di salah satu objek wisata di Kabupaten Purbalingga. Data BPS menunjukkan kunjungan wisatawan secara kumulatif Januari-Mei 2026 menurun

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kinerja sektor pariwisata Kabupaten Purbalingga sepanjang tahun 2026 menunjukkan tren yang perlu mendapat perhatian.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) secara kumulatif selama periode Januari hingga Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penurunan jumlah kunjungan wisatawan tersebut turut berdampak pada sektor perhotelan.

Tingkat hunian kamar hotel di Kabupaten Purbalingga masih berada pada angka yang relatif rendah, sementara rata-rata lama menginap wisatawan juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Data BPS mencatat total perjalanan wisatawan nusantara menuju Kabupaten Purbalingga selama lima bulan pertama tahun 2026 mencapai 1.269,5 ribu perjalanan.

Angka tersebut mengalami kontraksi sebesar 1,02 persen dibandingkan capaian pada periode Januari–Mei 2025.

Meski penurunannya tidak terlalu besar, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan jumlah kunjungan secara berkelanjutan.

Dampak penurunan kunjungan juga terlihat pada kinerja industri perhotelan. Pada Mei 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Purbalingga tercatat hanya 25,67 persen.

Artinya, lebih dari 74 persen kamar hotel tidak terisi oleh tamu selama periode tersebut.

Selain tingkat hunian yang rendah, rata-rata lama menginap atau Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel juga masih terbatas.

Berdasarkan data BPS, wisatawan yang menginap di hotel di Kabupaten Purbalingga rata-rata hanya menghabiskan waktu 1,28 malam sebelum melanjutkan perjalanan.

Kepala BPS Kabupaten Purbalingga, Slamet Romelan, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah wisatawan yang terjadi pada Mei 2026 dibandingkan April 2026 lebih dipengaruhi oleh faktor musiman dibandingkan peningkatan daya tarik sektor pariwisata secara menyeluruh.

Menurutnya, terdapat beberapa momentum yang mendorong peningkatan kunjungan pada bulan tersebut, salah satunya adalah program promosi yang digelar salah satu destinasi wisata unggulan di Purbalingga.

“Peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Purbalingga pada Mei 2026 dibandingkan April 2026 diperkirakan dipengaruhi promo khusus Hari Buruh (May Day) di Owabong yang memberikan tiket masuk sangat murah sehingga menarik wisatawan nusantara untuk berkunjung ke Purbalingga. Selain itu, di akhir bulan Mei bertepatan dengan Hari Raya Iduladha yang bisa jadi memicu kenaikan wisatawan lokal,” jelas Slamet.

Ia menambahkan, promo harga tiket masuk objek wisata dan momentum libur panjang Hari Raya Iduladha menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan kunjungan secara bulanan.

Namun, peningkatan tersebut belum mencerminkan penguatan sektor pariwisata secara struktural.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan masih sangat dipengaruhi oleh program promosi dan momen libur nasional. Tanpa adanya faktor tersebut, jumlah kunjungan berpotensi kembali melambat.

Rendahnya tingkat hunian hotel dan singkatnya durasi menginap wisatawan juga menjadi indikator bahwa sebagian besar pengunjung masih memilih melakukan perjalanan singkat atau one day trip tanpa bermalam di Purbalingga.

Padahal, semakin lama wisatawan berada di suatu daerah, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, penguatan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga memerlukan pengembangan destinasi wisata, peningkatan kualitas layanan, penyelenggaraan berbagai agenda wisata, serta penyediaan fasilitas pendukung yang mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama.

Dengan berbagai tantangan tersebut, data BPS menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kepentingan untuk menyusun strategi pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Upaya meningkatkan daya saing destinasi, memperkuat promosi, serta menghadirkan atraksi wisata baru diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus mendongkrak tingkat hunian hotel di Kabupaten Purbalingga pada periode-periode berikutnya. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Petugas dan Warga Binaan Diperiksa

Lapas Cilacap Gelar Skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan

Berita Selanjutnya
Insentif Kendaraan Listrik Segera Diumumkan

Pemerintah Perluas Insentif EV, Kuota Motor dan Mobil Listrik Naik Jadi 500 Ribu Unit